Doa Meminta Rezeki - Beserta Amalannya

Doa Meminta Rezeki Lengkap Beserta Arti dan Amalan-Amalannya

https://goo.gl/q4GzhP

Islam mengajarkan kepada pemeluknya untuk bekerja agar memperoleh rezeki untuk menafkahi keluarga. Namun, usaha itu harus dibarengi dengan doa meminta rezeki kepada Allah, zat Yang Maha pemberi rezeki.

Doa merupakan unsur yang paling esensial dalam ibadah. Sebagaimana Sabda Rasulullah Saw: "Tiada sesuatu yang paling mulia dalam pandangan Allah, selain dari berdo'a kepada-Nya, sedang kita dalam keadaan lapang".

Rezeki memang sudah dibagi dan ditentukan oleh Allah SWT. Semua makhluk pun sudah dijamin mendapat rezeki-Nya. Dalam Alquran, Allah SWT berfirman:

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

Artinya: Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. Surat Hud: 6)

Berikut doa meminta rezeki yang dipanjatkan para nabi:

1. Doa Nabi Muhammad SAW

اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْسَعَ رِزْقِكَ عَلَيَّ عِنْدَ كِبَرِ سِنِّي , وَانْقِطَاعِ عُمْرِي , وَقُرْبِ أَجَلِي

Allohummaj’al rizqika ‘alayya ‘inda kibari sinni wanqitho’i ‘umri wa qurbi ajali.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah keluasan rizki-Mu padaku di saat usia senjaku, di saat putusnya umurku dan di saat dekatnya ajalku.”

Doa tersebut senantiasa dibaca oleh Nabi Muhammad SAW, bahkan menurut keterangan jarang ditinggalkan oleh Rasulullah SAW.

2. Doa Nabi Sulaiman dan Nabi Daud

رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ

rabbi auzi'nī an asykura ni'matakallatī an'amta 'alayya wa 'alā wālidayya wa an a'mala ṣāliḥan tarḍāhu wa adkhilnī biraḥmatika fī 'ibādikaṣ-ṣāliḥīn
"Ya Rabbku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh." (QS. Surat An Naml: 19)

3. Doa Nabi Isa AS

اَللّٰهُمَّ رَبَّنَآ اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِّاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِّنْكَ وَارْزُقْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ

"Ya Rabb kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezkilah kami, dan Engkaulah Pemberi rezki Yang Paling Utama".

Inilah kisah maidah atau hidangan yang nama surat ini dikaitkan dengannya, karena itu disebut "surat Al-Maidah". Hidangan ini merupakan salah satu dari anugerah Allah yang diberikan kepada hamba dan rasul-Nya, yaitu nabi Isa a.s. ketika Dia memperkenankan doanya yang memohon agar diturunkan hidangan dari langit. Maka Allah Swt. menurunkannya sebagai mukjizat yang cemerlang dan hujjah yang nyata.

4. Doa Para Sholihin

Allahumma shalli wasallim 'ala sayyidina muhammadin 'adada anwa'ir Rizqi wal futuuhaati, yaa baasithallai yabsutur Rizqi Liman yasyaau bighoiri hisaabin. Absutu 'alayya rizqon katsiiron min Kulli jihhatin min khozaaini rizqika bighoiri minnatin makhluuqin bifadlika wakaromika wa'alaa alihii washohbihi wasallam.
Artinya: "Wahai Allah limpahkanlah rahmat atas junjungan kita Nabi Muhammad Saw; sebanyak aneka rupa rizki. Wahai Zat Yang Mahameluaskan rizki kepada orang yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. Luaskan dan banyakanlah rizkiku dari segenap setiap penjuru dan perbendaharaan rizki-Mu tanpa pemberian dari makhluk, berkat kemurahan-Mu juga. Dan limpahkanlah pula rahmat dan salam atas dan para sahabat Nabi Muhammad Saw. "

5. Doa lain yang bisa dipanjatkan yakni:

Allahummarzuqna rizqan halalaan thayyiba warizqaan halalaan mubaroka, warizqan halalaan min haitsu laa yahtasib. Wa'amalan maqbuula watau batan nashuuha wa 'umran thawiila liquwwatil 'ibadah yaa arhamarrahimiin.
Artinya: Yaa Allah yang Mahapemberi rezeki, berikanlah rezeki yang halal dan baik dan berikanlah rezeki halal yang penuh berkah, dan berikanlah rezeki halal yang datang tidak terduga-duga dan tanpa hitungan. Dan terimalah amal ibadah serta taubat kami dan berikanlah umur yang panjang untuk beribadah kepadamu wahai Dzat yang mahapengasih dan penyayang.

6. Doa Dijauhkan dari Kemalasan

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

allahumma inni a’udzubika minal hammi wal hazan, wa a’udzubika minal ‘ajzi wal kasali, wa a’udzubika minal jubni wal bukhli, wa a’udzubika min ghlabatid dayni wa qahrir rijaal. (3 x)
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kedukaan, aku berlindung kepada-Mu dari lemah dan malas, aku berlindung kepada-Mu dari takut (miskin) dan kikir, aku berlindung kepada-Mu dari banyaknya hutang dan paksaan orang-orang.

7. Membaca Laailahaillallah

Bacalah dzikir ini paling sedikit 100 kali karena dzikir ini dapat membuka pintu kekayaan. Dzikir ini baik dibaca sesudah sholat dzuhur dan boleh saja dibaca sebelum shalat dzuhur. Dzikir itu juga datang dalam hadits Nabi Muhammad Saw.

Diriwayatkan dari Ali RA, ia berkata: Rasulullah Saw. bersabda:

مَنْ قَالَ لَا إِلهَ إِلَّا اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ فِي كُلِّ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَ لَهُ أَمَانًا مِنَ الْفَقْرِ، وَيُؤْمَنُ مِنْ وَحْشَةِ الْقَبْرِ، وَاسْتُجْلِبَ بِهِ الْغِنَى، وَاسْتُقْرِعَ بِهِ بَابُ الْجَنَّةِ

Siapa membaca Laa Ilaaha Illallaah Al-Malikul Haqqul Mubin seratus kai dalam sehari maka memperoleh jaminan aman dari kemiskinan, diselamatkan dari ngerinya kubur, mendapat kekayaan dan terbuka baginya pintu-pintu surga.” (HR. Abu NU’aim di Shifah al-Jannah, no. 185, Al-Khatib al-Baghdadi di Tarikhnya: 12/358-359, dan selainnya).

Selain doa tersebut di atas, ada beberapa amalan yang disunahkan untuk dikerjakan agar mendatangkan rezeki. Amalan tersebut di antaranya, bersedekah, membaca Surat Al Waqiah di malam hari, salat tahajud dan puasa sunah.

Berikut 6 kunci pembuka pintu-pintu rezeki.

1. Istighfar dan Bertaubat
Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh:10-12)

2. Takwa
Di antara definisi takwa adalah merasa takut kepada Allah, beramal dengan wahyu yang diturunkan, ridha dengan rezeki yang cukup (tidak berlebihan/qona'ah). Secara amaliah ketakwaan akan membawa seseorang bersikap hati-hati karena merasa Allah selalu mengawasi apa yang dilakukan, tengah melanggar larangan-Nya atau mengabaikan perintah-Nya.

3. Sedekah
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. Di tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah:261)

Bersedekah tidak akan membuat kita miskin, namun malah akan mendapatkan rezeki yang tak terduga (min haitsu lama yahtasib).

4. Silaturrahim
Menyambung tali kekeluargaan mempunyai dua keutamaan. Pertama meluaskan rezeki dan kedua memanjangkan umur. Pakar tafsir Indonesia, Prof KH Quraish Shihab mengatakan panjang umur di sini maksudnya umur seseorang akan barokah dan bermanfaat bagi sesama. Siapa yang mengkehendaki kedua-duanya hendaklah banyak menyambung silaturrahim, meskipun terdapat perselisihan di antaranya dengan keluarganya. Rasulullah bersabda: "Barangsiapa yang ingin agar Allah melapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah menyambung silaturrahim.” (Shahih al-Bukhari)

5. Tawakal Kepada Allah
Rasulullah bersabda, “Jika kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Allah akan memberikan kepada kamu rezeki sebagaimana Dia berikan kepada burung, ia keluar pada waktu pagi dalam keadaan perut yang kosong pulang pada petangnya dengan perut kenyang.” (Musnad Ahmad)

6. Kasih sayang kepada yang Lemah dan Miskin
Rasulullah bersabda, “Bukankah kamu diberikan pertolongan dan rezeki karena (ada hak didalam rezeki tsb) atas orang-orang yang lemah di kalangan kamu?” (Shahih al-Bukhari).

Wallahu A'lam Bissawab.

Doa Wirid Nabi Sulaiman untuk kekayaan

Dahsyatnya! Wirid Kekayaan Nabi Sulaiman Cepat Kaya Mendadak

https://goo.gl/q4GzhP

Rahasia doa wirid Nabi Sulaiman untuk kekayaan ini berasal dari cerita tentang kekayaan Nabi Sulaiman itu sendiri. Pada zamannya Nabi Sulaiman sudah tinggal di istana yang di luar nalar orang pada kala itu. Istana yang sangat luar biasa megahnya yang dijelaskan dalam Al-Quran maupun sumber sejarah dari kitab yang mu'tamad.

Yang patut diteladani dari beliau adalah meski kekayaannya melimpah, ia tak pernah berhenti bersyukur. Nabi Sulaiman diketahui selalu memanjatkan doa agar dilimpahkan rezeki yang halal dan barokah. Doa yang senantiasa beliau panjatkan dapat kita amalkan pula.

Karenanya wirid kekayaan Nabi Sulaiman juga dipercaya mampu membawa keberkahan rezeki bagi siapa saja yang mengamalkannya. Tak ada pantangan saat mengamalkan doa wirid Nabi Sulaiman. Tetapi perlu dicatat bahwa doa wirid kekayaan nabi sulaiman ini akan lebih baik jika dibarengi dengan usaha anda untuk mencapai kekayaan yang anda inginkan. Perlu usaha dan rasa syukur atas apa yang diberkan Allah SWT kepada kita.

Wirid nabi sulaiman untuk kekayaan ini tidak memerlukan syarat apapun. Yang terpenting anda membersihkan hati dan niat anda dalam menjalankan amalan kekayaan ini. Namun, alangkah lebih baik Anda menyucikan lahir dan batin dengan berwudu serta meluruskan niat sebelum mengamalkan doa wirid Nabi Sulaiman tersebut. Berikut doanya.

Bacaan Wirid Kekayaan Nabi Sulaiman
Untuk mengamalkan doa wirid Nabi Sulaiman untuk kekayaan ini harus dengan penuh keyakinan. Dan juga dengan nait yang tulus dan ikhlas, berikut wirid yang anda baca:

وَأَنَّهُۥ هُوَ أَغْنَىٰ وَأَقْنَىٰ

Wa annahụ huwa agnā wa aqnā
Dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan,

Doa nabi sulaiman kekayaan melimpah ruah diatas DIBACA 313 KALI, diwiridkan sesudah mengerjakan shalat dhuha.

Demikianlah wirid kekayaan Nabi Sulaiman yang bisa kami sampaikan.

Bacaan Zikir Saat Pagi Hari

Inilah Bacaan Zikir yang utama Dibaca Saat Pagi Hari

https://goo.gl/q4GzhP

Imam Nawawi menyebutkan banyak zikir yang bisa dibaca saat waktu subuh atau pagi hari. Beberapa dzikiran tersebut bisa dijadikan bacaan harian yang berasal langsung dari Rasulullah.

Disebutkan dalam Al Azkar bahwa salah satu dzikir yang utama dibaca kala pagi hari adalah tasbih. Namun Hal tersebut berdasarkan perintah Allah dalam QS Thaha ayat 130

وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا

“Bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum terbit dan sebelum terbenam matahari”

Kalimat tasbih itu merupakan kalimat tayyibah yang ringan diucapkan, namun berat di timbangan. Kalimat ini juga merupakan kalimat yang sangat dicintai oleh Allah. Barangsiapa banyak berdzikir dengan kalimat kecintaan Allah, maka Allah akan mencintainya pula.

Adapun kalimat tasbih yang berdasarkan riwayat hadis pada Shahih Muslim adalah sebagai berikut:

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

Subhānallāhi wa bi hamdih.
“Mahasuci Allah dengan segala puji bagi-Nya.”

Selain kalimat tasbih, Imam Nawawi juga menyebutkan bahwa dzikir yang utama dibaca di waktu pagi adalah sayyidul istighfar Yaitu raja dari semua macam doa dalam meminta ampun.

Adapun bacaan sayyidul istighfar adalah sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Allâhumma anta rabbî, lâ ilâha illâ anta khalaqtanî. Wa anâ ‘abduka, wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu. A‘ûdzu bika min syarri mâ shana‘tu. Abû’u laka bini‘matika ‘alayya. Wa abû’u bidzanbî. Faghfirlî. Fa innahû lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta.
“Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau.”

Dalam riwayat Bukhari disebutkan bahwa barangsiapa membaca sayyidul istighfar sebelum waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga.

Zikir Taubatan Nasuha

https://goo.gl/q4GzhP

Zikir taubatan nasuha Astaghfirullah robbal baroya, Astaghfirullah minal khotoya.
Secara bahasa, taubat atau at-taubah adalah “kembali” dan berasal dari kata تَوَبَ  

Namun secara istilah dalam Islam, taubat memiliki makna meninggalkan dosa karena takut kepada Allah swt, menganggap dosa itu buruk lalu menyesali perbuatan maksiat dan bertekad kuat untuk tidak lagi mengulanginya serta memperbaiki apa yang mungkin bisa diperbaiki dari amalnya.

Syarat-syarat Taubat
Dalam kitab Majalis Syahri Ramadhan, setelah membawakan banyak dalil dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang mendorong kaum Muslimin untuk senantiasa bertaubat dan beberapa hal lain tentang taubat, Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin t mengatakan, “Taubat yang diperintahkan Allâh Azza wa Jalla adalah taubat nasuha (yang tulus) yang mencakup lima syarat:

  • Hendaknya taubat itu dilakukan dengan ikhlas.
  • Segera berhenti dari perbuatan maksiat yang dia lakukan.
  • Bertekad untuk tidak mengulangi dosa tersebut di masa yang akan datang.
  • Taubat itu dilakukan bukan pada saat masa penerimaan taubat telah habis.
  • Menyesali serta merasa sedih atas dosa yang pernah dilakukan, sebagai bukti penyesalan yang sesungguhnya kepada Allâh dan luluh dihadapan-Nya serta murka pada hawa nafsunya sendiri yang terus membujuknya untuk melakukan keburukan.
  • Salah satu cara untuk melakukan taubat (Tobat) adalah dengan berzikir.

Berikut Zikir Taubatan Nasuha yang dapat menenangkan hati dan meredakan marah.

Zikir Taubat Nasuha

أ َ سـْــتـَـغـْـفـِـرُ الله، رَبَّ الـْــبـَرَايـَـا

Astaghfirullah robbal baroya
Aku mohon ampun pada Allah tuhan sekalian mahluk

أ َ سـْــتـَـغـْـفـِـرُ الله، مِــنَ الـْــخـَــطَايـَــا

Astaghfirullah minal khotoya (2x)
Aku mohon ampun pada Allah dari pada segala dosa

رَبِّ ز ِدْنـِى عـِــلـْــمًـا نـَــافـِــعـًــا

Robbi zidni i`lman nafia`
Ya Allah ya Tuhanku tambahkan lah Ilmu yang bermanfaat kepadaku

وَوَفـِّــقـْــنـِــى عـَــمـَــلاً مـَــقـْــبـُــولاً

Wawafiqni a`malan maqbula
Dan bimbing aku pada amalan yang diterima

وَهَــبْ لـِــى ر ِزْقـًــا وَاسِــعـًــا

Wahabli rizqon wasia`
Berikanlah aku rizqi yang luas

وَتـُــبْ عـَــلـَــيـْـنـَــا تـَــوبـَــة ً نـَــسـُــوحـًــا

Watub a`laina taubatan nasukha (2x)
Dan terimalah taubatku taubat Nasukha

وَلـِــهـَــذَا سـِــر ِّ * آدُع

Walihaza sirri adu`
Dan ini rahasia seruan Do’a ku padamu

فـِــى يـَــسـَــارى  وَ عـَــسـَــارى

Ana a`bdun soro faqri
Aku adalah seorang hamba yang fakir

إ ِنَّ * فـَــقـْــرى * وَالـضـِّــرَارى *

Inna faqri waddhirori
Sesungguhnya kami fakir dan memerlukanmu (membutuhkanmu)

وَالـْــكـَــفـَــانـِــى عـِــلـْــمُ رَبــِّــى *

Walkafani i`lmu robbi
Dan cukupkan aku dengan ilmumu ya rabb

بــِالـْــسـُــؤَالـِــى وَاخـْــتـِــيـأر ِى

Bil suali wakhtiyari
Dengan soalanku(permohonanku) dan pilihanku

يـَــا إ ِلــَــهـِــى وَ مـَــلِــيــكـِــى

Ya Ilahi wa maliki
Wahai tuhanku yang menguasai diriku

أ َنـْــتَ تـَــعـْــلـَــمْ كـَــيـْــفَ حـَــالـِــى

Anta ta`lam kaifa khali (2x)
Engkau maha mengetahui keadaan hambamu ini

Itulah Arti Astaghfirullah Robbal Baroya, Zikir Taubat Nasuha yang Menenangkan Hati dan Meredakan Amarah.

Keutamaan Ayat Kursi dan Mannfaatnya

Keutamaan Ayat Kursi dan Mannfaatnya jika dibaca setiap hari

Ayat Kursi disebut Ubay bin Ka'ab sebagai ayat paling utama dalam Alquran.

Ayat Kursi merupakan bagian dari surat Al-Baqarah, yaitu surat kedua di dalam Alquran, dan merupakan ayat ke-255 dari surat Al-Baqarah. Dalam sebuah hadits diriwayatkan oleh Ubay bin Ka'ab, Ayat Kursi merupakan ayat paling utama di dalam Alquran. Pada bacaan Ayat Kursi berisi tentang keesaan Allah serta kekuasaan Allah yang mutlak. Di setiap kalimat pada bacaan Ayat Kursi mengandung banyak sekali arti dan makna tentang keutamaan dan manfaatnya. Dengan membaca ayat ini, maka akan memengaruhi jiwa dan keimanan hidup kita.

Manfaat melantunkan Ayat Kursi erat kaitannya dengan mendapatkan perlindungan dari Allah SWT. Dengan kita sering membacakan Ayat Kursi dalam kehidupan, maka hidup akan menjadi lebih berkah dan berada dalam lindungan Allah serta tidak terjerumus ke dalam kemaksiatan. Dalam suatu riwayat, Rasulullah SAW bertanya kepada Ubiy bin Ka'ab tentang ayat yang paling utama dalam Alquran, "Ayat apa yang paling utama di dalam Alquran?" Kemudian Ubay bin Kai menjawab, "Ayat paling utama dalam kitabullah adalah Ayat Kursi."

Dan Rasulullah SAW menepuk dada Ubay dengan pelan sambil berkata, "Wahai Abu Mundzir semoga engkau selalu bahagia dengan ilmu yang engkau miliki." (HR Muslim).

Ayat Kursi sebagai ayat yang paling agung di dalam Alquran karena di dalamnya terdapat nama Allah yang paling agung, yaitu pada kalimat Al Hayyu dan Al Qayyum.

Berikut ini bacaan Ayat Kursi yang disebut sebagai ayat paling agung dalam Alquran.


"Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta'khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa'u 'indahuu illaa biidznih, ya'lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai'im min 'ilmihii illaa bimaa syaa' wasi'a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya'uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal 'aliyyul 'adhiim."

Artinya:
"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar"

Keutamaan Ayat Kursi

1. Merupakan ayat yang paling agung dalam Alquran
Seperti dalam riwayat Rasulullah SAW yang bertanya kepada Ubiy bin Kai tentang ayat yang paling utama dalam Alquran. Rasulullah bertanya kepada Ubay bin Kai, "Ayat apa yang paling utama di dalam al Quran?", kemudian Ubay bin Kai menjawab, "Ayat paling utama dalam kitabullah adalah Ayat Kursi."

Dan Rasulullah SAW menepuk dada Ubay dengan pelan sambil berkata, "Wahai Abu Mundzir semoga engkau selalu bahagia dengan ilmu yang engkau miliki." (HR Muslim).

Ayat Kursi sebagai ayat yang paling agung di dalam Alquran karena di dalamnya terdapat nama Allah yang paling agung yaitu pada bait Al Hayyu dan Al Qayyum.

2. Keagungan Ayat Kursi melebihi langit dan bumi
Seperti dalam sabda Rasulullah yang berbunyi: "Tidakkah Allah menciptakan langit dan bumi melebihi agungnya Ayat Kursi, (karena di dalam Ayat Kursi tersebut telah mencakup nama dan sifat Allah)."

Arti dari nama Ayat Kursi

Dalam memaknai nama "Kursi", terdapat perbedaan dari para ulama dalam memaknainya. Akan tetapi sebenarnya perbedaan-perbedaan tersebut saling menguatkan pendapat satu dengan lainnya.

Adapun pendapat-pendapat tersebut yaitu sebagai berikut:
  1. Ayat Kursi diartikan sebagai sebuah ruangan yang sangat besar di mana kapasitasnya mampu melebihi langit dan bumi.
  2. Ayat Kursi diartikan sebagai pemerintahan, kekuasaan, serta kerajaan yang dimiliki Allah SWT.
  3. Ayat Kursi diartikan sebagai ilmu yang merupakan salah satu sifat Allah Ta'alaa, dan dengan ilmu tersebut maka Allah mampu mengatur seluruh ciptaan-Nya.
  4. Ayat Kursi juga diartikan sebagai simbol keagungan dan kebesaran Allah SWT.

Dari 4 makna tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa makna dari kata "Kursi" pada ayat tersebut merupakan suatu pondasi kebijakan atau hukum-hukum Allah SWT, serta sebagai sebuah simbol dari kekuasaan yang dimiliki-Nya. Dengan turunnya ayat tersebut, maka akan dapat memberikan petunjuk atas sifat-sifat Ketuhanan Allah SWT secara mutlak.

Sejarah Ayat Kursi
Ketika Allah akan menurunkan Ayat Kursi ke bumi kepada Nabi Muhammad dengan perantara malaikat Jibril disertai 70.000 malaikat, langit dan bumi serta seluruh alam semesta dan seisinya menyambut dengan penuh kehormatan.

Diriwayatkan ketika Ayat Kursi diturunkan, bumi menjadi gempar dan terjadi gempa di seluruh dunia. Turunnya Ayat Kursi ini disertai dengan terjadinya gemuruh yang dahsyat. Bahkan mahkota para raja-raja terlepas dan tertanggal dari kepalanya sampai jatuh ke tanah. Selain manusia yang megalami kegemparan, setan juga ikut gempar dan kocar-kacir berlarian menghadap iblis yang juga ketakutan. Kemudian raja iblis akhirnya memerintahkan para setan untuk mencari sumber datangnya gempa bumi atau gemuruh.

Setelah sampai ke tempat turunnya Ayat Kursi yang ternyata di berikan langsung oleh malaikat Jibril ke Nabi Muhammad yang disertai 70 ribu malaikat, hal ini membuat gentar dan ketakutan para setan. Dengan turunnya Ayat Kursi ini akan membuat kaum muslimin mendapatkan manfaat dan perlindungan yang kuat dari Allah. Hal ini secara otomatis dapat menghalangi niat setan untuk menggoda manusia dan mengajak dalam jalan yang sesat.

Asal Usul Ayat Seribu Dinar


Menurut suatu riwayat, ada salah seorang hartawan bermimpi dalam tidurnya didatangi seorang lelaki dan berkata, “Beramallah dengan hartamu sebanyak seribu dinar kepada fakir miskin yang banyak berkeliaran meminta-minta.” Karena mimpi ini berulang-ulang kali dialaminya, maka dilaksanakanlah amanat sesuai mimpi itu, yaitu memberi sedekah kepada fakir miskin sebanyak seribu dinar.

Pada suatu malam dia bermimpi pula bahwa lelaki itu datang lagi kepadanya dan mengajarkan beberapa kalimah ayat-ayat Al-Quran (ayat-ayat yang tersebut di atas) dan dianjurkannya agar dibaca dan diamalkan pagi dan petang, maka Allah akan melepaskan dirinya dari bahaya yang akan menimpa.

Setelah hartawan itu bangun dari tidurnya, ia memikirkan dengan penuh perhatian, apa yang ia dapati dalam mimpinya seolah-olah ada hubungannya dengan mimpi terdahulu.
Maka dengan tidak ragu-ragu dibacanya dan diamalkannya, karena kalimah-kalimah itu adalah ayat ayat Al Quran yang tidak diragukan lagi kebaikannya.

Tidak lama kemudian hartawan itu berada dalam suatu perjalanan laut menumpang sebuah kapal layar, membawa barang dagangannya. Setelah kapal itu berada di tengah-tengah laut yang luas, bertiuplah angin kencang yang sangat dahsyat, gelombang semakin besar, kapal terombang-ambing. Para penumpang merasa cemas dan takut.

Hari mulai malam dan hujan turun dengan lebatnya. Tetapi si hartawan tetap tenang mengharap pertolongan Allah sambil membaca ayat ayat yang didapatnya dalam mimpinya. Nahkoda dan awak kapal berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan kapal dan para penumpangnya, tetapi keadaan semakin bertambah dahsyat. Kapal terhempas di atas sebuah batu karang dan akhirnya pecah.

Di saat penumpang tidak sadar karena mabuk kapal penuh air dan tidak dapat diselamatkan lagi, namun anehnya si hartawan yang mengamalkan ayat tadi, telah terdampar di tepi pantai bersama dengan barang dagangannya. Demikianlah khasiat ayat yang didapatnya dari mimpinya karena dia beramal seribu dinar, lalu ayat itu disebut dengan “Ayat seribu dinar”

Berikut bacaan Ayat Seribu Dinar
Al Qur’an Surah At – Talaq ayat 2-3 :

 وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُ ۥ مَخۡرَجً۬ا (٢) وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُ‌ۚ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُ ۥۤ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَـٰلِغُ أَمۡرِهِۦ‌ۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدۡرً۬ا (٣)

“Wa mayyattaqillaa ha yaj-‘al lahuu makhraja – wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib – wa mayyatawakkal ‘a- lallaahi fahuwa hasbuh – innallaaha baalighu amrihi – qad ja ‘a lallaahu li kulli syai in-qadra”

Artinya:
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya diberi-Nya kelapangan dan diberi-Nya rezeki yang tidak diduga-duga. Siapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya dijamin-Nya, sesungguhnya Allah sangat tegas dalam perintah-Nya dan Dialah yang mentakdirkan segala sesuatu.”

Semoga bermanfaat