5 Bacaan Sholawat Nabi

5 Bacaan Sholawat untuk Nabi Muhammad SAW Mudah Dihafal Berikut Latin dan Terjemahan


Keutamaan shalawat kepada Rasulullah SAW sangatlah besar. Banyak manfaat yang bisa diperoleh mereka yang membacanya. Dalam buku “115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah SAW”,

Fuad Abdurahman menceritakan: 
Suatu hari seorang Yahudi menemui Rasulullah SAW mengadukan bahwa seorang Muslim telah mencuri untanya. Ia pun mendatangkan empat saksi palsu dari kaum munafik. Karena kesaksian empat orang munafik itu, Rasululullah SAW memutuskan bahwa unta itu milik orang Yahudi dan tangan si Muslim harus dipotong.

Namun, Muslim yang dituduh itu merasa tidak pernah melakukan perbuatan jahat seperti seperti yang dituduhkan itu. Lalu, ia berkata, “Ya Allah, Engkau Maha Mengetahui bahwa aku tidak pernah mencuri unta itu.”

Kemudian ia berkata kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, sungguh keputusanmu itu benar. Namun, aku mohon, sebelum tanganku dipotong, mintalah keterangan dari unta ini!.”

Maka, Rasulullah SAW bertanya kepada si unta, “Hai unta, milik siapkah engkau?”

Unta itu pun menjawab dengan jelas, “Wahai Rasulullah, aku adalah milik orang Muslim ini dan sesungguhnya para saksi itu palsu semua.”

Akhirnya Rasulullah SAW berkata, “Hai Muslim, katakan kepadaku, apa yang kau lakukan hingga Allah menjadikan unta ini berbicara?”.

“Wahai Rasulullah, di malam hari aku tidak tidur sebelum membaca shalawat kepadamu sepuluh kali.”

Kemudian Rasulullah bersabda, “Kau telah selamat dari hukum potong tanganmu di dunia dan selamat juga dari siksa di akhirat berkat shalawat yang kau baca untukku.”

Itu salah satu keutamaan jika membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ada beberapa sholawat yang bisa dibaca dan di hafal.

Berikut 5 bacaan Sholawat untuk memuliakan Nabi Muhammad SAW beserta tulisan latin dan terjemahannya


1. Sholawat Ibrahimiyah

Sholawat Ibrahimiyah merupakan sebuah doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT untuk Nabi Ibrahim AS dan Nabi Muhammad SAW. Sholawat Ibrahimiyah juga dibaca selesai tahiyat akhir dalam sholat. Berikut adalah bacaannya:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ

Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa sollaita ‘alaa aali ibroohim, wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohim, fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan untuk Nabi Muhammad. Dan juga limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat dan keselamatan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Agung.”

2. Sholawat Nariyah

Sholawat Nariyah merupakan sholawat yang disusun oleh Syekh Nariyah yang hidup di zaman Rasulullah SAW. Berikut adalah bacaan Sholawat Nariyah:

‎اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تُنْحَلُ بِهَ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Allahumma shollì sholaatan kaamìlatan Wa sallìm salaaman taaman ‘ala sayyìdìnaa Muhammadìn Alladzì tanhallu bìhìl ‘uqadu, wa tanfarìju bìhìl kurabu. Wa tuqdhaa bìhìl hawaa’ìju Wa tunaalu bìhìr raghaa’ìbu wa husnul khawaatìmì wa yustasqal ghomaamu bì wajhìhìl karììmì, wa ‘alaa aalìhì, wa shahbìhì ‘adada kullì ma’luumìn laka.
Artinya: “Ya Allah, berikanlah sholawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada junjunganku Baginda Nabi Muhammad yang dengannya terlepas dari ikatan (kesusahan) dan dibebaskan dari kesulitan. Dan dengannya juga ditunaikan hajat dan diperoleh segala keinginan dan kematian yang baik, serta memberi siraman (kebahagiaan) kepada orang yang sedih dengan wajahnya yang mulia, juga kepada keluarganya, para shahabatnya, dengan seluruh ilmu yang Engkau miliki.”


3. Sholawat Munjiyat

Sholawat Munjiyat memiliki arti ‘Sholawat Penyelamat’. Sholawat munjiyat dianjurkan untuk dibaca sebagai dzikir setelah melaksanakan sholat hajat, serta dilafalkan pada awalan bacaan doa-doa, khususnya pada saat bacaan doa tahlil.

‎اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةٌ تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْاَهْوَالِ وَالْاٰفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَابِهَاجَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَابِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَابِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَابِهَا اَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ

“Allahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin sholaatan tunjiinaa bihaa min jamii’il-ahwaali wal-aafaati wa taqdhii lanaa bihaa jamii’al-haajaati wa tuthahirunaa bihaa min jamii’is-sayyi’aati wa tarfa’unaa bihaa ‘indaka a’lad-darajaati wa tuballigunaa bihaa aqshal-gaayaati min jamii’il-khairaati fil-hayaati wa ba’dal-mamaati”
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad Saw yang melaluinya Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan membahayakan, dengan rahmat itu Engkau akan mendatangkan semua hajat kami dan membersihkan semua keburukan kami, mengangkat kami pada derajat tertinggi , menyampaikan kami pada puncak tujuan, dari semua kebaikan di waktu hidup dan sesudah mati.“

4. Sholawat Nur Al Anwar

‎اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نُورِ الأَنْوَارِ. وَسِرِّ الأَسِرَارِ. وَتِرْيَاقِ الأَغْيَارِ. وَمِفْتَاحِ بَابِ الْنَسَارِ. سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُخْتَارِ. وَآلِهِ الأَطْهَارِ. وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ. عَدَد نِعَمِ الله وَأِفْضَالِهِ

Allahumma Shalli Alaa Nuuril Anwaari Wasirril Asraari, Watiryaaqil Aghyaari Wamiftaahi Baabil Yasaari, Sayyidinaa Wamaulaana Muhammadinil Muhtaari Wa Aalihil Ath Haari Wa Ash Haabihil Ahyaari Adada Niamillaahi Wa Ifdhaalih.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada cahaya dari segala cahaya, belakang layar dari segenap rahasia, penawar sedih dan kebingungan, pembuka pintu kemudahan, yakni junjungan kami, Nabi Muhammad saw. yang terpilih, keluarganya yang suci, dan para sahabatnya yang mulia sebanyak hitungan nikmat Yang Mahakuasa dan karunia-Nya”.

5. Sholawat Fatih

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ وَالنَّاصِرِ الحَقَّ بِالحَقِّ وَالهَادِي اِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ

Allahumma shalli wa sallim wa barik ‘ala sayyidina Muhammadinil Fatihi lima ughliqa, wal khatimi lima sabaqa, wan nashiril haqqa bil haqqi, wal hadi ila shiratin mustaqim (ada pula yang baca shiratikal mustaqim). Shallallahu ‘alayhi, wa ‘ala alihi , wa ashhabihi haqqa qadrihi wa miqdarihil ‘adzhim
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah sholawat, salam, dan keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, pembuka apa yang terkunci, penutup apa yang telah lalu, pembela yang hak dengan yang hak, dan petunjuk kepada jalan yang lurus. Semoga Allah limpahkan shalawat kepadanya, keluarga dan para sahabatnya dengan hak derajat dan kedudukannya yang agung.”

Bacaan Shalawat as-Sa’adah

Bacaan Shalawat as-Sa’adah Arab, Latin dan Terjemah


Setiap orang pasti menginginkan agar hidupnya bahagia. Untuk memperolehnya selain dengan ikhitar dan usaha, yang paling utama adalah berdoa kepada Allah . karena pada hakikatnya semua hal itu asalnya dari Allah. selain itu, kita juga harus selalu membaca shalawat untuk Nabi Muhammad saw .

Salah satu shalawat yang apabila dibaca maka akan mendapatkan kebahagiaan adalah shalawat sa’adah. Dalam kitab Afdhalush Sholawat ‘Alaa Sayyidis Saadaat karya Syaikh Yusuf bin Ismail An-Nabhani dijelaskan mengenai fadhilah keutamaan shalawat sa’adah ini:

“Sayyidi Ahmad Ash-Showi menukil dari sebagian ulama yang menyatakan bahwa sesungguhnya shalawat ini setara nilai pahalanya dengan 600 ribu shalawat . Beliau berkata bahwasanya shalawat ini untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat dan karenanya ia dinamakan dengan shalawat as-sa’adah atau shalawat kebahagiaan.”

Al-Ustadz As-Sayyid Ahmad Dahlan dalam kitab Majmu’ahnya menyatakan, “Dan diantara sighat sholawat yang utama dan sempurna yang disebutkan oleh sebagian ulama ahli makrifat bahwasanya pahala dari mengamalkannya setara dengan 600.000 sholawat dan bahwa sesunguhnya barangsiapa mendawamkan diri mengamalkannya setiap hari jumat sebanyak 1000 kali maka ia akan menjadi orang yang bahagia di dunia dan di akhirat , dan sholawat ini dinamakan shalawat As-Su’ada’ atau shalawat kebahagiaan . “

Bacaan Shalawat as-Sa’adah Arab & Terjemah :


اَللّهُـمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَاوَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ
عَدَدَ مَا فِى عِلْمِ اللَّهِ صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللَّهِ

Allahumma Shalli wa Sallim ’Ala Sayyidina wa Maulana Muhammadin ’adada ma fî ’ilmillahi Shalatan daimatan bi dawami Mulkillahi

Artinya : "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad S.a.w sebanyak bilangan yang ada dalam pengetahuan Allah, dengan limpahan rahmat yang abadi, selama keabadian kerajaan Allah".

Setelah para sahabat menyimak di atas, maka bagi yang sedang dirundung kesedihan, kegalauan tingkat tinggi, atau sedang tidak bisa mendapatkan kebahagiaan lahir batin, maka ada baiknya memperbanyak diri membaca sholawat di atas secara istiqamah. Insya Allah, apabila diamalkan dengan penuh keikhlasan, keyakinan dan mengharap ridha Allah ta'ala, maka kita akan mendapatkan apa yang kita hajatkan yaitu kebahagiaan di dunia dan di akhirat. aamiin.

Amalan untuk Mendapatkan Rezeki

9 Amalan dalam Islam untuk Mendapatkan Rezeki

Rezeki merupakan salah satu rahasia Allah SWT. Namun dalam ajaran risalah Muhammad SAW, Islam telah memberikan solusi terbaik untuk memperlancar turunnya rezeki yang penuh berkah dan melimpah. Selain dengan terus bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya yang telah dilimpahkan kepada kita, tentunya.

Pertama, memperbanyak istighfar dan bertaubat. “Maka Aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun ke pada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Mahapengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anakanakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS Nuh [71]: 10-12).

Kedua, meningkatkan ketakwaan. “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS At-Thalaq [65]: 2-3).

Ketiga, gemar menyambung tali silaturahim. “Barangsiapa yang ingin dila pangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim.” (HR Bukhari dan Muslim).

Keempat, gemar mendermakan harta. “Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku me lapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki yang sebaikbaiknya.” (QS Saba’[34]: 39).

Kelima, membiasakan ibadah dengan benar. ”Sesungguhnya Allah berfirman, ”Wahai anak Adam, sibukkanlah untuk beribadah kepada- Ku, niscara akan Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku tutup kefakiranmu. Jika tidak kamu lakukan niscaya akan Aku penuhi pada kedua tanganmu kesibukan dan ti dak Aku tutup kefakiranmu.” (HR Ahmad).

Keenam, menunaikan ibadah haji dan umrah. ”Lakukanlah haji dan umrah, karena keduanya akan menghapus kefakiran dan dosa sebagaimana api menghilangkan karat besi, emas, dan perak.” (HR Ahmad).

Ketujuh, hijrah di jalan Allah. ”Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepa da Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tem pat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang.” (QS An-Nisa’ [4]: 100).

Kedelapan, tawakkal kepada Allah. ”Seandainya kalian mau bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar nya, pasti Allah akan memberikan rezeki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rezeki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang.” (HR Ahmad dan Tirmidzi). 

Kesembilan, menafkahi penuntut ilmu. Anas bin Malik RA berkata, ”Dulu ada dua orang bersaudara pada masa Rasulullah SAW. Salah seorang menuntut ilmu pada majelis Rasulullah SAW, sedangkan yang lainnya bekerja. Lalu saudaranya yang bekerja itu mengadu kepada Rasulullah SAW (lantaran ia memberi nafkah kepada saudaranya itu). Maka Nabi SAW bersabda, ”Mudah-mudahan engkau diberi rezeki dengan sebab dia.” (HR Tirmidzi).   

Menjemput Rezeki

Menjemput Rezeki

"Janganlah merasa bahwa rizkimu datangnya terlambat. Karena, sesungguhnya, tidaklah seorang hamba akan meninggal hingga telah datang kepadanya rizki terakhir yang telah ditentukan untuknya. Maka, tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizki, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram" (HR Al-Hakim).

Sering kali, manusia diliputi rasa gundah dan putus asa atas kepastian rizki yang akan diperolehnya. Apalagi, bila kondisi perekonomian kian terpuruk. Kenaikan harga sembako, maraknya PHK, sempitnya lapangan kerja, serta minimnya keahlian yang dimiliki seseorang. Itu menjadi momok yang menakutkan.


Di tengah kondisi krisis, umpamanya, seseorang hendaknya putus asa terhadap karunia Allah SWT. Itu jika yang bersangkutan mengimani hadis di atas.

Rasa putus asa dan kekhawatiran yang berlebihan justru akan lebih mempersulit terbukanya pintu rizki yang telah digariskan. Rasa yakin dan optimis mestinya terus dipupuk dalam hati akan datangnya rezeki dari Allah, serta diiringi usaha yang maksimal, halal, dan tawakal tentunya.

Dalam Alquran, Allah SWT memerintahkan hambanya untuk terus yakin dan optimis akan datangnya anugerah serta karunia-Nya. Dengan cara, menghempaskan jauh-jauh rasa putus asa dari dalam lubuk hati seorang Mukmin.


وَلَا تَا۟يْـَٔسُوا۟ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ لَا يَا۟يْـَٔسُ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْكَٰفِرُونَ 

''... dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya, tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir" (QS Yusuf [12]: 87).

Tugas manusia adalah menjemput rezeki dengan berusaha dan berdoa sebaik-baiknya sesuai etika dan jalan yang dibenarkan Allah dan Rasul-Nya. Adapun, setelah itu, kita diperintahkan untuk menyerahkan segala hasil jerih payah kita sepenuhnya pada Allah SWT.

Mustahil bagi Allah SWT menyalahi janji-Nya kepada hambanya yang telah berusaha sekuat yang ia mampu. Sesungguhnya, seorang insan akan mendapatkan balasan selaras dengan usaha yang telah dikerahkan.


 وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ 

wa quli'malụ fa sayarallāhu 'amalakum wa rasụluhụ wal-mu`minụn, wa saturaddụna ilā 'ālimil-gaibi wasy-syahādati fa yunabbi`ukum bimā kuntum ta'malụn 

''Dan, katakanlah, bekerjalah kamu sekalian. Maka, Allah dan Rasul-Nya beserta orang-orang Mukmin akan melihat pekerjaanmu itu dan kamu akan dikembalikan kepada-Nya yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata. Lalu, diberikan-Nya kepada kamu apa yang kamu kerjakan" (QS Attaubah [9]: 105).

Jiwa pantang menyerah dan tidak putus asa adalah karakter seorang Muslim. Maka, maksimalkanlah segala kemampuan yang dimiliki untuk menjemput jatah yang telah ditetapkan. Karena, itu adalah ibadah.



10 Manfaat Surat Al Waqiah Wajib Dipahami

10 Manfaat Surat Al Waqiah Wajib Dipahami, dalam Kehidupan Sehari-hari


Alquran merupakan kitab suci bagi umat Islam yang di dalamnya terdiri dari 30 juzz dengan 114 surat. Di antara surat tersebut adalah surat Al Waqiah.

Surat Al Waqiah merupakan surat ke-56 yang ada di dalam juz ke-27 dan termasuk golongan surat Makkiyah. Surat ini terdiri sebanyak 96 ayat dan memiliki arti kiamat sesuai dengan ayat pertamanya.

Isi dari surat Al Waqiah menceritakan tentang bagaimana hari kiamat tersebut akan terjadi dan juga balasan bagi orang mukmin dan orang kafir. Gambaran hari kiamat tersebut salah satunya ada surat Al Waqiah ayat 4 sampai 6.


 إِذَا رُجَّتِ ٱلْأَرْضُ رَجًّا 

iżā rujjatil-arḍu rajjā 
4. apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya,

 وَبُسَّتِ ٱلْجِبَالُ بَسًّا 

wa bussatil-jibālu bassā 
5. dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya,

 فَكَانَتْ هَبَآءً مُّنۢبَثًّا 

fa kānat habā`am mumbaṡṡā 
6. maka jadilah ia debu yang beterbangan,

Selain menceritakan hari kiamat, surat Al Waqiah juga menerangkan tentang penciptaan manusia, api dan juga segala jenis tumbuhan. Tak hanya itu surat Al Waqiah juga menerangkan tentang kekuasaan Allah serta akan adanya hari kebangkitan yang memang benar adanya.

Hal ini sesuai hadits yang di dalamnya Rasulullah bersabda, "Barang siapa yang membaca surat al-waqiah setiap harinya maka ia tidak akan ditimpakan kekafiran." Bukan hanya sekedar untuk dibaca dan dimengerti artinya, sebagai umat Islam, kita juga harus mengetahui apa saja sebenarnya manfaat surat Al Waqiah apabila kita membacanya dengan rutin.

Berikut ini beberapa manfaat surat Al Waqiah apabila kita dapat membaca dengan rutin dan mengamalkan segala ayat-ayat di dalamnya.

Dari sekian banyak fadhilah dari Surat Al Waqiah, yang paling banyak terdapat dalam surat ini adalah tentang kekayaan. Akan tetapi, tidak hanya sekadar kekayaan yang akan didapatkan saat membacakan surat Al Waqiah.

Namun juga akan mendapatkan manfaat-manfaat lainnya apabila kita senantiasa membaca dan mengamalkannya setiap hari. Ada pun manfaat-manfaat yang akan didapatkan yaitu sebagai berikut:

Dijauhkan dari Kemiskinan dan Memperoleh Rezeki Berlimpah

1. Dijauhkan dari Kemiskinan

Manfaat surat Al Waqiah jika seorang umat muslim rajin membacanya setiap hari, maka ia akan mendapatkan pahala dan akan dijauhkan dari kemiskinan.

2. Memperoleh Kekayaan dan Rezeki Berlimpah

Jika surat Al Waqiah dibaca sebanyak 14 kali seusai sholat Ashar maka orang tersebut akan mendapatkan kekayaan yang berlimpah dan tidak akan ada habisnya. Seperti yang telah dijelaskan dalam suatu hadits yang berbunyi, "Ajarkanlah surah Al-Waqi’ah kepada isteri-isterimu. Karena sesungguhnya ia adalah surah Kekayaan." (Hadis riwayat Ibnu Ady)

Setiap selesai sholat fardhu, bacalah surat Al Waqiah sebanyak 25 kali sehingga sampai pada malam Jumat berikutnya. Pada malam Jumat berikutnya tersebut sesudah sholat Maghrib, maka baca Surat Al Waqiah sebanyak 25 kali, sesudah sholat Isya dibacakan kembali sebanyak 125 kali diikuti dengan Sholawat Nabi 1.000 kali.

Sesudah selesai, maka perbanyak juga sedekah dan amalkan surat ini sekali pada pagi dan petang. Maka Insya Allah seseorang yang membacanya akan memperoleh kekayaan dan rezeki berlimpah.

3. Akan Dikabulkannya Seluruh Hajat yang Berhubungan dengan Rezeki

Jika surat Al Waqiah dibaca sebanyak 41 kali dalam satu majelis, maka Insya Allah akan ditunaikan semua hajat yang dimohonkan terutama yang berhubungan dengan rezeki.

4. Mempermudah Sakaratul Maut

Manfaat surat Al Waqiah yang berikutnya adalah dapat mempermudah sakaratul maut. Jika orang yang sedang sakaratul maut dibacakan surat Al Waqiah, maka akan dipermudah ruhnya keluar dari jasad seseorang, sehingga tidak akan merasakan sakaratul maut terlalu lama.
Dilindungi dari Kemudharatan dan Terhindar dari Kefakiran

5. Dilindungi dari Adanya Kemudharatan Dunia

Jika surat Al Waqiah ini dibacakan untuk atau oleh wanita dan juga gadis, maka akan berguna untuk melindungi diri dari segala macam kemudaratan dunia sekaligus terhindar juga dari kemiskinan.

6. Tidak akan Ditimpa Kefakiran

Abdullah bin Mas'ud pernah mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang membaca surat Al Waqiah, ia tidak akan tertimpa oleh kefakiran selamanya." (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).

Dari hadits tersebut dijelaskan bahwa barangsiapa yang membaca Surat Al Waqiah setiap hari, niscaya ia tidak akan ditimpakan kekafiran. Kekafiran adalah salah satu hal yang sangat dibenci oleh Allah SWT.


7. Merupakan Surat Kekayaan

Manfaat surat Al Waqiah yang berikutnya adalah surat ini merupakan surat kekayaan. Dari Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: "Barangsiapa yang membaca surat Al Waqiah pada malam Jumat, ia akan dicintai oleh Allah, dicintai oleh manusia, tidak melihat kesengsaraan, kefakiran, kebutuhan, dan penyakit dunia; surat ini adalah bagian dari sahabat Amirul Mukimin (sa) yang bagi beliau memiliki keistimewaan yang tidak tertandingi oleh yang lain." (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).

Dengan membaca surat Al Waqiah setiap hari maka dapat memudahkan seseorang mendapatkan rezeki yang halal, pun nikmat Allah yang terus mengalir.

8. Diberikan Syafaat pada Hari Kiamat

Diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah bersabda:
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: "Barangsiapa yang merindukan surga dan sifatnya, maka bacalah surat Al Waqiah; dan barangsiapa yang ingin melihat sifat neraka, maka bacalah surat As-Sajadah." (Tsawabul A’mal, hlm 117).

Diberikan Ketenangan Jiwa Raga dan Mengajarkan Tauhid Kepada Umatnya

9. Diberikan Ketenangan Jiwa dan Raga oleh Allah

Dalam hal ini, Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: "Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqiah sebelum tidur, ia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan wajahnya seperti bulan purnama." (Tsawabul A’mal, halaman 117).

10. Mengajarkan Tauhid kepada Umat Muslim

Dalam surat Al Waqiah mengajarkan tentang tauhid yang membuat umat muslim percaya pada Allah dan semakin membuat sesorang yakin jika semuanya sudah diatur dengan baik oleh Allah SWT termasuk dalam urusan rezeki.

Zikir Taubatan Nasuha

Zikir taubatan nasuha Astaghfirullah robbal baroya, Astaghfirullah minal khotoya.

Secara bahasa, taubat atau at-taubah adalah “kembali” dan berasal dari kata تَوَبَ  

Namun secara istilah dalam Islam, taubat memiliki makna meninggalkan dosa karena takut kepada Allah swt, menganggap dosa itu buruk lalu menyesali perbuatan maksiat dan bertekad kuat untuk tidak lagi mengulanginya serta memperbaiki apa yang mungkin bisa diperbaiki dari amalnya.

Syarat-syarat Taubat

Dalam kitab Majalis Syahri Ramadhan, setelah membawakan banyak dalil dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang mendorong kaum Muslimin untuk senantiasa bertaubat dan beberapa hal lain tentang taubat, Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin t mengatakan, “Taubat yang diperintahkan Allâh Azza wa Jalla adalah taubat nasuha (yang tulus) yang mencakup lima syarat:

  • Hendaknya taubat itu dilakukan dengan ikhlas.
  • Segera berhenti dari perbuatan maksiat yang dia lakukan.
  • Bertekad untuk tidak mengulangi dosa tersebut di masa yang akan datang.
  • Taubat itu dilakukan bukan pada saat masa penerimaan taubat telah habis.
  • Menyesali serta merasa sedih atas dosa yang pernah dilakukan, sebagai bukti penyesalan yang sesungguhnya kepada Allâh dan luluh dihadapan-Nya serta murka pada hawa nafsunya sendiri yang terus membujuknya untuk melakukan keburukan.
  • Salah satu cara untuk melakukan taubat (Tobat) adalah dengan berzikir.

Berikut Zikir Taubatan Nasuha yang dapat menenangkan hati dan meredakan marah.

Zikir Taubat Nasuha

أ َ سـْــتـَـغـْـفـِـرُ الله، رَبَّ الـْــبـَرَايـَـا

Astaghfirullah robbal baroya
Aku mohon ampun pada Allah tuhan sekalian mahluk

أ َ سـْــتـَـغـْـفـِـرُ الله، مِــنَ الـْــخـَــطَايـَــا

Astaghfirullah minal khotoya (2x)
Aku mohon ampun pada Allah dari pada segala dosa 

رَبِّ ز ِدْنـِى عـِــلـْــمًـا نـَــافـِــعـًــا

Robbi zidni i`lman nafia`
Ya Allah ya Tuhanku tambahkan lah Ilmu yang bermanfaat kepadaku

وَوَفـِّــقـْــنـِــى عـَــمـَــلاً مـَــقـْــبـُــولاً

Wawafiqni a`malan maqbula
Dan bimbing aku pada amalan yang diterima

وَهَــبْ لـِــى ر ِزْقـًــا وَاسِــعـًــا

Wahabli rizqon wasia`
Berikanlah aku rizqi yang luas

وَتـُــبْ عـَــلـَــيـْـنـَــا تـَــوبـَــة ً نـَــسـُــوحـًــا

Watub a`laina taubatan nasukha (2x)
Dan terimalah taubatku taubat Nasukha

وَلـِــهـَــذَا سـِــر ِّ * آدُع

Walihaza sirri adu`
Dan ini rahasia seruan Do’a ku padamu

فـِــى يـَــسـَــارى  وَ عـَــسـَــارى

Ana a`bdun soro faqri
Aku adalah seorang hamba yang fakir

إ ِنَّ * فـَــقـْــرى * وَالـضـِّــرَارى *

Inna faqri waddhirori
Sesungguhnya kami fakir dan memerlukanmu (membutuhkanmu)

وَالـْــكـَــفـَــانـِــى عـِــلـْــمُ رَبــِّــى *

Walkafani i`lmu robbi
Dan cukupkan aku dengan ilmumu ya rabb

بــِالـْــسـُــؤَالـِــى وَاخـْــتـِــيـأر ِى

Bil suali wakhtiyari
Dengan soalanku(permohonanku) dan pilihanku

يـَــا إ ِلــَــهـِــى وَ مـَــلِــيــكـِــى

Ya Ilahi wa maliki
Wahai tuhanku yang menguasai diriku

أ َنـْــتَ تـَــعـْــلـَــمْ كـَــيـْــفَ حـَــالـِــى

Anta ta`lam kaifa khali (2x)
Engkau maha mengetahui keadaan hambamu ini

Itulah Arti Astaghfirullah Robbal Baroya, Zikir Taubat Nasuha yang Menenangkan Hati dan Meredakan Amarah.