Kumpulan Sholawat pendek

Kumpulan beberapa Sholawat pendek beserta Artinya

Kumpulan Sholawat pendek

Sholawat Matsurah

"Allaahumma sholli alaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa alaa aalihi wasallim."
Artinya:
"Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Nabi Muhammad yang tiada dapat membaca dan menulis (Ummy) dan semoga keselamatan tercurah kepada segenap keluarganya."

Sholawat Fatih

"Allahumma sholli ala sayyidina muhammaddinil fatihi lima ughliqo wal khotimi lima sabaqo, nashiril haqqi bil haqqi wal hadi ila shirotikal mustaqim wa ala alihi haqqo qodrihi wa miq darihil adzim."
Artinya:
"Ya Allah limpahkanlah rahmat dan keselamatan serta berkah kepada nabi Muhammad SAW, sebagai pemuka sesuatu yang terkunci, dan penutup sesuatu (para nabi) yang terdahulu, dialah penolong yang benar dengan membawa kebenaran serta petunjuk menuju jalan-Mu yang lurus. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada keluarga dan para sahabatnya dengan sebenar-benarnya dengan pangkat dan kedudukan yang agung."

Sholawat Nariyah

"Allaahumma sholli sholaatan kaamilatan wasallim salaamaan taamman alaa sayyidinaa muhammadinil ladzii tanhallu bihiluqodu watanfariju bihilkurobu watuqdhoo bihilhawaaiju watunaalu bihir roghooibu wahusnul khowaatimi wayustasqaal ghomaamu biwajhihilkariimi waalaa aalihii washohbihii fii kulli lamhatin wanafasin biadadi kulli maluumin laka."
Artinya:
"Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau."

Sholawat Mukafaah

"Allohumma sholli ala sayidina muhammadin wa ala alihi sayidina muhammad, sholatan maqbulatan tu, addi biha anna haqqohul adzim."
Artinya:
"Ya Allah, limpahkanlah rahmat, salam dan berkah kepada junjungan kita Muhammad SAW yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang menjadi kekasih Allah SWT, yang luhur pangkatnya dan yang agung kemuliaannya, dan limpahkanlah pula atas keluarganya dan para sahabatnya."

Sholawat Ibrahimiyah

"Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa sollaita ‘alaa aali ibroohim, wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohim, fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid."
Artinya:
"Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan untuk Nabi Muhammad. Dan juga limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat dan keselamatan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim."

Sholawat Nuril Anwar

"Allahumma Shalli ‘Alaa Nuuril Anwaari Wasirril Asraari, Watiryaaqil Aghyaari Wamiftaahi Baabil Yasaari, Sayyidinaa Wamaulaana Muhammadinil Muhtaari Wa Aalihil Ath Haari Wa Ash Haabihil Ahyaari ‘Adada Ni’amillaahi Wa Ifdhaalih."
Artinya:
"Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada cahaya dari segala cahaya, belakang layar dari segenap rahasia, penawar sedih dan kebingungan, pembuka pintu kemudahan, yakni junjungan kami, Nabi Muhammad saw. yang terpilih, keluarganya yang suci, dan para sahabatnya yang mulia sebanyak hitungan nikmat Yang Mahakuasa dan karunia-Nya."

Sholawat Munjiyat

"Allahumma sholli 'alaa sayyidinaa Muhammadin sholaatan tunjiinaa bihaa min jamii'il-ahwaali wal-aafaati wa taqdhii lanaa bihaa jamii'al-haajaati wa tuthahirunaa bihaa min jamii'is-sayyi'aati wa tarfa'unaa bihaa 'indaka a'lad-darajaati wa tuballigunaa bihaa aqshal-gaayaati min jamii'il-khairaati fil-hayaati wa ba'dal-mamaati."
Artinya:
"Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW yang melaluinya Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan membahayakan, dengan rahmat itu Engkau akan mendatangkan semua hajat kami dan membersihkan semua keburukan kami, mengangkat kami pada derajat tertinggi, menyampaikan kami pada puncak tujuan, dari semua kebaikan di waktu hidup dan sesudah mati."

6 Bacaan sholawat nabi

6 macam sholawat nabi lengkap dengan teks Arab, Latin seta trejemahan bahasa indonesia

Bacaan sholawat nabi
Sholawat merupakan bentuk jamak dari kata sholat yang artinya adalah doa. Karenanya ketika kita membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, berarti kita juga sama saja seperti memohon atau berdoa kepada Allah SWT untuk Nabi Muhammad SAW.

Menjadikan sholawat Nabi sebagai amalan sehari-hari dapat mengubah kehidupan kita menjadi lebih berkah dan urusan menjadi lebih mudah. Selain itu, dengan membaca dan melantunkan sholawat, hati juga akan menjadi lebih tenang dan rasa keimanan pun semakin tebal.

Hukum membaca sholawat Nabi adalah sunnah muakkad. Namun sebagai salah satu rukun salat, sholawat tentu wajib dan selalu dibaca pada tasyahud akhir.

Terdapat beberapa macam sholawat Nabi yang wajib untuk diketahui dan bisa dijadikan sebagai amalan rutin sehari-hari.

6 Bacaan sholawat nabi
Ada beberapa macam sholawat yang telah diriwayatkan oleh para ulama. Berikut macam sholawat Nabi, diantaranya :


Berikut bacaan Sholawat fatih.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ وَالنَّاصِرِ الحَقَّ بِالحَقِّ وَالهَادِي اِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ

Allahumma shalli wa sallim wa barik ‘ala sayyidina Muhammadinil Fatihi lima ughliqa, wal khatimi lima sabaqa, wan nashiril haqqa bil haqqi, wal hadi ila shiratin mustaqim (ada pula yang baca shiratikal mustaqim). Shallallahu ‘alayhi, wa ‘ala alihi , wa ashhabihi haqqa qadrihi wa miqdarihil ‘adzhim
Artinya:
Ya Allah limpahkanlah rahmat dan keselamatan serta berkah kepada nabi Muhammad SAW, sebagai pemuka sesuatu yang terkunci, dan penutup sesuatu (para nabi) yang terdahulu, dialah penolong yang benar dengan membawa kebenaran serta petunjuk menuju jalan-Mu yang lurus. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada keluarga dan para sahabatnya dengan sebenar-benarnya dengan pangkat dan kedudukan yang agung.”


Berikut bacaan Sholawat Nariyah.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَ سَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِى تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَ تَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَ تُقْضٰى بِهِ الْحَوَائِجُ وَ تُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَ حُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَ يُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَ عَلىٰ آلِهِ وِ صَحْبِهِ فِى كُلِّ لَمْحَةٍ وَ نَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Allahumma shollì sholaatan kaamìlatan Wa sallìm salaaman taaman ‘ala sayyìdìnaa Muhammadìn Alladzì tanhallu bìhìl ‘uqadu, wa tanfarìju bìhìl kurabu. Wa tuqdhaa bìhìl hawaa’ìju Wa tunaalu bìhìr raghaa’ìbu wa husnul khawaatìmì wa yustasqal ghomaamu bì wajhìhìl karììmì, wa ‘alaa aalìhì, wa shahbìhì fii kulli lamhatin wa nafasim bi’ ‘adada kullì ma’luumìn laka.
Artinya :
Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.”


Berikut bacaan Sholawat Matsuroh.

أللّٰـهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحّمَّدٍ نِالنَّـبِىِ اْلأُمِّىِّ وَعَلٰى اٰلِهِ وَسَلِّمْ

Allaahumma sholli alaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa alaa aalihi wasallim.
Artinya:
Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Nabi Muhammad yang tiada dapat membaca dan menulis (Ummy) dan semoga keselamatan tercurah kepada segenap keluarganya.”


Berikut bacaan Sholawat Mukafaah.

اَللّٰــهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَــيِّــدِنَا مُحَـــمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِهِ سَــيِّـدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً دَائِمَةً مَقْــبُوْلَةً تُــؤَدِّىْ بِــهَا عَــنَّا حَقَّهُ الْعَظِـيْمِ

Allohumma sholli ‘ala sayidina Muhammadin wa ‘ala alihi sayidina Muhammad, Sholatan daa imatan maqbulatan tu,addi biha ‘anna haqqohul ‘adzim
Artinya:
Ya Allah, limpahkanlah rahmat, salam dan berkah kepada junjungan kita Muhammad SAW yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang menjadi kekasih Allah SWT, yang luhur pangkatnya dan yang agung kemuliaannya, dan limpahkanlah pula atas keluarganya dan para sahabatnya.”


Berikut bacaan Sholawat Ibrahimiyah.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ

Allahumma shalli alaa sayyidinaa muhammad waalaa aali sayyidinaa muhammadin kamaa shallaita alaa sayyidinaa ibraahiima waalaa aali sayyidinaa ibrahiim wabaarik alaa sayyidinaa muhammadin waalaa aali sayyidinaa muhammadin kamaa baarakta alaa sayyidinaa ibraahima wa alaa aali sayyidina ibraahima, fil aalamiina innaka hamiidun majiidun.
Artinya:
Ya Allah, berilah kasih saying kepada junjungan kita nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memberi kasih sayangmMu kepada junjungan kita Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan berkatilah kepada junjungan kita nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memberkati junjungan kita nabi Ibrahim dan kelurganya diantara makhluk makhlukmu, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.”


Berikut bacaan Sholawat Nur Al-Anwar. 

‎اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نُورِ الأَنْوَارِ وَسِرِّ الأَسِرَارِ وَتِرْيَاقِ الأَغْيَارِ وَمِفْتَاحِ بَابِ الْنَسَارِ. سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُخْتَارِ وَآلِهِ الأَطْهَارِ وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ عَدَد نِعَمِ الله وَأِفْضَالِهِ


Allahumma Shalli Alaa Nuuril Anwaari Wasirril Asraari, Watiryaaqil Aghyaari Wamiftaahi Baabil Yasaari, Sayyidinaa Muhammadinil Muhtaari Wa Aalihil Ath Haari Wa Ash Haabihil Ahyaari Adada Niamillaahi Wa Ifdhaalih.
Artinya:
Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada cahaya dari segala cahaya, belakang layar dari segenap rahasia, penawar sedih dan kebingungan, pembuka pintu kemudahan, yakni junjungan kami, Nabi Muhammad saw. yang terpilih, keluarganya yang suci, dan para sahabatnya yang mulia sebanyak hitungan nikmat Yang Mahakuasa dan karunia-Nya.”

Sholawat Nabi Pendek, Bikin Hati Tenang

Bacaan Sholawat Nabi Pendek. Allah, Rasulullah Serta Malaikat Ikut Bersholawat

Sholawat Nabi

Sholawat nabi pendek bisa Anda jadikan amalan setiap hari. Sholawat sendiri merupakan bentuk jamak dari kata sholat, yang berarti doa. Ketika kita membacakan sholawat nabi, itu artinya kita sedang memohon atau meminta doa kepada Allah untuk Nabi Muhammad SAW. Memohon doa untuk Nabi Muhammad SAW tidak hanya mendatangkan syafaat untuk Rasulullah, tetapi untuk orang muslim yang membacakannya juga.

Berikut adalah sholawat nabi yang sering dilatunkan.

1. Sholawat Nariyah

Sholawat nariyah, adalah sholawat nabi yang biasa kita dengar ketika sedang menunggu adzan magrib, atau sesudah selesai mengaji di Taman Pendidikan Alquran. Begini lafadznya:

“Allaahumma sholli sholaatan kaamilatan wasallim salaamaan taamman alaa sayyidinaa muhammadinil ladzii tanhallu bihiluqodu watanfariju bihilkurobu watuqdhoo bihilhawaaiju watunaalu bihir roghooibu wahusnul khowaatimi wayustasqaal ghomaamu biwajhihilkariimi waalaa aalihii washohbihii fii kulli lamhatin wanafasin biadadi kulli maluumin laka.”
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.”

2. Sholawat Matsurah

Selanjutnya yaitu sholawat matsurah. Sholawat ini sering kita baca saat menunaikan ibadah sholat subuh, yaitu pada bacaan doa qunut. Bunyi lafadznya:

"Allaahumma sholli alaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa’alaa aalihi wasallim."
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Nabi Muhammad yang tiada dapat membaca dan menulis (Ummy) dan semoga keselamatan tercurah kepada segenap keluarganya."

Sholawat nabi pendek dianjurkan untuk dibacakan setiap hari agar mendapatkan ketenangan hati, jiwa dan raga. Selain membuat hati tentram, sholawat juga mendatangkan banyak pahala dan manfaat.

Manfaat yang didapatkan dari membaca sholawat nabi pendek diantaranya:

1. Dibacakan sholawat kembali oleh Allah, Rasulullah SAW, dan malaikat Allah

Sebuah hadist menyebutkan sabda Rasulullah SAW yang berbunyi seperti ini:

“Barangsiapa yang bersholawat kepadaku sekali saja, maka Allah akan membacakan sholawat kepadanya sepuluh kali." (HR Muslim).
Selain itu ada hadist lain yang mengatakan bahwa Rasulullah serta malaikat Allah juga ikut bersholawat untuk orang muslim yang membaca sholawat untuk Rasulullah.

Rasulullah bersabda:
  • "Barangsiapa membaca sholawat untukku, maka sholawatnya akan sampai kepadaku, dan aku akan membaca sholawat untuk dirinya. Selain itu akan dituliskan sepuluh kebaikan untuk dirinya." (HR Thabrani).
  • "Barangsiapa membaca sholawat untukku, maka para malaikat akan senantiasa membaca sholawat untuknya selama orang tersebut membaca sholawat untukku." (HR Ahmad, Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Majah).

2. Mendapatkan Ampunan Dosa

Jika seorang muslim membacakan sholawat Nabi, maka diampunilah dosa-dosa yang pernah ia buat semasa hidupnya. Dosa-dosa secara sengaja maupun yang tidak disengaja.

Hadist yang menyatakan demikian, yaitu hadist riwayat Ibnu Abi Ashim dan Ath-Thabrani. Begini hadistnya:

“Wahai Abu Kahil, barang siapa membaca sholawat untukku setiap hari sebanyak tiga kali dan setiap malam sebanyak tiga kali, karena cinta dan rindu kepadaku, maka Allah SWT mewajibkan atas diri-Nya untuk mengampuni dosa-dosanya pada malam dan hari tersebut." (HR Ibnu Abi Ashim dan Ath-Thabrani).

Mari kita amalkan setiap hari, semoga kita bisa selalu dapat perlindungan dari Allah swt.

Bacaan sholawat Jibril lengkap dengan artinya serta manfaatnya

Bacaan dan manfaat sholawat Jibril

Bacaan sholawat Jibril

Sholawat Jibril termasuk sholawat Nabi yang terpendek namun memiliki keistimewaan yang luar biasa.

Memiliki rezeki yang melimpah menjadi dambaan setiap orang. Banyak hal yang dapat dilakukan seseorang untuk mendapatkan rezeki. Namun, yang perlu digarisbawahi makna rezeki itu sendiri bukan hanya berupa materi melainkan juga bisa berupa kesehatan, ketenangan, kenyamanan dan hal lainnya. Rezeki tidak akan datang dengan sendirinya, maka dari itu harus diiringi dengan doa dan usaha.

Berdoa bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Namun, bagi umat muslim waktu terbaik untuk memanjatkan doa yaitu pada saat menjalankan ibadah wajib sholat lima waktu. Selain amalan wajib, umat muslim juga diperintahkan menjalankan amalan sunnah yang berarti amalan yang dikerjakan mendapat pahala, namun jika ditinggalkan tidak berdosa.

Salah satu amalan sunnah yang memiliki pahala melimpah adalah bersholawat. Sholawat dalam bahasa Arab memiliki arti seruan kepada Allah. Membaca sholawat memiliki maksud mendoakan, memuji dan memohonkan berkah kepada Allah SWT untuk nabi. Sholawat diserukan bukan hanya oleh umat muslim tetapi juga Allah dan para malaikat. Sebagaimana terdapat firman Allah SWT dalam Surah Al-Ahzab ayat 56:

 إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا >

innallāha wa malā`ikatahụ yuṣallụna 'alan-nabiyy, yā ayyuhallażīna āmanụ ṣallụ 'alaihi wa sallimụ taslīmā
56. Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

Sebelum menjalankan aktivitas sehari-hari, bagi umat muslim dianjurkan untuk memanjatkan doa, berdzikir dan bersholawat terlebih dahulu agar kegiatan yang dijalankan dapat berjalan dengan lancar. Salah satu sholawat yang dianjurkan Allah SWT di pagi hari yaitu sholawat Jibril. Sholawat Jibril ini termasuk sholawat Nabi yang terpendek namun memiliki keistimewaan yang luar biasa. Banyak ulama yang mengamalkan sholawat Jibril ini karena dapat membuka pintu rezeki dari segala arah.

Untuk mengetahui lebih mendalam mengenai sholawat Jibril, berikut brilio.net telah merangkum bacaan sholawat Jibril dan manfaat, lengkap dengan artinya dari berbagai sumber.

Bacaan sholawat Jibril.

صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم

"Shallallaahu ‘ala Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam."
Artinya:
"(Ya Allah) berikanlah tambahan rahmat-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad."

Melafalkan sholawat Jibril baiknya dilakukan setelah shalawat dhuha sebanyak 313 kali atau 1.000 kali selama 7 hari. Semakin sering umat muslim bersholawat maka semakin banyak berkah yang didapat. Namun, hal tersebut disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Perlu diperhatikan bahwa dalam mengamalkan sholawat Jibril ini bukan tergantung dari jumlahnya, melainkan konsistensi. Bila umat muslim mengamalkan dengan istiqomah, manfaatnya akan lebih terasa daripada dibaca dalam jumlah banyak namun tidak istiqomah.

Dalam sebuah hadis HR. Ahmad dijelaskan:
"Barang siapa yang berselawat kepadaku satu kali, maka Allah akan berselawat kepadanya sebanyak sepuluh kali, serta menghapus sepuluh kejelekannya."

Manfaat sholawat Jibril.
Tak hanya membuka pintu rezeki, dalam Kitab Afdholus Sholawat Jibril juga dijelaskan beberapa keutamaan lainnya, di antaranya:

1. Dibukakan 70 pintu rahmat.
Imam Asy-Sya’rani telah berkata: Telah bersabda Nabi shollallohu alaihi wasallam: "Barang siapa yang membaca sholawat ini, akan dibukakan ke atas dirinya tujuh puluh pintu dari rahmat, dan Allah akan meletakkan kecintaan-Nya pada kalbu-kalbu manusia. Tiada yang menjadi marah kepadanya melainkan orang yang memiliki kemunafikan di dalam kalbunya."

2. Dicintai Allah dan Rasul.
Ulama besar As-Sakhawi Asy-Syafi'i berkata: "Aku telah mendengar Al-Khidir dan Ilyas, dan mereka berdua telah berkata, 'Kami telah mendengar Rasulullah shollallohu alaihi wasallam bersabda: 'Tiadalah seorang yang beriman mengucapkan, 'Semoga Allah melimpahkan sholawat ke atas Muhammad', melainkan akan dijadikan manusia mencintainya, walaupun mereka sedang membencinya. Demi Allah, tiadalah mereka mencintainya sehingga Allah mencintainya."

3. Memperoleh salam dan sambutan dari para malaikat saat ajal menjelang.
Jika umat muslim mengucapkan Sholawat Jibril minimal 3 kali setiap selesai sholat fardhu, maka kelak dirinya akan memperoleh salam dan sambutan dari para malaikat saat ajal menjelang.

4. Mendapat salam dan kebahagiaan Rasulullah SAW.
Bagi umat muslim yang istiqomah melafalkan sholawat ini sampai dapat merasakan kenikmatan dan kelembutan dari sholawat ini, kelak dirinya akan mendapatkan salam Rasulullah SAW di alam barzah.

5. Mendapat keselamatan lahir dan batin.
Barangsiapa membaca sholawat Jibril sebanyak 300.000 kali dalam satu minggu (dimulai pada hari Sabtu setelah sholat ashar), niscaya Allah akan menurunkan keselamatan baginya lahir dan batin.

Sholawat nariyah beserta keistimewaannya

Bacaan sholawat nariyah beserta keistimewaannya, mudah dihafalkan


Sholawat merupakan bentuk cinta seorang muslim kepada Rasulullah. Sholawat dibaca untuk memuji Nabi Muhammad sekaligus menjadi sebuah doa kepada Allah. Membaca sholawat dengan sesering mungkin akan membantu setiap hamba untuk lebih dekat dan senantiasa mengingat akan kebesaran Allah.

Segala bentuk sholawat yang dilantunkan oleh umat Islam akan membuatnya dicintai oleh Nabi Muhammad. Pada dasarnya tujuan kita membaca sholawat adalah agar di akhirat nanti kita mendapatkan syafaat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.

Dalam suatu hadits Rasulullah bersabda:
"Apabila salah satu diantara kamu (manusia) membaca sholawat, sebaiknya diawali dengan mengagungkan nama Allah ta'ala dan memujinya, setelah itu barulah membaca sholawat kepada nabi, setelah itu barulah dapat berdoa sesuai doa yang dinginkan." (HR.Ahmad, Abu dawud dan tirmidzi)

Doa nabi merupakan syafaat, dan semua ulama telah sepakat bahwa doa nabi tidak akan ditolak oleh Allah SWT. Selain itu, ada pula hadist nabi tentang shalawat. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian kuburan dan janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai tempat perayaan, bersholawatlah kepadaku karena sesungguhnya ucapan sholawat kalian akan sampai kepadaku di manapun kalian berada." (H.R. Abu Daud No. 2044 dengan Sanad Hasan)

Salah satu sholawat yang paling sering dibaca oleh umat muslim adalah sholawat nariyah. Sholawat ini disusun oleh ulama bernama Syekh Nariyah. Beliau menciptakan sholawat ini sebagai salah satu bentuk pujian kepada Allah.

Hukum bersholawat ada di dalam Alquran surat Al Ahzab ayat 56, bahkan tak hanya manusia Allah SWT dan para Malaikatnya pun bersholawat.

Innallaha wamalaaikatahu yusholluuna alannabi yaa ayyuhalladzina aamanu shollu alaihi wasallimuu tasliima
Artinya:
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."

Bacaan Sholawat Nariyah, Arab, Latin dan Artinya

اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَماً تَامّاً عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ، وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ، وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ، وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

"Allahumma sholli sholaatan kaamilatan Wa sallim salaaman taaman ‘ala sayyidinaa Muhammadin Alladzi tanhallu bihil 'uqadu, wa tanfariju bihil kurabu." "Wa tuqdhaa bihil hawaa'iju Wa tunaalu bihir raghaa'ibu wa husnul khawaatimi wa yustasqal ghomaamu bi wajhihil kariimi, wa 'alaa aalihi, wa shahbihi 'adada kulli ma'luumin laka."
Artinya:
"Ya Allah, berikanlah sholawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada junjunganku Baginda Nabi Muhammad yang dengannya terlepas dari ikatan (kesusahan) dan dibebaskan dari kesulitan." "Dan dengannya juga ditunaikan hajat dan diperoleh segala keinginan dan kematian yang baik, serta memberi siraman (kebahagiaan) kepada orang yang sedih dengan wajahnya yang mulia, juga kepada keluarganya, para shahabatnya, dengan seluruh ilmu yang Engkau miliki."

Keistimewaan Sholawat Nariyah
  1. Apabila sholawat nariyah dibaca 11 kali pada setiap hari, maka Allah akan memudahkan rizqinya dan diangkat derajatnya di mata manusia lainnya.
  2. Membaca sholawat nariyah 31 kali pada setiap selesai sholat subuh, maka Allah akan memudahkan segala macam urusannya dalam setiap usahanya.
  3. Jika sholawat nariyah dibaca 90 kali pada setiap hari oleh seorang muslim maka Allah akan mengangkat kedudukannya, dimudahkan rizkinya, dijauhkan dari segala penyakit, dibukakan pintu kebijakan, sehingga semua orang akan menaruh rasa senang kepadanya.
  4. Allah akan mengabulkan hajat seorang muslim dan akan menjauhkannya dari marabahaya yang besar, apabila membaca sholawat sebanyak 300 kali di dalam suatu majelis (secara bersama-sama).
  5. Allah akan memudahkan urusan seorang umat muslim jika ia rajin membaca sholawat sebanyak 31 kali setelah melaksanakan sholat subuh.
  6. Dengan membaca sholawat sebanyak 11 kali maka Allah akan mempermudah rezeki seseorang tersebut dan menjauhkannya dari kesulitan.
  7. Allah akan mengangkat derajat seorang muslim yang senantiasa bersholawat kepada Nabi. Jika seorang itu rutin membacanya 1 kali dalam sehari, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali lipat. Dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah bersabda:
    "Barangsiapa yang bersholawat kepadaku sekali, maka Allah akan bersholawat kepadanya 10 kali sholawat, dihapuskan darinya 10 kesalahan, dan ditinggikan baginya 10 derajat." (HR. An-Nasa’i).

Barangsiapa umat muslim yang gemar bersholawat kepada Rasulullah maka Rasulullah akan memintakan ampun umatnya tersebut saat di alam barzakh kelak. Diriwayatkan juga Rasulullah di alam barzakh mendengar bacaan shalawat dan salam dan dia akan menjawabnya sesuai jawaban yang terkait dari salam dan shalawat tadi.

Seperti tersebut dalam hadits, beliau bersabda:

"Hidupku, juga matiku, lebih baik dari kalian. Kalian membicarakan dan juga dibicarakan, amal­ kalian disampaikan kepadaku, jika saya tahu amal itu baik, aku memuji Allah, tetapi kalau buruk aku mintakan ampun kepada Allah." (Hadits riwayat al-Hafizh Ismail al­Qadhi, dalam bab Sholawat ‘ala an-Nary)

Sholawat Nabi yang Mudah Dihafal

7 Macam Sholawat Nabi yang Mudah Dihafal dan Diamalkan Sehari-hari oleh Umat Muslim


Membacakan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah Allah SWT bagi umat Islam. Pasalnya, Allat SWT sendiri bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Membaca dan melantunkan sholawat nabi bagi umat muslim dipercaya akan mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad di Hari Kiamat Kelak. Sholawat juga menjadi refleksi kecintaan dan penghormatan umat Muslim terhadap Nabi Muhammad SAW. Hal ini disampaikan dalam QS Al-Ahzaab ayat 56.

إِنَّٱللَّهَوَمَلَٰٓئِكَتَهُۥيُصَلُّونَعَلَىٱلنَّبِىِّۚيَٰٓأَيُّهَاٱلَّذِينَءَامَنُوا۟صَلُّوا۟عَلَيْهِوَسَلِّمُوا۟تَسْلِيمًا

Innallāha wa malā`ikatahụ yuṣallụna ‘alan-nabiyy, yā ayyuhallażīna āmanụ ṣallụ ‘alaihi wa sallimụ taslīmā
Artinya:
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, berselawat-lah kamu untuk Nabi dan ucapkan-lah salam penghormatan kepadanya.” (QS Al-Ahzaab ayat 56)

Secara harfiah, selawat berasal dari kata ‘shola‘ yang berarti doa, keberkahan, kemuliaan, kesejahteraan, dan ibadah. Selawat berarti bentuk doa dan pujian untuk Nabi sebagai salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT.

Ada bermacam-macam bacaan sholawat yang dikenal umat muslim. Berikut macam-macam sholawat yang mudah dilantunkan umat muslim dalam keadaan dan kondisi apapun:

1. Sholawat Ibrahimiyah

للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa sollaita ‘alaa aali ibroohim, wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohim, fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid
Artinya:
“Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Agung.”

2. Sholawat Nariyah

اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تُنْحَلُ بِهَ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Allahumma shollì sholaatan kaamìlatan Wa sallìm salaaman taaman ‘ala sayyìdìnaa Muhammadìn Alladzì tanhallu bìhìl ‘uqadu, wa tanfarìju bìhìl kurabu Wa tuqdhaa bìhìl hawaa’ìju Wa tunaalu bìhìr raghaa’ìbu wa husnul khawaatìmì wa yustasqal ghomaamu bì wajhìhìl karììmì, wa ‘alaa aalìhì, wa shahbìhì ‘adada kullì ma’luumìn laka
Artinya:
“Ya Allah, berikanlah sholawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada junjunganku Baginda Nabi Muhammad yang dengannya terlepas dari ikatan (kesusahan) dan dibebaskan dari kesulitan. Dan dengannya juga ditunaikan hajat dan diperoleh segala keinginan dan kematian yang baik, serta memberi siraman (kebahagiaan) kepada orang yang sedih dengan wajahnya yang mulia, juga kepada keluarganya, para sahabatnya, dengan seluruh ilmu yang Engkau miliki.”

3. Sholawat Munjiyat

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةٌ تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْاَهْوَالِ وَالْاٰفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَابِهَاجَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَابِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَابِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَابِهَا اَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ

Allahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin sholaatan tunjiinaa bihaa min jamii’il-ahwaali wal-aafaati wa taqdhii lanaa bihaa jamii’al-haajaati wa tuthahirunaa bihaa min jamii’is-sayyi’aati wa tarfa’unaa bihaa ‘indaka a’lad-darajaati wa tuballigunaa bihaa aqshal-gaayaati min jamii’il-khairaati fil-hayaati wa ba’dal-mamaati
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad Saw yang melaluinya Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan membahayakan, dengan rahmat itu Engkau akan mendatangkan semua hajat kami dan membersihkan semua keburukan kami, mengangkat kami pada derajat tertinggi , menyampaikan kami pada puncak tujuan, dari semua kebaikan di waktu hidup dan sesudah mati.“

4. Sholawat Nuril Anwar

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نُورِ الأَنْوَارِ. وَسِرِّ الأَسِرَارِ. وَتِرْيَاقِ الأَغْيَارِ. وَمِفْتَاحِ بَابِ الْنَسَارِ. سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُخْتَارِ. وَآلِهِ الأَطْهَارِ. وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ. عَدَد نِعَمِ الله وَأِفْضَالِهِ.

Allahumma Shalli ‘Alaa Nuuril Anwaari Wasirril Asraari, Watiryaaqil Aghyaari Wamiftaahi Baabil Yasaari, Sayyidinaa Wamaulaana Muhammadinil Muhtaari Wa Aalihil Ath Haari Wa Ash Haabihil Ahyaari ‘Adada Ni’amillaahi Wa Ifdhaalih.
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada cahaya dari segala cahaya, belakang layar dari segenap rahasia, penawar sedih dan kebingungan, pembuka pintu kemudahan, yakni junjungan kami, Nabi Muhammad saw. yang terpilih, keluarganya yang suci, dan para sahabatnya yang mulia sebanyak hitungan nikmat Yang Mahakuasa dan karunia-Nya”.

5. Sholawat Al-fatih

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِماَ سَبَقَ وَالنَّاصِرِ الْحَقَّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِى إِلٰى صِرَاطِكَ الْمُسْـتَقِيْمِ. صَلَّى اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَعَلٰى أٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيْمِ.

Allaahumma shalli wa sallim wa baarik ‘alaa sayyidinaa Muhammadinil Faatihi limaa ughliqa, wal khaatimi limaa sabaqa, wan naashiril haqqaa bil haqqi, wal haadii ilaa shiraatin mustaqiim. Shallallaahu ‘alayhi, wa ‘alaa aalihii, wa ashhaabihii haqqa qadrihii wa miqdaarihil ‘azhiim.
Artinya:
“Ya Allah limpahkanlah rahmat dan keselamatan serta berkah kepada nabi Muhammad saw, sebagai pemuka sesuatu yang terkunci, dan penutup sesuatu (para nabi) yang terdahulu, dialah penolong yang benar dengan membawa kebenaran serta petunjuk menuju jalan-Mu yang lurus. Semoga Alloh melimpahkan rahmat-Nya kepada keluarga dan para sahabatnya dengan sebenar-benarnya dengan pangkat dan kedudukan yang agung.”

6. Sholawat Ummy

اَللَّــهُمَّ صَلِّ عَـلـٰى سَـيِّـدِنَـا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَـبِـيِّكَ وَرَسُوْلِكَ نَبِى الْأُمِّـى وَعَــلـٰى أَلِـهِ وَصَحْبِهِ وَسِلِّـمْ

Allahumma sholli’alaa sayyidinaa muhammadin abdika wanabiyyika wa Rosuulika Nabil Ummy wa a’laa alihi wa shohbihi wasillam
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad saw, sebagai hamba, Nabi, dan utusan-Mu yang Ummy (tidak bisa membaca dan menulis) beserta keluarga dan sahabatnya dengan salam yang sesungguhnya“.

7. Sholawat Syifa

اَللّٰـهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا وَصِحَّةَ اْلأَبْدَانِ وَعَافِـــيَــتِهَا وَنُوْرِ اْلأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا وَعَلٰى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ.

Allahumma sholli ‘alaa sayyidinaa muhammad thibbil quluubi wa da waa-iha wa ‘aafiyatil abdaani wa syifaa-iha wa nuuril abshoori wa di yaa-ihaa wa ‘alaa alihi wa shohbihi wa sallim
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat, kepada junjungan kita bnabi Muhammad saw yang menjadi dokter semua hati dan obatnya, yang menjadi sehat semua badan dan kesejahteraannya, yang menjadi cahaya semua hati dan kemuliaannya. Dan semoga rahmat terlimpah kepada segenap keluarga beliau dan kepada para sahabat-sahabatnya, serta limpahkanlah salam dan kesejahteraan kepada mereka semua“.

Sholawat Nabi dan Keutamaanya

Macam-macam Bacaan Sholawat Nabi dan Keutamaan Membacanya

https://goo.gl/q4GzhP

Membaca sholawat nabi adalah bentuk pujian-pujian, kekaguman dan sanjungan yang ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW. Tujuan membaca salawat Nabi adalah untuk meminta kepada Allah agar ia senantiasa memuliakan Nabi Muhammad.

Sholawat Nabi adalah bentuk pengakuan dan kecintaan atas kerasulan Nabi Muhammad SAW.

Sholawat Nabi dan Keutamaanya

1. Sholawat Khawwasher
Bacaan shalawat: Shallallahu 'ala Muhammadin
Yang artinya: Semoga Allah memberikan Rahmat-nya kepada Nabi Muhammad

Keutamaan yang akan didapat ketika membaca salawat ini adalah:
  • Allah akan memberikan keberkahan usaha
  • Dirahmati oleh Allah
  • Memperoleh syafaat dari Rasulullah
  • Ditinggikan derajatnya
  • Diselamatkan dari malapetaka
  • Diberi kemenangnan dari musuh
  • Diperluas rezekinya
  • Semakin dicintai orang-orang mukmin

2. Sholawat Tadzhimul Qiyam
Bacaan shalawat Tadzhimul Qiyam adalah:
Allahumma shalli 'ald Muhammadin wa 'ala alihi wa sallim.
Artinya:
Ya Allah limpahkanlah. kesejahteraan dan keselamatan atas Nabi Muhanumad dan keluarganya.

Keutamaan membaca salawat ini adalah:
  • Barangsiapa yang membaca salawat ini saat berdiri dosanya akan diampuni sebelum ia duduk dan barangsiapa yang membacanya ketika duduk maka dosa-dosanya akan diampuni sebelum ia berdiri

3. Sholawat Bani Hasyim
Salawat ini berbunyi:
Allahumma shalli 'alán-nabiyil Håsyimiyyi Muhammadin wa'ala alihi wa sallim tasliman
Yang artinya:
Ya Allah, berikanlah rumat serta salam kepada seorang nabi keturunan bangsawan Hasyim, yakni Muhammad beserta keluarganya, semoga tetap selamat dan sejahtera

Keutamaan membaca salawat Bani Hasyim adalah:
  • Dijauhkan dari kesusahan
  • Dijauhkan dari perasaan takut

4. Sholawat Qad Dhaqat
Salawat Qad Dhaqat berbunyi:
Ash-shalatu wassalamu'alaika ya Sayyidi ya Rasulullah qad dhaqats hilatî adrikni.
Yang artinya:
Rahmat dan keselamatan semoga tetap atas Engkau wahai penghulu kami, ya Rasulullah, hurbis daya upayaku, semoga engkau berkenaan menolongku

Keutamaan membaca salawat Qad Dhaqat adalah:
  • Diperlapang rezekinya
  • Diberikan solusi dari setiap masalah
  • Dikabulkannya keinginan
  • Menyembuhkan kesurupan


5. Sholawat Al-Fat
Bacaan salawat ini adalah:
Allahumma shalli wa sallim wa barik 'ala sayyidina Muhammadinil fatihi lima ughliqa, wal khatimi lima sabaqa wan nåshiril haqgn bilhnggi, wal hadi il shirathikal mustaqimi, shallallahu 'alaihi wa 'ala alihi wa ash håbihi haqqa qadrihi wa miqdárihil 'adzimi.

Yang artinya:
Ya Allah, curahkanlah rahmat takzim, salam sejahtera serta keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, sebagai pembuka sesuatu yang terkunci (tertutup dan penutup sesuatu (para utusan yang terdahulu. Dialah penolong keberkahan dengan kebenaran dan pemberi petunjuk menuju jalan-Mu yang lurus. Semoga Allah melimpahkan (memberikan) shalawat kepada Nabi Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya dengan kekuasaan dan ukuran Allah Yang Maha Agung

Keutamaan membaca salawat ini adalah:
  • Diampuni dosanya
  • Mendapat syafaat dari Rasulullah
  • Ilmu yang berilimpah
  • Diberikan kesabaran
  • Dijauhkan dari malapetaka
  • Baiknya salawat ini dibaca seusai melaksanakan salat

6. Sholawat Nariyah/Tafrijiyyah
Salawat nariyah adalah salawat yang umumnya sering kita dengar, bunyi bacaannya adalah:

Allahumma shalli shalalan kamilalan wa sallim salaman tämman 'ala sayyidinaa Muhammad alladzi tanhallu bihil 'uyadu wa lanlariju bihil kurabu wa luydhå bihil hawaaiju wa tunalu bihir ragha-ibu wa husnul khawaatimi wa yustasqal ghamamu biwajhihil karimi wa 'ala alihi wa shahbihi fi kulli lamhatin wa nafasin bi-adadi kulli ma'lomil laka.

Yang artinya:
Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan yang sempurna kepada junjungan kami Nabi Muhammad yang dapat melepas beberapa kerepotan/katan, menghilangkan beberapa kesusahan, mendatangkan beberapa hajat, khusnul khatimah, dan curahan rahmat sebab wajah mula pada tiap saat dan nafas sebanyak yang Engkau ketahui, dengan kerahmatan Mu Dzat Yang paling Belas Kasih

Keutamaan membaca salawat ini adalah:
  • Keinginan cepat dikabulkan
  • Dijauhkan dari malapetaka dan musibah
  • Dipermudah segala urusan dan masih banyak lagi

Itulah macam-macam sholawat Nabi yang bisa dibaca untuk memuliakannya, semoga kita mendapat syafaat Nabi nantinya.

waktu untuk membaca Sholawat

waktu yang disarankan untuk Membaca Sholawat Nabi

https://goo.gl/q4GzhP

Ada beberapa waktu yang disarankan untuk membaca Sholawat Nabi

  • 1. Setelah adzan dan iqomat
  • Diriwayatkan dalam hadits Ahmad dan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
    "Apabila kamu mendengar muazzin menyerukan azan, maka jawablah dengan jawaban yang sama ia baca. Setelah selesai maka bersholawatlah kepadaku."

    Sementara Imam Bukhari meriwayatkan dalam hadits Jabir Rasulullah SAW bersabda:
    "Siapa saja yang ketika mendengar Azan atau Iqomat berdoa,'Ya Allah, ya Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, pemilik sholat yang akan dilaksanakan, limpahkanlah sholawat kepada Muhammad SAW, hamba sekaligus utusan-Mu, berikanlah kepadanya wasilah, keutamaan, derajat tinggi, dan syafaat pada hari kiamat."

  • 2. Setelah tasyahud akhir
  • Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan Baihaqi, bersabda:
    "Jika seseorang dari kamu bertasyahud dalam sholat, maka hendaklah dia membaca: Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad. Kama Sholaita ala ibrahim, wa ala ali Ibrahim. Innaka hamidummajid."

  • 3. Pada Permulaan Doa dan Akhirnya
  • Salah satu adab dalam berdoa yaitu mengucapkan sholawat di awal dan akhirnya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
    "Sesungguhnya doa itu berhenti antara langit dan bumi, tiada naik barang sedikit juga dari padanya sehingga engkau bersholawat atas nabimu." (HR Tarmidzi).

  • 4. Ziarah ke Makam Nabi Muhammad
  • Sebagaimana sabda Rasulullah:
    "Tiadalah seseorang dari pada kamu yang mengucapkan salam kepadaku yaitu di sisi kuburku melainkan Allah mengembalikan ruhku padaku untuk menjawab salammu itu." (HR Abu Daud).

  • 5. Ketika akan Memulai Suatu Pekerjaan yang Baik
  • Hadits riwayat Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
    "Setiap pekerjaan baik jika tidak dimulai dengan berholawat maka pekerjaan atau urusan itu terputus dan hilang keberkatannya."

  • 6. Setiap Mengadakan Majlis
  • Sabda Rasulullah SAW:
    "Tiadalah duduk suatu kaum di dalam suatu majlis sedang mereka tidak menyebut (mengingat) Allah dan tidak bersholawat kepada Nabi-Nya melainkan menderita dan kekuranganlah. Maka jika Allah menghendaki niscaya Allah akan menyiksa mereka dan jika Allah menghendaki, niscaya akan mengampuni mereka." (HR Tirmidzi dan Abu Daud).

    Sholawat As Sa’adah

    Bacaan Shalawat as-Sa’adah Arab, Latin & Terjemah

    https://goo.gl/q4GzhP

    Salah satu shalawat yang apabila dibaca maka akan mendapatkan kebahagiaan adalah shalawat sa’adah. Dalam kitab Afdhalush Sholawat ‘Alaa Sayyidis Saadaat karya Syaikh Yusuf bin Ismail An-Nabhani dijelaskan mengenai fadhilah keutamaan shalawat sa’adah ini:

    “Sayyidi Ahmad Ash-Showi mengutip dari sebagian ulama yang menyatakan bahwa sesungguhnya shalawat ini setara nilai pahalanya dengan 600 ribu shalawat. Beliau berkata bahwasanya shalawat ini untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat dan karenanya ia dinamakan dengan shalawat as-sa’adah atau shalawat kebahagiaan.”

    Al-Ustadz As-Sayyid Ahmad Dahlan dalam kitab Majmu’ahnya menyatakan, “Dan diantara sighat sholawat yang utama dan sempurna yang disebutkan oleh sebagian ulama ahli makrifat bahwasanya pahala dari mengamalkannya setara dengan 600.000 sholawat dan bahwa sesunguhnya barangsiapa mendawamkan diri mengamalkannya setiap hari jumat sebanyak 1000 kali maka ia akan menjadi orang yang bahagia di dunia dan di akhirat , dan sholawat ini dinamakan shalawat As-Su’ada’ atau shalawat kebahagiaan. “

    Keutamaan & khasiatnya Sholawat As Sa’adah:
    Sholawat ini disebut Sholawat Sa’âdah, keutamaannya adalah bahwa membaca sholawat Sa’âdah satu kali sama kedudukannya dengan 600.000 (enam ratus ribu) sholawat. Demikian menurut pendapat al-‘Ârif ash-Shâwi dalam keterangan Imam ad-Dardirî dan Sayyid Ahmad Dahlan.


    اَللّهُـمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَاوَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ
    عَدَدَ مَا فِى عِلْمِ اللَّهِ صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللَّهِ

    Allahumma Shalli wa Sallim ’Ala Sayyidina wa Maulana Muhammadin ’adada ma fî ’ilmillahi Shalatan daimatan bi dawami Mulkillahi
    Artinya : "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad S.a.w sebanyak bilangan yang ada dalam pengetahuan Allah, dengan limpahan rahmat yang abadi, selama keabadian kerajaan Allah".


    sholawat sa'adah, lirik sholawat as sa'adah, sholawat as sa'adah lirik, Keutamaan sholawat saadah, sholawat as sa'adah lirik dan artinya, Keutamaan sholawat as sa'adah, lirik sholawat as sa'adah dan artinya, lirik sholawat as sa'adah arab

    Sholawat Tibbil Qulub

    Bacaan Sholawat Tibbil Qulub, Doa Terhindar dari Berbagai Macam Penyakit

    https://goo.gl/q4GzhP

    Di dalam ajaran Islam juga telah terdapat amalan yang dipercaya dapat menjadi penawar segala macam penyakit. Amalan tersebut adalah Sholawat Tibbil Qulub. Sholawat Tibbil Qulub atau Sholawat Syifa merupakan sholawat Thibbiyah yang terkenal dan memiliki sebagai penawar atau obat, karena dalam bacaan tersebut terdapat kandungan tawasul kepada junjungan Nabi Muhammad SAW.

    Sholawat ini isinya diumpamakan sebagai kesehatan jasmani dan rohani bagi segala tubuh dan segala penawarnya, cahaya bagi segala mata dan sinarnya, makanan dan santapan bagi segala ruh. Sholawat Tibbil Qulub ini berasal dari Nabi Sholallahu ‘alaihi wa aalihiwasalam yang diambil dari kitab Mafaatihu as-sa’adaah fi Sholawat. Al Habib Abu Bakar bin Abdullah bin ‘Alwi bin Abdulloh bin Tholib Al-Athos.

    Bacaan Sholawat Tibbil Qulub

     اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الْاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا، وَنُوْرِ الْاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا، وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّم 

    Allahumma sholli 'alaa Sayyidinaa Muhammadin thibbil qulubi wa dawa ihaa wa'aafiyatil abdaani wa shifaa ihaa wa nuuril abshoori wa dhiyaa ihaa wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa sallim.
    Artinya: “Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, sebagai obat hati dan penyembuhnya, penyehat badan dan kesembuhannya, sebagai penyinar penglihatan mata beserta cahayanya. Dan semoga rahmat tercurah limpahkan kepada para sahabat beserta keluarganya.”

    Keutamaan Membaca Sholawat Tibbil Qulub
    Pada dasarnya bersholawat kepada Rasulullah memiliki banyak sekali khasiat. Begitu juga dengan melantunkan Sholawat Tibbil Qulub, yang dapat mengobati dan menyembuhkan berbagai macam penyakit. Baik penyakit dhohir atau badaniyah maupun batin atau hati.

    Ada beberapa keutamaan membaca Sholawat Tibbil Qulub seperti dapat mengobati atau memberikan kesehatan terhadap tubuh dari bermacam-macam penyakit, menjadikan beban pikiran semakin ringan, menyembuhkan dan mengobati dari sifat tercela dan kegundahan, serta memberikan cahaya dan sinar bagi mata hati.

    Cara Mengamalkan Sholawat Tibbil Qulub
    Untuk mendapatkan keutamaan saat membaca Sholawat Tibbil Qulub, ada beberapa cara mengamalkannya. Melansir dari kanal NU, kita bisa membaca Sholawat Tibbil Qulub dengan kaifiyah atau cara membaca yang umum.

    Sehingga orang yang istiqamah membaca Sholawat Tibbil Qulub ini dalam bilangan berapapun akan diberikan kesehatan lahir dan batin serta akan disembuhkan dari berbagai penyakit atas seizing Allah SWT.

    Sedangkan cara membaca Sholawat Tibbil Qulub secara khusus, umunya cenderung berbeda-beda sesuai dengan ulama yang menganjurkan bacaan sholawat ini agar dibaca dalam jumlah tertentu. Salah satu cara membaca Sholawat Tibbil Qulub seperti yang dijelaskan dalam kitab Sa’adah ad-Daraini fi as-Shalat ala Sayyid al-Kaunaini yang artinya,

    “Shalawat ini merupakan lafal shalawat penyembuh lahir dan batin. Dibaca 2.000 kali untuk menyembuhkan segala penyakit. Dan menurut sebagian pendapat dibaca sebanyak 400 kali, maka penyakit tersebut akan sembuh atas seizin Allah” (Syekh Yusuf bin Ismail, Sa’adah ad-Daraini fi as-Shalat ala Sayyid al-Kaunaini.

    Membaca Sholawat Nabi

    Membaca Sholawat Nabi dan Waktu Membacanya

    https://goo.gl/q4GzhP

    Sholawat Nabi yang berisi pujian kepada Rasulullah SAW memang sebaiknya diucapkan setiap saat. Keutamaan membaca sholawat Nabi salah satunya adalah mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

    Terdapat hadits yang menjelaskan tentang sholawat Nabi yaitu:

    قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: (مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً)

    Artinya: Rasulullah SAW berkata, "Siapa saja yang berdoa untuk berkah Allah SWT atasku, maka Allah SWT akan memberi berkah padanya 10 kali." (HR Muslim).

    Terkait anjuran membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, Allah SWT berfirman dalam Al Qur'an surat al-Ahzab ayat 56:

    إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

    Innallāha wa malā`ikatahụ yuṣallụna 'alan-nabiyy, yā ayyuhallażīna āmanụ ṣallụ 'alaihi wa sallimụ taslīmā
    Artinya: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kepada Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."

    Dikutip dalam buku KitabIhyaUlumiddin karya Imam AlGhazali dan KitabRiyadusShalihin karya Iman AnNawawi, ada beberapa waktu yang disarankan untuk membaca

    1. Setelah adzan dan iqomat
    Diriwayatkan dalam hadits Ahmad dan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
    "Apabila kamu mendengar muazzin menyerukan azan, maka jawablah dengan jawaban yang sama ia baca. Setelah selesai maka bersholawatlah kepadaku."
    Sementara Imam Bukhari meriwayatkan dalam hadits Jabir Rasulullah SAW bersabda:
    "Siapa saja yang ketika mendengar Azan atau Iqomat berdoa,'Ya Allah, ya Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, pemilik sholat yang akan dilaksanakan, limpahkanlah sholawat kepada Muhammad SAW, hamba sekaligus utusan-Mu, berikanlah kepadanya wasilah, keutamaan, derajat tinggi, dan syafaat pada hari kiamat."

    2. Setelah tasyahud akhir
    Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan Baihaqi, bersabda:
    "Jika seseorang dari kamu bertasyahud dalam sholat, maka hendaklah dia membaca: Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad. Kama Sholaita ala ibrahim, wa ala ali Ibrahim. Innaka hamidummajid."

    3. Ketika akan Memulai Suatu Pekerjaan yang Baik
    Hadits riwayat Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Setiap pekerjaan baik jika tidak dimulai dengan berholawat maka pekerjaan atau urusan itu terputus dan hilang keberkatannya."
    Dan ini bacaan sholawat Nabi Muhammad SAW:

    Bacaan Sholawat Nabi

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

    Alahumma salli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kama sallaita 'ala Ibrahima wa barik 'ala Muhammad kama barakta 'ala ali Ibrahim fil-'alamin, innaka hamidun majid
    Artinya: " Ya Allah SWT, kirimlah sholawat pada Muhammad dan keluarganya seperti Engkau mengirim sholawat pada keluarga Ibrahim, dan kirimlah berkah pada Muhammad dan keluarganya seperti engkau mengirim berkah pada keluarga Ibrahim di antara yang lain. Ya Allah segala puji sesungguhnya hanya milik Engkau, Tuhanku yang Maha Mulia." (HR An-Nasa'i).

    5 Bacaan Sholawat Nabi

    5 Bacaan Sholawat untuk Nabi Muhammad SAW Mudah Dihafal Berikut Latin dan Terjemahan

    Bacaan Sholawat Nabi
    Keutamaan shalawat kepada Rasulullah SAW sangatlah besar. Banyak manfaat yang bisa diperoleh mereka yang membacanya. Dalam buku “115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah SAW”,

    Fuad Abdurahman menceritakan:
    Suatu hari seorang Yahudi menemui Rasulullah SAW mengadukan bahwa seorang Muslim telah mencuri untanya. Ia pun mendatangkan empat saksi palsu dari kaum munafik. Karena kesaksian empat orang munafik itu, Rasululullah SAW memutuskan bahwa unta itu milik orang Yahudi dan tangan si Muslim harus dipotong.

    Namun, Muslim yang dituduh itu merasa tidak pernah melakukan perbuatan jahat seperti seperti yang dituduhkan itu. Lalu, ia berkata, “Ya Allah, Engkau Maha Mengetahui bahwa aku tidak pernah mencuri unta itu.”

    Kemudian ia berkata kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, sungguh keputusanmu itu benar. Namun, aku mohon, sebelum tanganku dipotong, mintalah keterangan dari unta ini!.”

    Maka, Rasulullah SAW bertanya kepada si unta, “Hai unta, milik siapkah engkau?”

    Unta itu pun menjawab dengan jelas, “Wahai Rasulullah, aku adalah milik orang Muslim ini dan sesungguhnya para saksi itu palsu semua.”

    Akhirnya Rasulullah SAW berkata, “Hai Muslim, katakan kepadaku, apa yang kau lakukan hingga Allah menjadikan unta ini berbicara?”.

    “Wahai Rasulullah, di malam hari aku tidak tidur sebelum membaca shalawat kepadamu sepuluh kali.”

    Kemudian Rasulullah bersabda, “Kau telah selamat dari hukum potong tanganmu di dunia dan selamat juga dari siksa di akhirat berkat shalawat yang kau baca untukku.”

    Itu salah satu keutamaan jika membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ada beberapa sholawat yang bisa dibaca dan di hafal.

    Berikut 5 bacaan Sholawat untuk memuliakan Nabi Muhammad SAW beserta tulisan latin dan terjemahannya
    Sholawat Ibrahimiyah merupakan sebuah doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT untuk Nabi Ibrahim AS dan Nabi Muhammad SAW. Sholawat Ibrahimiyah juga dibaca selesai tahiyat akhir dalam sholat. Berikut adalah bacaannya:

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ

    Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa sollaita ‘alaa aali ibroohim, wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohim, fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid.
    Artinya:
    “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan untuk Nabi Muhammad. Dan juga limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat dan keselamatan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Agung.”

    Sholawat Nariyah merupakan sholawat yang disusun oleh Syekh Nariyah yang hidup di zaman Rasulullah SAW. Berikut adalah bacaan Sholawat Nariyah:

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ

    Allahumma shalli alaa sayyidinaa muhammad waalaa aali sayyidinaa muhammadin kamaa shallaita alaa sayyidinaa ibraahiima waalaa aali sayyidinaa ibrahiim wabaarik alaa sayyidinaa muhammadin waalaa aali sayyidinaa muhammadin kamaa baarakta alaa sayyidinaa ibraahima wa alaa aali sayyidina ibraahima, fil aalamiina innaka hamiidun majiidun.
    Artinya:
    “Ya Allah, berikanlah sholawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada junjunganku Baginda Nabi Muhammad yang dengannya terlepas dari ikatan (kesusahan) dan dibebaskan dari kesulitan. Dan dengannya juga ditunaikan hajat dan diperoleh segala keinginan dan kematian yang baik, serta memberi siraman (kebahagiaan) kepada orang yang sedih dengan wajahnya yang mulia, juga kepada keluarganya, para shahabatnya, dengan seluruh ilmu yang Engkau miliki.”

    Sholawat Munjiyat memiliki arti ‘Sholawat Penyelamat’. Sholawat munjiyat dianjurkan untuk dibaca sebagai dzikir setelah melaksanakan sholat hajat, serta dilafalkan pada awalan bacaan doa-doa, khususnya pada saat bacaan doa tahlil.

    ‎اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةٌ تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْاَهْوَالِ وَالْاٰفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَابِهَاجَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَابِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَابِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَابِهَا اَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ

    “Allahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin sholaatan tunjiinaa bihaa min jamii’il-ahwaali wal-aafaati wa taqdhii lanaa bihaa jamii’al-haajaati wa tuthahirunaa bihaa min jamii’is-sayyi’aati wa tarfa’unaa bihaa ‘indaka a’lad-darajaati wa tuballigunaa bihaa aqshal-gaayaati min jamii’il-khairaati fil-hayaati wa ba’dal-mamaati”
    Artinya:
    “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad Saw yang melaluinya Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan membahayakan, dengan rahmat itu Engkau akan mendatangkan semua hajat kami dan membersihkan semua keburukan kami, mengangkat kami pada derajat tertinggi , menyampaikan kami pada puncak tujuan, dari semua kebaikan di waktu hidup dan sesudah mati.“

    ‎اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نُورِ الأَنْوَارِ. وَسِرِّ الأَسِرَارِ. وَتِرْيَاقِ الأَغْيَارِ. وَمِفْتَاحِ بَابِ الْنَسَارِ. سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُخْتَارِ. وَآلِهِ الأَطْهَارِ. وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ. عَدَد نِعَمِ الله وَأِفْضَالِهِ


    Allahumma Shalli Alaa Nuuril Anwaari Wasirril Asraari, Watiryaaqil Aghyaari Wamiftaahi Baabil Yasaari, Sayyidinaa Wamaulaana Muhammadinil Muhtaari Wa Aalihil Ath Haari Wa Ash Haabihil Ahyaari Adada Niamillaahi Wa Ifdhaalih.
    Artinya:
    “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada cahaya dari segala cahaya, belakang layar dari segenap rahasia, penawar sedih dan kebingungan, pembuka pintu kemudahan, yakni junjungan kami, Nabi Muhammad saw. yang terpilih, keluarganya yang suci, dan para sahabatnya yang mulia sebanyak hitungan nikmat Yang Mahakuasa dan karunia-Nya”.

    اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ وَالنَّاصِرِ الحَقَّ بِالحَقِّ وَالهَادِي اِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ

    Allahumma shalli wa sallim wa barik ‘ala sayyidina Muhammadinil Fatihi lima ughliqa, wal khatimi lima sabaqa, wan nashiril haqqa bil haqqi, wal hadi ila shiratin mustaqim (ada pula yang baca shiratikal mustaqim). Shallallahu ‘alayhi, wa ‘ala alihi , wa ashhabihi haqqa qadrihi wa miqdarihil ‘adzhim
    Artinya:
    “Ya Allah, limpahkanlah sholawat, salam, dan keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, pembuka apa yang terkunci, penutup apa yang telah lalu, pembela yang hak dengan yang hak, dan petunjuk kepada jalan yang lurus. Semoga Allah limpahkan shalawat kepadanya, keluarga dan para sahabatnya dengan hak derajat dan kedudukannya yang agung.”

    Bacaan Shalawat as-Sa’adah

    Bacaan Shalawat as-Sa’adah Arab, Latin dan Terjemah

    Bacaan Shalawat as-Sa’adah

    Setiap orang pasti menginginkan agar hidupnya bahagia. Untuk memperolehnya selain dengan ikhitar dan usaha, yang paling utama adalah berdoa kepada Allah . karena pada hakikatnya semua hal itu asalnya dari Allah. selain itu, kita juga harus selalu membaca shalawat untuk Nabi Muhammad saw.

    Salah satu shalawat yang apabila dibaca maka akan mendapatkan kebahagiaan adalah shalawat sa’adah. Dalam kitab Afdhalush Sholawat ‘Alaa Sayyidis Saadaat karya Syaikh Yusuf bin Ismail An-Nabhani dijelaskan mengenai fadhilah keutamaan shalawat sa’adah ini:

    “Sayyidi Ahmad Ash-Showi menukil dari sebagian ulama yang menyatakan bahwa sesungguhnya shalawat ini setara nilai pahalanya dengan 600 ribu shalawat . Beliau berkata bahwasanya shalawat ini untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat dan karenanya ia dinamakan dengan shalawat as-sa’adah atau shalawat kebahagiaan.”

    Al-Ustadz As-Sayyid Ahmad Dahlan dalam kitab Majmu’ahnya menyatakan, “Dan diantara sighat sholawat yang utama dan sempurna yang disebutkan oleh sebagian ulama ahli makrifat bahwasanya pahala dari mengamalkannya setara dengan 600.000 sholawat dan bahwa sesunguhnya barangsiapa mendawamkan diri mengamalkannya setiap hari jumat sebanyak 1000 kali maka ia akan menjadi orang yang bahagia di dunia dan di akhirat , dan sholawat ini dinamakan shalawat As-Su’ada’ atau shalawat kebahagiaan.“

    Bacaan Shalawat as-Sa’adah Arab & Terjemah :

    اَللّهُـمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَاوَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ
    عَدَدَ مَا فِى عِلْمِ اللَّهِ صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللَّهِ

    Allahumma Shalli wa Sallim ’Ala Sayyidina wa Maulana Muhammadin ’adada ma fî ’ilmillahi Shalatan daimatan bi dawami Mulkillahi
    Artinya : "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad S.a.w sebanyak bilangan yang ada dalam pengetahuan Allah, dengan limpahan rahmat yang abadi, selama keabadian kerajaan Allah".

    Setelah para sahabat menyimak di atas, maka bagi yang sedang dirundung kesedihan, kegalauan tingkat tinggi, atau sedang tidak bisa mendapatkan kebahagiaan lahir batin, maka ada baiknya memperbanyak diri membaca sholawat di atas secara istiqamah.

    Insya Allah, apabila diamalkan dengan penuh keikhlasan, keyakinan dan mengharap ridha Allah ta'ala, maka kita akan mendapatkan apa yang kita hajatkan yaitu kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

    aamiin.

    Zikir Taubatan Nasuha

    https://goo.gl/q4GzhP

    Zikir taubatan nasuha Astaghfirullah robbal baroya, Astaghfirullah minal khotoya.
    Secara bahasa, taubat atau at-taubah adalah “kembali” dan berasal dari kata تَوَبَ  

    Namun secara istilah dalam Islam, taubat memiliki makna meninggalkan dosa karena takut kepada Allah swt, menganggap dosa itu buruk lalu menyesali perbuatan maksiat dan bertekad kuat untuk tidak lagi mengulanginya serta memperbaiki apa yang mungkin bisa diperbaiki dari amalnya.

    Syarat-syarat Taubat
    Dalam kitab Majalis Syahri Ramadhan, setelah membawakan banyak dalil dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang mendorong kaum Muslimin untuk senantiasa bertaubat dan beberapa hal lain tentang taubat, Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin t mengatakan, “Taubat yang diperintahkan Allâh Azza wa Jalla adalah taubat nasuha (yang tulus) yang mencakup lima syarat:

    • Hendaknya taubat itu dilakukan dengan ikhlas.
    • Segera berhenti dari perbuatan maksiat yang dia lakukan.
    • Bertekad untuk tidak mengulangi dosa tersebut di masa yang akan datang.
    • Taubat itu dilakukan bukan pada saat masa penerimaan taubat telah habis.
    • Menyesali serta merasa sedih atas dosa yang pernah dilakukan, sebagai bukti penyesalan yang sesungguhnya kepada Allâh dan luluh dihadapan-Nya serta murka pada hawa nafsunya sendiri yang terus membujuknya untuk melakukan keburukan.
    • Salah satu cara untuk melakukan taubat (Tobat) adalah dengan berzikir.

    Berikut Zikir Taubatan Nasuha yang dapat menenangkan hati dan meredakan marah.

    Zikir Taubat Nasuha

    أ َ سـْــتـَـغـْـفـِـرُ الله، رَبَّ الـْــبـَرَايـَـا

    Astaghfirullah robbal baroya
    Aku mohon ampun pada Allah tuhan sekalian mahluk

    أ َ سـْــتـَـغـْـفـِـرُ الله، مِــنَ الـْــخـَــطَايـَــا

    Astaghfirullah minal khotoya (2x)
    Aku mohon ampun pada Allah dari pada segala dosa

    رَبِّ ز ِدْنـِى عـِــلـْــمًـا نـَــافـِــعـًــا

    Robbi zidni i`lman nafia`
    Ya Allah ya Tuhanku tambahkan lah Ilmu yang bermanfaat kepadaku

    وَوَفـِّــقـْــنـِــى عـَــمـَــلاً مـَــقـْــبـُــولاً

    Wawafiqni a`malan maqbula
    Dan bimbing aku pada amalan yang diterima

    وَهَــبْ لـِــى ر ِزْقـًــا وَاسِــعـًــا

    Wahabli rizqon wasia`
    Berikanlah aku rizqi yang luas

    وَتـُــبْ عـَــلـَــيـْـنـَــا تـَــوبـَــة ً نـَــسـُــوحـًــا

    Watub a`laina taubatan nasukha (2x)
    Dan terimalah taubatku taubat Nasukha

    وَلـِــهـَــذَا سـِــر ِّ * آدُع

    Walihaza sirri adu`
    Dan ini rahasia seruan Do’a ku padamu

    فـِــى يـَــسـَــارى  وَ عـَــسـَــارى

    Ana a`bdun soro faqri
    Aku adalah seorang hamba yang fakir

    إ ِنَّ * فـَــقـْــرى * وَالـضـِّــرَارى *

    Inna faqri waddhirori
    Sesungguhnya kami fakir dan memerlukanmu (membutuhkanmu)

    وَالـْــكـَــفـَــانـِــى عـِــلـْــمُ رَبــِّــى *

    Walkafani i`lmu robbi
    Dan cukupkan aku dengan ilmumu ya rabb

    بــِالـْــسـُــؤَالـِــى وَاخـْــتـِــيـأر ِى

    Bil suali wakhtiyari
    Dengan soalanku(permohonanku) dan pilihanku

    يـَــا إ ِلــَــهـِــى وَ مـَــلِــيــكـِــى

    Ya Ilahi wa maliki
    Wahai tuhanku yang menguasai diriku

    أ َنـْــتَ تـَــعـْــلـَــمْ كـَــيـْــفَ حـَــالـِــى

    Anta ta`lam kaifa khali (2x)
    Engkau maha mengetahui keadaan hambamu ini

    Itulah Arti Astaghfirullah Robbal Baroya, Zikir Taubat Nasuha yang Menenangkan Hati dan Meredakan Amarah.

    Sholawat Tibbil Qulub

    Lirik Sholawat Tibbil Qulub Lengkap Terjemahan Indonesia


    Banyak sekali manfaat yang didapatkan dari membaca sholawat. Sholawat itu sendiri memiliki banyak variasi, ada yang redaksinya matsur dari Rasulullah maupun yang disusun para ulama dengan tujuan tertentu. Salah satunya sholawat Tibbil Qulub atau sholawat Syifa.

    Sebagai Penenang Hati

    Membaca Sholawat ‘Tibbil Qulub’ diyakini sebagai penenang hati sekaligus obat sifat Tercela dan kegundahan. Selain itu, shalawat ini salah satu sholawat yang sangat istimewa yakni memiliki banyak keutamaan. Sholawat ini juga dikenal dengan sholawat nuril abshor. Bahkan sholawat tibbil qulub dikhususkan untuk mengobati dan menyembuhkan berbagai macam penyakit, baik penyakit dhohir atau badaniyah maupun batin atau hati.

    Sesungguhnya kita sebagai umat muslim dianjurkan untuk selalu bershawalat untuk nabi, sebagimana firman Allah SWT didalam Al-Qur'an:

    إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

    Artinya :
    “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah untuknya dan bersalamlah dengan sebenar-benar salam.“ (QS. Al-Ahzab: 56)

    Berikut teks Sholawat Tibbil Qulub lengkap latin dan artinya:

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا وَعَافِيَةِ اْلأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا وَنُوْرِ اْلأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

    Allahumma sholli `ala Sayyidina Muhammadin thibbil qulubi wa dawa-iha wa `afiyatil abdani wa syifa-iha wa nuril abshori wa dhiya-iha wa `ala alihi wa shohbihi wa sallim
    Artinya: “Ya Allah curahkanlah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, sebagai obat hati dan penyembuhnya, penyehat badan dan kesembuhannya dan sebagai penyinar penglihatan mata beserta cahayanya. Semoga shalawat dan salam tercurahkan pula kepada keluarga serta para sahabat-sahabatnya.”

    Segala obat adalah sebagai perantara atau asbab, dan usaha kita sebagai hamba-NYA yang tetap yakin Allah SWT adalah musabab dan penentu diatas kesembuhan seseorang dan insyaAllah shalawat Thibbil Qulub atau Syifa’ ini juga dapat dijadikan salah satu amalan untuk menyembuhkan penyakit.

    Wallahu A’lam Bish-shawab

    Shalawat Munjiyat


    Shalawat merupakan salah satu dzikir yang sangat dianjurkan untuk dibaca secara istiqamah oleh siapa pun. Memperbanyak membaca shalawat diyakini dapat mempermudah terkabulnya hajat yang diinginkan oleh seseorang. Perintah untuk membaca dzikir shalawat ini, salah satunya ditegaskan dalam Al-Qur’an:


     إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

    Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya” (QS. Al-Ahzab: 56)

    Bershalawat kepada Nabi bisa dilakukan hanya dengan melafalkan kalimat shallallâhu alâ Muhammad. Namun rupanya banyak sekali bacaan-bacaan shalawat dalam berbagai macam pelafalan dengan penamaan yang berbeda-beda. Salah satu bacaan shalawat yang sering diamalkan dan dibaca adalah Shalawat Munjiyat.

    Adapun lafal Shalawat Munjiyat secara lengkap adalah sebagaimana berikut:

    Shalawat Munjiyat

    اَللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ، وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ، وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ، وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِيْ الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ 

    Allâhumma shalli ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin wa ‘alâ âli Sayyidinâ Muhammadin shalâtan tunjînâ bihâ min jamî’il ahwâli wal âfât wa taqdhî lanâ bihâ jamî’al hâjat wa tuthahhirunâ bihâ min jamî’is sayyiât wa tarfa’unâ bihâ ‘indaka a’lad darajât wa tuballighunâ bihâ aqshal ghâyat min jamî’il khairâti fil hayâti wa ba’dal mamât

    “Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan shalawat itu, Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan dari semua cobaan; dengan shalawat itu, Engkau akan mengabulkan hajat kami; dengan shalawat itu, Engkau akan menyucikan kami dari segala keburukan; dengan shalawat itu, Engkau akan mengangkat kami ke derajat paling tinggi; dengan shalawat itu pula, Engkau akan menyampaikan kami kepada tujuan yang paling sempurna dalam semua kebaikan, ketika hidup dan setelah mati.”

    Arti dari Shalawat Munjiyat sendiri adalah “Shalawat Penyelamat”. Penamaan bacaan shalawat di atas tidak terlepas dari kronologi ‘terciptanya’ bacaan shalawat tersebut yang berasal dari sebuah peristiwa yang dialami oleh salah satu orang ‘arif.

    Berikut kronologinya:

    قال بعض العارفين كنت في مركب فعصفت علينا الريح فأشرفنا على الغرق فرأيت النبي صلى الله عليه وسلم في منامي فقال قل لهم يقولون اَللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ، وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ، وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ، وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِيْ الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ فاستيقظت فقلناها جميعا فسكن الريح بإذن الله تعالى 

    “Sebagian orang arif berkata: ‘aku berada di kapal, kemudian badai berembus kencang, hampir saja menyebabkan kami tenggelam. Lalu aku (tertidur dan) melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mimpi, beliau bersabda: Katakan pada mereka ‘Bacalah doa Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin shalâtan tunjînâ bihâ min jamî’il ahwâli wal âfât wa taqdhî lanâ bihâ jamî’al hâjat wa tuthahhirunâ bihâ min jamî’is sayyiât wa tarfa’unâ bihâ ‘indaka a’lad darajât wa tuballighunâ bihâ aqshal ghâyat min jamî’il khairâti fil hayâti wa ba’dal mamât, lalu aku terbangun dan kami ucapkan bacaan sholawat tersebut, lalu angin pun terdiam atas seizin Allah ta’ala,” (Abdurrahman bin Abdissalam Ash-Shafuri, Nudhah al-Majâlis wa Muntakhab an-Nafâis, hal. 284).

    Dalam kitab lain, yakni kitab al-Fajr al-Munir fi as-Shalat ala al-Basyir wa an-Nadzir, menyebutkan lebih jelas bahwa orang arif yang dimaksud dalam referensi di atas adalah salah satu pemuka tarekat Syadziliyah, yakni Syekh As-Shalih Musa ad-Dlarir. Sebagaimana disampaikan dalam referensi berikut:


      وأخبرني الشيخ الصالح موسى الضرير رحمه الله تعالى: أنه ركب في البحر؛ قال: وقامت علينا ريح تسمى: الأقلابية قلَّ من ينجو منها من الغرق، وضج الناس خوفاً من الغرق، قال: فغلبتني عيناي، فنمت، فرأيت النبي صلى الله عليه وآله وسلم وهو يقول: قل لأهل المركب يقولون ألف مرة: اَللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ، وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ، وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ، وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِيْ الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ قال: فاستيقظت، وأعلمت أهل المركب بالرؤيا، فصلينا بها نحو ثلاثمائة مرة؛ ففرج عنا، هذا أو قريب منه، صلى الله عليه وسلم. 


    Syekh Shalih Musa ad-Dharir rahimahullah mengabarkan kepadaku bahwa beliau mengendarai perahu, lalu berkata: “Badai yang dikenal dengan sebutan Aqlabiyah menyerang kami, sangat sedikit orang yang selamat dari tenggelam sebab badai tersebut. Manusia berteriak karena khawatir akan tenggelam. Lalu aku diserang rasa kantuk, hingga akhirnya aku tertidur. Dalam mimpi Aku melihat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: ‘Katakan pada penumpang perahu, agar mereka membaca shalawat berikut: ‘Allâhumma shalli ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin wa ‘alâ âli Sayyidinâ Muhammadin shalâtan tunjînâ bihâ min jamî’il ahwâli wal âfât wa taqdhî lanâ bihâ jamî’al hâjat wa tuthahhirunâ bihâ min jamî’is sayyiât wa tarfa’unâ bihâ ‘indaka a’lad darajât wa tuballighunâ bihâ aqshal ghâyat min jamî’il khairâti fil hayâti wa ba’dal mamât.’

    Lalu Aku terbangun dan aku beritakan pada penumpang perahu tentang mimpi yang aku alami, kami pun membaca shalawat tersebut, dan ketika mencapai sekitar bilangan 300, badai pun reda,” (Syekh Umar bin ‘Ali bin Salim al-Fakihani, al-Fajr al-Munir fi as-Shalat ala ala al-Basyir wa an-Nadzir, hal. 25) Shalawat Munjiyat ini biasa dilafalkan pada awalan bacaan doa-doa, khususnya pada saat bacaan doa tahlil. Masyhur sekali bahwa doa yang diawali dengan membaca shalawat munjiyat ini akan cepat terkabulkan, tentu atas seizin Allah subhanahu wa ta’ala. Selain itu, bacaan shalawat munjiyat juga dianjurkan untuk dibaca sebagai dzikir pada saat setelah melaksanakan shalat hajat, dengan harapan agar hajat yang diinginkan segera terpenuhi.

    Shalawat Munjiyat juga banyak tercantum dalam wirid-wirid dan hizib-hizib yang biasa diamalkan di banyak pesantren. Hal ini menunjukkan betapa dahsyatnya keutamaan membaca Shalawat Munjiyat ini. Namun meski begitu, akan lebih afdhal jika dalam mengamalkan shalawat munjiyat atas petunjuk dari seorang guru (mujiz) yang mengarahkan kita untuk mengamalkan membaca shalawat munjiyat, agar kadar bacaan yang kita amalkan dapat lebih efektif dan proposional.