waktu untuk membaca Sholawat

waktu yang disarankan untuk Membaca Sholawat Nabi

https://goo.gl/q4GzhP

Dikutip dalam buku KitabIhyaUlumiddin karya Imam AlGhazali dan Kitab Riyadus Shalihin karya Iman AnNawawi, ada beberapa waktu yang disarankan untuk membaca Sholawat Nabi

1. Setelah adzan dan iqomat
Diriwayatkan dalam hadits Ahmad dan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
"Apabila kamu mendengar muazzin menyerukan azan, maka jawablah dengan jawaban yang sama ia baca. Setelah selesai maka bersholawatlah kepadaku."

Sementara Imam Bukhari meriwayatkan dalam hadits Jabir Rasulullah SAW bersabda:
"Siapa saja yang ketika mendengar Azan atau Iqomat berdoa,'Ya Allah, ya Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, pemilik sholat yang akan dilaksanakan, limpahkanlah sholawat kepada Muhammad SAW, hamba sekaligus utusan-Mu, berikanlah kepadanya wasilah, keutamaan, derajat tinggi, dan syafaat pada hari kiamat."

2. Setelah tasyahud akhir
Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan Baihaqi, bersabda:
"Jika seseorang dari kamu bertasyahud dalam sholat, maka hendaklah dia membaca: Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad. Kama Sholaita ala ibrahim, wa ala ali Ibrahim. Innaka hamidummajid."


3. Pada Permulaan Doa dan Akhirnya
Salah satu adab dalam berdoa yaitu mengucapkan sholawat di awal dan akhirnya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
"Sesungguhnya doa itu berhenti antara langit dan bumi, tiada naik barang sedikit juga dari padanya sehingga engkau bersholawat atas nabimu." (HR Tarmidzi).

4. Ziarah ke Makam Nabi Muhammad
Sebagaimana sabda Rasulullah:
"Tiadalah seseorang dari pada kamu yang mengucapkan salam kepadaku yaitu di sisi kuburku melainkan Allah mengembalikan ruhku padaku untuk menjawab salammu itu." (HR Abu Daud).

5. Ketika akan Memulai Suatu Pekerjaan yang Baik
Hadits riwayat Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Setiap pekerjaan baik jika tidak dimulai dengan berholawat maka pekerjaan atau urusan itu terputus dan hilang keberkatannya."

6. Setiap Mengadakan Majlis
Sabda Rasulullah SAW:
"Tiadalah duduk suatu kaum di dalam suatu majlis sedang mereka tidak menyebut (mengingat) Allah dan tidak bersholawat kepada Nabi-Nya melainkan menderita dan kekuranganlah. Maka jika Allah menghendaki niscaya Allah akan menyiksa mereka dan jika Allah menghendaki, niscaya akan mengampuni mereka." (HR Tirmidzi dan Abu Daud).

Donasi Gratis ke-blog ini, klik disini untuk melihat caranya)

Previous Post
Next Post