10 Waktu Doa Tak Tertolak

10 Waktu Doa Tak Tertolak, Salah Satunya Saat Hujan

Waktu Doa Tak Tertolak

Ketika menginginkan sesuatu atau sedang dilanda musibah, salah satu upaya agar mampu menghadapinya adalah lewat melantunkan doa. Akan tetapi, muncul perasaan gundah apakah doa kita akan didengar lalu dikabulkan oleh Allah SWT atau tidak. Perlu diketahui, bahwa terdapat beberapa waktu tidak akan tertolaknya doa.

Terdapat 10 waktu tidak tertolaknya doa, di antaranya:

  • 1. Sepertiga malam yang terakhir
Sepertiga malam yang terakhir menjadi salah satu waktu mustajab berdoa. Inilah waktu di mana kita biasa melaksanakan salat tahajud. Menurut Imam Syafi’i, doa di saat salat tahajud bagaikan anak panah yang melesat tepat mengenai sasaran. Selain salat tahajud, orang yang sahur di sepertiga malam terakhir juga mustajab doanya.

  • 2. Ketika Hendak Berbuka Puasa
Salah satu waktu mustajab untuk berdoa lainnya yaitu sebelum berbuka puasa, baik puasa di bulan Ramadan maupun puasa sunah. Tidak perlu menunggu tibanya bulan Ramadan untuk berpuasa. Kita dapat menjalankan puasa sunnah seperti puasa Senin dan Kamis, puasa Daud, ataupun puasa Yaumul Bidh. Menurut Syekh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin, waktu mustajab orang berpuasa ialah di saat ia hendak berbuka.

Karena saat itu ia dalam keadaan lemah dan membutuhkan pertolongan Allah SWT. Namun, terdapat pula hadis yang menyampaikan bahwa doa setelah berbuka juga mustajab.

  • 3. Ketika Malam Lailatulkadar
Sebagaimana kita ketahui bahwa malam Lailatulkadar adalah malam turunnya wahyu Allah dan lebih baik daripada seribu bulan. Di mana ibadah yang dilakukan pada malam itu memiliki ganjaran yang lebih baik dibandingkan ibadah selama seribu bulan. Banyak sekali keutamaan di malam itu. Namun, Lailatulkadar hanya terjadi di bulan Ramadan.

  • 4. Ketika Azan Berkumandang
Saat azan dikumandangkan, kita diperintahkan untuk mendengarnya dan menjawab tiap lafalnya. Terdapat jeda waktu di antara azan dan ikamah, itulah salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Kita dapat melaksanakan salat sunah qobliyah dan menyelipkan doa yang kita inginkan.

  • 5. Ketika Bersujud
“Sedekat-dekatnya seorang hamba dengan Rabbnya ialah ketika dia sedang sujud, maka perbanyaklah doa” (HR Muslim). Pada setiap kali kita bersujud di waktu salat, itu adalah waktu kita terdekat kita dengan Allah SWT. Sehingga dianjurkan untuk memperbanyak doa di waktu itu.

  • 6. Ketika Salat Wajib Sebelum Salam
Saat duduk tasyahud akhir hingga sebelum salam, terdapat doa yang wajib kita lafalkan. Setelah itu ada beberapa doa yang dianjurkan. Berikut salah satu doa yang dianjurkan:

Dari Aisyah RA mengabarkan bahwa Rasulullah SAW biasa berdoa di dalam sholatnya:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَفِتْنَةِ الْمَمَاتِ ، اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ

Allahumma inni a'udzubika min adzabil qobri wa a'udzubika min fitnatil almasih aldajjal, wa'udzubika min fitnati almahya wafitnati al mamat, Allahumma inni a'udzubika min almatham wal-maghram
Artinya: Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari siksa kubur, aku meminta perlindungan pada-Mu dari cobaan Dajjal, aku meminta perlindungan pada-Mu dari musibah ketika hidup dan mati. Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari perbuatan dosa dan sulitnya berutang. (HR Bukhari Muslim)

  • 7. Ketika Turun Hujan
Saat musim penghujan, banyak diantara kita yang merasa terganggu karena terhambatnya aktivitas. Namun, perlu disadari bahwa saat turun hujan adalah salah satu waktu doa tidak tertolak.

Ibnu Qudamah dalam al-Mughni menyampaikan bahwa dianjurkan berdoa ketika turunnya hujan sebagaimana diriwayatkan Rasulullah SAW bersabda, “Carilah doa yang mustajab pada tiga keadaan, yakni bertemunya dua pasukan, menjelang salat dilaksanakan, dan saat hujan turun.”

Selain memanjatkan doa yang diinginkan, kita dianjurkan pula berdoa:

اللَّهُمَّ صَيِّباً ناَفِعاً

Allahumma shoyyiban nafi'an
Artinya: Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat.

  • 8. Ketika Sedang Berada di Perjalanan.
Melakukan perjalanan bukanlah hal yang mudah. Terdapat berbagai kesulitan yang didapat karena berada jauh dari rumah. Namun, doa orang yang sedang melakukan perjalanan atau musafir termasuk mustajab.

Sebagaimana hadis, “Tiga waktu diijabahi doa yang tidak diragukan lagi yaitu: doa orang yang terzalimi, doa seorang musafir, doa orang tua pada anaknya”. (HR Ahmad)

  • 9. Saat Khatib Duduk Diantara Dua Khutbah
Salah satu waktu mustajab berdoa lainnya adalah ketika khatib salat Jumat duduk diantara dua khutbahnya. Hal ini disunahkan.

  • 10. Saat Perang Berkecamuk (Ketika dua kubu saling menyerang)
Sebagaimana hadis pada nomor 7, saat bertemunya dua pasukan ketika perang menjadi salah satu waktu mustajab berdoa.

Kebiasaan Yang Jadi Penghalang Rezeki

Hindari 5 Kebiasaan Yang Menjadi Penghalang Rezeki, Salah Satunya Bangun Siang

Kebiasaan Yang Menjadi Penghalang Rezeki

Setiap makhluk yang diciptakan pasti diberikan rezeki oleh Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT dalam al-Quran:

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

wa mā min dābbatin fil-arḍi illā 'alallāhi rizquhā wa ya'lamu mustaqarrahā wa mustauda'ahā, kullun fī kitābim mubīn
6. Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh). (QS. Huud: 6).

Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri beberapa dari kita merasa terhambat rezekinya. Seperti tidak pernah mendapatkan pekerjaan atau membuka usaha tapi tidak pernah untung.

Terhambatnya rezeki bisa jadi sebuah ujian dari Allah SWT. Namun, perbuatan dosa yang menumpuk juga dapat menghalangi rezeki. terdapat beberapa kebiasaan yang dapat menghalangi rezeki, diantaranya:

  • 1. Berbohong
Berbohong adalah pebuatan tercela yang sering dianggap remeh. Namun, berbohong merupakan dosa yang besar di hadapan Allah SWT. Bahkan berbohong adalah salah satu ciri-ciri orang munafik.

Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

مِنْ عَلاَمَاتِ الْمُنَافِقِ ثَلاَثَةٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ

“Di antara tanda munafik ada tiga: jika berbicara, berdusta; jika berjanji, tidak menepati; jika diberi amanat, berkhianat.” (HR. Muslim, no. 59).

Begitu pula dalam al-Quran surat an-Nahl ayat 105:

إِنَّمَا يَفْتَرِى ٱلْكَذِبَ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْكَٰذِبُونَ

innamā yaftaril-każiballażīna lā yu`minụna bi`āyātillāh, wa ulā`ika humul-kāżibụn
105. Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.

  • 2. Jarang Sholat
Seseorang yang tidak secara penuh menjalani salat wajib lima waktu, dalam artian salah satu salat ditinggalkan. Maka menandakan kurangnya ketakwaan kepada Allah SWT. Padahal takwa adalah salah satu kunci rezeki. Sebagaimana dalam al-Quran surat at-Thalaq ayat 2-3, yang Isinya:

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُ ۥ مَخۡرَجً۬ا (٢) وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُ‌ۚ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُ ۥۤ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَـٰلِغُ أَمۡرِهِۦ‌ۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدۡرً۬ا (٣)

“Wa mayyattaqillaa ha yaj-‘al lahuu makhraja – wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib – wa mayyatawakkal ‘a- lallaahi fahuwa hasbuh – innallaaha baalighu amrihi – qad ja ‘a lallaahu li kulli syai in-qadra”
Artinya:
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya diberi-Nya kelapangan dan diberi-Nya rezeki yang tidak diduga-duga. Siapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya dijamin-Nya, sesungguhnya Allah sangat tegas dalam perintah-Nya dan Dialah yang mentakdirkan segala sesuatu.”

  • 3. Bangun Kesiangan
Waktu pagi adalah waktu yang dipenuhi keberkahan, sehingga ketika tidur di pagi hari, tentu banyak manfaat yang terlewatkan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang medoakan umatnya:

Ya Allah berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR Tirmidzi)

Apabila kita enggan bangun subuh atau bangun ketika matahari sudah terbit atau bahkan tidur kembali setelah salat subuh. Alangkah baiknya segera mengubah kebiasaan tersebut karena dapat menghambat rezeki.

  • 4. Bermalas-malasan
Sering menunda-nunda dalam mengerjakan sesuatu termasuk ke dalam perbuatan malas.

Alkisah, Imam Ahmad pernah ditanya tentang seseorang yang hanya duduk di rumahnya atau berdiam di masjid. Lalu ia berkata, “Aku tidak mau bekerja dan hanya mau menunggu sampai rezekiku datang.”

Imam Ahmad menyayangkan tindakannya, lalu menyampaikan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
Seandainya kalian benar-benar bertawakkal pada Allah, tentu kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali di sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmidzi)

Lihatlah, burung saja bekerja untuk memenuhi kebutuhannya, maka raihlah rezeki dengan ikhtiar dan tawakal.

  • 5. Bermaksiat
Setiap perbuatan dosa dapat berakibat buruk kepada rezeki. Riba, riya, zina, kikir, syirik, durhaka kepada orang tua, iri dengki, dan masih banyak lagi merupakan maksiat yang menghambat rezeki.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
Sesungguhnya seseorang dihalangi dari rezekinya disebabkan oleh dosa yang dia lakukan.” (HR Ahmad).

Bacaan Surat Al Waqiah

Vidio Bacaan Surat Al Waqiah


Surat Al Waqiah dengan teks Arab dan Latin serta Terjemahan Bahasa Indonesia

Alquran merupakan kitab suci bagi umat Islam yang di dalamnya terdiri dari 30 juzz dengan 114 surat. Di antara surat tersebut adalah surat Al Waqiah.

Surat Al Waqiah merupakan surat ke-56 yang ada di dalam juz ke-27 dan termasuk golongan surat Makkiyah. Surat ini terdiri sebanyak 96 ayat dan memiliki arti kiamat sesuai dengan ayat pertamanya. Isi dari surat Al Waqiah menceritakan tentang bagaimana hari kiamat tersebut akan terjadi dan juga balasan bagi orang mukmin dan orang kafir. Gambaran hari kiamat tersebut salah satunya ada surat Al Waqiah ayat 4 sampai 6.

Selain menceritakan hari kiamat, surat Al Waqiah juga menerangkan tentang penciptaan manusia, api dan juga segala jenis tumbuhan. Tak hanya itu surat Al Waqiah juga menerangkan tentang kekuasaan Allah serta akan adanya hari kebangkitan yang memang benar adanya.

readquran surat Waqiah
surat Al Waqiah latin dan terjemahan
Bacaan Surat Waqiah
Membaca Surat Waqiah
Surat Al Waqiah
Vidio Surat Waqiah

Sholawat Nabi Pendek, Bikin Hati Tenang

Bacaan Sholawat Nabi Pendek. Allah, Rasulullah Serta Malaikat Ikut Bersholawat

Sholawat Nabi

Sholawat nabi pendek bisa Anda jadikan amalan setiap hari. Sholawat sendiri merupakan bentuk jamak dari kata sholat, yang berarti doa. Ketika kita membacakan sholawat nabi, itu artinya kita sedang memohon atau meminta doa kepada Allah untuk Nabi Muhammad SAW. Memohon doa untuk Nabi Muhammad SAW tidak hanya mendatangkan syafaat untuk Rasulullah, tetapi untuk orang muslim yang membacakannya juga.

Berikut adalah sholawat nabi yang sering dilatunkan.

1. Sholawat Nariyah

Sholawat nariyah, adalah sholawat nabi yang biasa kita dengar ketika sedang menunggu adzan magrib, atau sesudah selesai mengaji di Taman Pendidikan Alquran. Begini lafadznya:

“Allaahumma sholli sholaatan kaamilatan wasallim salaamaan taamman alaa sayyidinaa muhammadinil ladzii tanhallu bihiluqodu watanfariju bihilkurobu watuqdhoo bihilhawaaiju watunaalu bihir roghooibu wahusnul khowaatimi wayustasqaal ghomaamu biwajhihilkariimi waalaa aalihii washohbihii fii kulli lamhatin wanafasin biadadi kulli maluumin laka.”
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.”

2. Sholawat Matsurah

Selanjutnya yaitu sholawat matsurah. Sholawat ini sering kita baca saat menunaikan ibadah sholat subuh, yaitu pada bacaan doa qunut. Bunyi lafadznya:

"Allaahumma sholli alaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa’alaa aalihi wasallim."
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Nabi Muhammad yang tiada dapat membaca dan menulis (Ummy) dan semoga keselamatan tercurah kepada segenap keluarganya."

Sholawat nabi pendek dianjurkan untuk dibacakan setiap hari agar mendapatkan ketenangan hati, jiwa dan raga. Selain membuat hati tentram, sholawat juga mendatangkan banyak pahala dan manfaat.

Manfaat yang didapatkan dari membaca sholawat nabi pendek diantaranya:

1. Dibacakan sholawat kembali oleh Allah, Rasulullah SAW, dan malaikat Allah

Sebuah hadist menyebutkan sabda Rasulullah SAW yang berbunyi seperti ini:

“Barangsiapa yang bersholawat kepadaku sekali saja, maka Allah akan membacakan sholawat kepadanya sepuluh kali." (HR Muslim).
Selain itu ada hadist lain yang mengatakan bahwa Rasulullah serta malaikat Allah juga ikut bersholawat untuk orang muslim yang membaca sholawat untuk Rasulullah.

Rasulullah bersabda:
  • "Barangsiapa membaca sholawat untukku, maka sholawatnya akan sampai kepadaku, dan aku akan membaca sholawat untuk dirinya. Selain itu akan dituliskan sepuluh kebaikan untuk dirinya." (HR Thabrani).
  • "Barangsiapa membaca sholawat untukku, maka para malaikat akan senantiasa membaca sholawat untuknya selama orang tersebut membaca sholawat untukku." (HR Ahmad, Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Majah).

2. Mendapatkan Ampunan Dosa

Jika seorang muslim membacakan sholawat Nabi, maka diampunilah dosa-dosa yang pernah ia buat semasa hidupnya. Dosa-dosa secara sengaja maupun yang tidak disengaja.

Hadist yang menyatakan demikian, yaitu hadist riwayat Ibnu Abi Ashim dan Ath-Thabrani. Begini hadistnya:

“Wahai Abu Kahil, barang siapa membaca sholawat untukku setiap hari sebanyak tiga kali dan setiap malam sebanyak tiga kali, karena cinta dan rindu kepadaku, maka Allah SWT mewajibkan atas diri-Nya untuk mengampuni dosa-dosanya pada malam dan hari tersebut." (HR Ibnu Abi Ashim dan Ath-Thabrani).

Mari kita amalkan setiap hari, semoga kita bisa selalu dapat perlindungan dari Allah swt.

Bacaan Doa Setelah Azan

Bacaan Doa Setelah Azan untuk Diajarkan ke Anak Sejak Dini

Lakukan sunahnya agar mendapat pahala dari Allah SWT

Azan merupakan panggilan bagi umat muslim untuk menunaikan ibadah salat fardu. Banyak sekali pahala yang akan diberikan oleh Allah SWT terkait azan, baik untuk yang mengumandangkan maupun yang mendengarkan.

Salah satu cara agar mendapatkan pahala ketika azan yaitu dengan mengerjakan sunahnya, seperti:
menjawab azan,
bersholawat setelah azan,
membaca doa setelah azan.

Doa-doa apa saja yang disunahkan untuk dibaca setelah azan berkumandang? inilah doa setelah adzan yang perlu anak ketahui!

1. Doa setelah adzan
Doa setelah adzan ini disunahkan untuk dibaca.

 اللّٰهُمَّ رَبَّ هٰذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ سَيِّدَنَـامُحَمـَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَالدَّرَجَةَ الرَّفِيْعَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا المَحْمُودًا الَّذِيْ وَعَدْتَهُ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ 

Allâhumma Rabba hâdzihid-da‘wati at-tâmmati, wash-shalâtil-qâimati, âti sayyidanâ Muhammad al-washilah wal fadlîlah, wad-darajatar rafî’ah wab’atshu maqâman mahmûdan alladzî wa’adtah, innaka lâ tukhliful-mî‘âd
Artinya:Ya Allah Tuhan yang memiliki seruan yang sempurna dan shalat yang tetap didirikan, kurniailah Nabi Muhammad wasilah (tempat yang luhur) dan kelebihan serta kemuliaan dan derajat yang tinggi dan tempatkanlah dia pada kependudukan yang terpuji yang telah Engkaujanjikan, sesungguhnya Engkau tiada menyalahi janji, wahai dzat yang paling Penyayang.”

2. Doa khusus setelah azan Maghrib
Selain doa yang harus dibaca pada poin nomor satu, ada pula doa khusus untuk dibaca setelah azan Maghrib.

Dalam kitab Jami’ul Ahadits, juz IV, hal. 250, disebutkan doa khusus azan Maghrib.

 اللّٰهُمَّ هَذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وإدْبَارُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ ليْ 

Allahumma hadza iqbâlu lailika wa idbâru nahârika wa ashwâtu du’âika faghfir lii
Ya Allah, ini adalah (saat) datangnya malam-Mu, dan perginya siang-Mu, dan terdengarnya doa-doa untuk-Mu, maka ampunilah aku

3. Doa khusus setelah azan Subuh
Azan subuh memiliki lafaz yang sedikit berbeda dengan azan di waktu salat fardu lainnya. Pada azan subuh kita mendengar kalimat "Ashsalatu khairum minan naum". Selain ada sedikit perbedaan lafaz dalam azan, adapula doa khusus yang dibaca setelah azan Subuh sebagaimana disebutkan dalam kitab Fathul Muin hal. 280.

اللّٰهُمَّ هَذَا إِقْبَالُ نَهَارِكَ وَإِدْبَارُ لَيْلِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فاغْفِرْ لِي

Allahumma hadza iqbâlu nahârika wa idbâru lailika wa ashwâtu du’âika faghfir lî
Ya Allah, ini adalah (saat) datangnya siang-Mu, dan perginya malam-Mu, dan terdengarnya doa-doa untuk-Mu, maka ampunilah aku

4. Doa di antara azan dan iqamah
Setelah mendengar azan dan sebelum iqamah berkumandang, disunahkan membaca doa berikut ini:

اللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِيْ الدُّنْيَا وَالْأَخِرَةِ

Allahumma innî as-alukal-‘âfiyah fid-dunya wal-âkhirah
Ya Allah, aku mohon pada-Mu keselamatan di dunia dan akhirat

5. Setelah membaca doa-doa setelah azan, disunahkan untuk membaca ayat Kursi
Ayat kursi merupakan ayat paling agung dalam Al-Quran. Keagungan yang dimiliki melebihi langit dan bumi. Dari Abu Dzar Radhiallahu Anhu, bahwasannya ia pernah bertanya kepada Rosulullah SAW,

Wahai Rasulullah, (ayat) apakah yang paling agung yang diturunkan kepada anda?” Beliau menjawab, “Ayat kursi ‘Allahu lailaha illa huwal hayyul Qayyum.” (HR. An-Nasai)

Maka dari itu, disunahkan untuk membaca ayat Kursi setelah selesai membaca serangkaian doa setelh azan.

اللهُ لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِيْ السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيْطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُوْدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Allâhu lâ Ilâha illa Huwal hayyul qayyumu. Lâ ta'khudzuhû sinatuw wa lâ naûm. laHû mâ fissamâwâti wa mâ fil ardhi. man dzal ladzii yasfa'u 'indahû illâ bi idznihi. ya'lamu mâ baina aidiihim wa mâ khalfahum. wa lâ yuhithûna bi syai-in min 'ilmihii illâ bi mâsyâ-a. wasi'a kursiyyuhussamâwâti wal ardha. wa lâ ya-udhû hifzhuhumâ wahuwal 'aliyyul azhiim.
Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Kekal lagi terus menerus mengurus makhlukNya, tidak mengantuk dan tidak tidur Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang meraka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Itulah doa setelah adzan yang perlu kita ketahui. Semoga kita bisa istiqomah membaca doa setelah azan.

Penjelasan Tentang Sholawat Nabi

Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad Wa Ala Ali Sayyidina Muhammad Artinya


Nabi Muhammad Saw merupakan Nabi penutup yang Allah utus untuk menuntun makhluk seluruh semesta alam. Beliau diberikan Allah berupa mukjizat kitab suci Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Ia adalah manusia yang paling sempurna. Setiap sikap, perilaku, dan tindakannya menjadi teladan bagi siapa pun, khususnya umat Islam. Selain kitab suci Al-Qur’an, sabda Rasulullah juga menjadi dasar utama ajaran Islam yang kita kenal sebagai Sunnah atau Hadis.

Sholawat dalam Al-Qur’an
Maka, tidak heran apabila Al-Qur’an mengajarkan kepada kita untuk senantiasa bersholawat kepada Nabi. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Ahzab ayat 56, sebagai berikut:

 إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا 

innallāha wa malā`ikatahụ yuṣallụna 'alan-nabiyy, yā ayyuhallażīna āmanụ ṣallụ 'alaihi wa sallimụ taslīmā
56. Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

Menurut Syekh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fikih dan tafsir negeri Suriah, Allah memuliakan Nabi-Nya Muhammad dan mengabarkan kedudukannya di sisi-Nya. Dan bahwasanya Allah memuji Nabi dan menyanjungnya, dan para malaikat juga memujinya.

Kemudian Allah memerintahkan orang-orang yang beriman yang mereka membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta beramal dengan syariat-Nya dengan bershalwat dan salam kepada Nabi. Maka dengan ini terkumpullah bagi Nabi pujian-pujian dan mendoakan Rasulullah.

Allah kemudian memerintahkan orang-orang yang beriman yang mereka membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta beramal dengan syariat-Nya dengan bershalwat dan salam kepada Nabi, maka dengan ini semua terkumpul pujian dan doa dari penduduk langit dan bumi. (Tafsir Al-Wajiz, sumber: Tafsirweb)

Arti Sholawat
Menurut ahli tafsir Prof Quraish Shihab (2012: 369) dalam buku Haji dan Umrah Bersama M Quraish Shihab, mengucapkan shalawat, dalam arti permohonan kepada-Nya agar Nabi Muhammad Saw. mendapatkan limpahan dari Allah Swt. dengan rahmat dan kasih sayang-Nya.

Penilaian ini sebagai kunci pembuka pintu pengabulan doa, karena Nabi Muhammad adalah kekasih Allah dan melalui beliau, kita umatnya memperoleh petunjuk Shalawat. ini membuktikan rasa terima kasih kita kepada beliau yang dengan mengucapkannya kita berharap memperoleh pula percikan kasih-Nya.

Tulisan Sholawat Nabi Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad Wa Ala Ali Sayyidina Muhammad
Ada banyak sekali sholawat Nabi yang bisa kita baca. Berikut ini tulisan Arab, latin dan artinya dari beberapa jenis sholawat kepada Nabi, keluarganya, dan sahabatnya:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammad wa ala Ali Sayyidina Muhammad.
Artinya : “Ya Allah semoga rahmat senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad dan juga kepada Keluarga Nabi Muhammad.”

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Latin : Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad Wa Alihi Washahbihi Wasallim
Artinya : “Ya Allah berikan rahmat beserta keselamatan kepada junjungan Kita Nabi Muhammad dan Keluarga serta Para Sahabatnya.”

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ

Latin : Allahumma Sholli ‘ala Sayyidina Muhammad wa’ala Alihi Washohbihi Ajma’in.
Artinya : ”Ya Allah berikanlah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad dan atas keluarga beliau serta para sahabat beliau seluruhnya”.

Keutamaan Sholawat Nabi
Dalam penjelasan sebelummnya, Al-Qur’an sudah memerintahkan kepada kita untuk membaca sholawat kepada Nabi Muhammad, sebagaimana dalam kandungan Surat Al Ahzab ayat 56. Dalam hal ini ada fadhilah (keutamaan) bagi siapa saja yang bersholawat kepada Nabi. Berikut ini beberapa hadis populer tentang keutamaan bersholawat:

أَوْلَى النَّاسِ بِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً

Orang yang paling berhak mendapatkan syafa’atku di hari kiamat adalah orang yang paling banyak bersholawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi)

Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ

Barangsiapa bersholawat kepadaku satu kali, niscaya Allah bersholawat kepadanya sepuluh sholawat, menghapus darinya sepuluh dosa dan mengangkat derajatnya sepuluh derajat.” (HR. An Nasa’i)

Anjuran Sholawat Nabi
Menurut Syekh Amin bin Abdullah asy-Syaqawi (2013: 16-17), ada tempat-tempat yang dianjurkan untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad, sebagai berikut:
  1. Setelah tasyahud pada tiap sholat. Dan membaca shalawat merupakan rukun sholat setelah tasyahud akhir menurut sebagian para ulama.
  2. Saat tasyahud awal dan pada penghujung doa qunut witir.
  3. Dalam sholat jenazah setelah takbir kedua.
  4. Tatkala hendak masuk dan akan keluar dari masjid.
  5. Membacakan sholawat ketika ada suatu kaum sedang berkumpul dan sebelum mereka berpisah.

Demikian penjelasan tentang sholawat Nabi. Semoga kita menjadi umat yang benar-benar cinta kepada Nabi dan semoga kelak kita mendapat syafaat Rasulullah. Amin.

KATA AL-QUR'AN TENTANG USIA


1. Semakin bertambah usia semakin lemah tangan menggenggam .... Karena allah sedang mendidik kita agar melepaskan cinta dunia.

مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَٰلَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ

mang kāna yurīdul-ḥayātad-dun-yā wa zīnatahā nuwaffi ilaihim a'mālahum fīhā wa hum fīhā lā yubkhasụn
15. Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. (Qs.Hud: 15)

أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِى ٱلْءَاخِرَةِ إِلَّا ٱلنَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا۟ فِيهَا وَبَٰطِلٌ مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

ulā`ikalladīna laisa lahum fil-ākhirati illan-nāru wa ḥabiṭa mā ṣana'ụ fīhā wa bāṭilum mā kānụ ya'malụn
16. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan. (Qs.Hud: 16).

2. Semakin bertambah usia semakin kabur mata kita ... Karena allah sedang mencerahkan mata hati untuk melihat akhirat.

وَمَن كَانَ فِى هَٰذِهِۦٓ أَعْمَىٰ فَهُوَ فِى ٱلْءَاخِرَةِ أَعْمَىٰ وَأَضَلُّ سَبِيلًا

wa mang kāna fī hāżihī a'mā fa huwa fil-ākhirati a'mā wa aḍallu sabīlā
72. Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar). (Qs.Al isra:72)

3. Semakin bertambah usia semakin sensitif perasaan kita... Karena allah sedang mengajarkan bahwa pautan hati dengan makhluk senantiasa menghampakan , namun hati yang berpaut kepada allah tiada pernah mengecewakan.

۞ وَمَن يُسْلِمْ وَجْهَهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ ٱسْتَمْسَكَ بِٱلْعُرْوَةِ ٱلْوُثْقَىٰ ۗ وَإِلَى ٱللَّهِ عَٰقِبَةُ ٱلْأُمُورِ

wa may yuslim waj-hahū ilallāhi wa huwa muḥsinun fa qadistamsaka bil-'urwatil-wuṡqā, wa ilallāhi 'āqibatul-umụr
22. Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan. (Qs.Al lukman : 22)

4. Semakin bertambah usia semakin gugur gigi² kita.... Karena allah sedang mengingatkan bahwa suatu hari kita akan gugur kedalam tanah selamanya.

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَن تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ كِتَٰبًا مُّؤَجَّلًا ۗ وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ ٱلدُّنْيَا نُؤْتِهِۦ مِنْهَا وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ ٱلْءَاخِرَةِ نُؤْتِهِۦ مِنْهَا ۚ وَسَنَجْزِى ٱلشَّٰكِرِينَ

wa mā kāna linafsin an tamụta illā bi`iżnillāhi kitābam mu`ajjalā, wa may yurid ṡawābad-dun-yā nu`tihī min-hā, wa may yurid ṡawābal-ākhirati nu`tihī min-hā, wa sanajzisy-syākirīn
145. Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.(Qs.Al imran :145)

5. Semakin bertambah usia semakin ditarik nikmat kekuatan tulang sendi kita .... Karena allah sedang mengingatkan bahwa tak lama lagi nyawanya akan diambil.

أَيْنَمَا تَكُونُوا۟ يُدْرِككُّمُ ٱلْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِى بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۗ وَإِن تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا۟ هَٰذِهِۦ مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا۟ هَٰذِهِۦ مِنْ عِندِكَ ۚ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ فَمَالِ هَٰٓؤُلَآءِ ٱلْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا

aina mā takụnụ yudrikkumul-mautu walau kuntum fī burụjim musyayyadah, wa in tuṣib-hum ḥasanatuy yaqụlụ hāżihī min 'indillāh, wa in tuṣib-hum sayyi`atuy yaqụlụ hāżihī min 'indik, qul kullum min 'indillāh, fa māli hā`ulā`il-qaumi lā yakādụna yafqahụna ḥadīṡā
78. Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun? (Qs.An nisa: 78)

6. Semakin bertambah usia semakin putih rambut kita ... Karena allah mengingatkan kain kafan yang putih.

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ

kullu nafsin żā`iqatul maụt, wa innamā tuwaffauna ujụrakum yaumal-qiyāmah, fa man zuḥziḥa 'anin-nāri wa udkhilal-jannata fa qad fāz, wa mal-ḥayātud-dun-yā illā matā'ul-gurụr
185. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan (Qs. Ali imran :185)

7. Begitu juga hati kita ... Semakin bertambah usia semakin sepi dan ingin bersendirian , karena allah sedang mendidik kita untuk melepaskan cinta manusia dan dunia...

وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ ٱلْءَاخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

wa mal-ḥayātud-dun-yā illā la'ibuw wa lahw, wa lad-dārul-ākhiratu khairul lillażīna yattaqụn, a fa lā ta'qilụn
32. Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (Qs. Al-An'am : 32)

Rahmat Allah yang Berkelanjutan dan Terputus

Rahmat Allah SWT yang Berkelanjutan dan Terputus


Rahmat Allah SWT adalah bentuk kasih sayang Allah sebagai Sang Pencipta (Khalik) kepada yang Dia cipta (makhluk). Dia begitu luas terbentang bagi seluruh makhluk di dalam dunia.

Bahkan, Allah SWT menegaskan kepada Nabi Muhammad SAW untuk mengatakan kepada orang-orang Yahudi yang berdusta bahwa rahmat-Nya begitu luas:

 فَإِن كَذَّبُوكَ فَقُل رَّبُّكُمْ ذُو رَحْمَةٍ وَٰسِعَةٍ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُهُۥ عَنِ ٱلْقَوْمِ ٱلْمُجْرِمِينَ 

fa ing każżabụka fa qur rabbukum żụ raḥmatiw wāsi'ah, wa lā yuraddu ba`suhụ 'anil-qaumil-mujrimīn 
147. Maka jika mereka mendustakan kamu, katakanlah: "Tuhanmu mempunyai rahmat yang luas; dan siksa-Nya tidak dapat ditolak dari kaum yang berdosa". (Surat al An’am: 147).

Sifat luas tersebut terbentang bagi seluruh makhluk, terlebih bagi manusia. Manusia merupakan sebaik-baik makhluk ciptaan Allah, dia memiliki keistimewaan berupa akal sebagai penimbang dalam melangkah kepada yang bajik ataukah batil.

Rahmat Allah bagi manusia berupa rezeki dan kemaslahatan hidup di dalam dunia, seluruhnya mendapatkan rahmat-Nya, tak terkecuali bagi orang-orang yang tidak beriman kepada-Nya.

Hanya, dari sekian rahmat-Nya, ada yang bersifat terputus dan ada pula yang berkelanjutan.

Muhammad Ali ash-Shabuni dalam kitab Shafwatut Tafaasir memaparkan dua kata akan sifat rahmat Allah dalam surat al-Fatihah, yakni ar-Rahman dan ar-Rahiim.
Ar-Rahman yang berarti zat yang memiliki rahmat yang agung yang bisa saja terputus sedangkan ar-Rahiim bermakna zat yang memiliki rahmat yang kekal selamanya dan berkelanjutan.

Dan, Khattabi menambahkan, ar-Rahman, yakni zat yang memiliki rahmat yang luas yang terbentang bagi seluruh makhluk dalam hal rezeki dan kemaslahatan hidup mereka dan kata ini mencakup seluruh umat, baik mukmin maupun kafir. Sedangkan, ar-Rahiim hanya spesifik untuk umat mukmin semata.

 هُوَ ٱلَّذِى يُصَلِّى عَلَيْكُمْ وَمَلَٰٓئِكَتُهُۥ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ ۚ وَكَانَ بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا 

huwallażī yuṣallī 'alaikum wa malā`ikatuhụ liyukhrijakum minaẓ-ẓulumāti ilan-nụr, wa kāna bil-mu`minīna raḥīmā 
43. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. (QS al-Ahzab : 43).

Sifat rahmat Allah yang lain adalah dekat. Kedekatan di sini memiliki hukum kausalitas, yakni yang mendekati akan didekati. Allah mendekati siapa pun yang mendekati-Nya.

Jarak tempuh kita dalam mendekati Allah memengaruhi jarak tempuh Allah mendekati kita. Saat kita mendekati-Nya sejengkal, Allah akan membalas dengan sehasta. Saat sehasta, Allah mendekati kita sedepa dan seterusnya.

Mendekati rahmat Allah tergolong mudah, cukup dengan menebar kebaikan bagi orang lain, kita sudah mampu menggapai rahmat-Nya yang bersifat dekat. Kebaikan adalah wujud manifestasi keimanan kita kepada Allah SWT.

Keduanya harus berjalan selaras karena apatah arti keimanan yang kuat tanpa kita imbangi dengan kebaikan, begitu juga kebaikan tanpa keimanan, akan bersifat sia-sia.

Allah SWT berfirman:

 وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَٰحِهَا وَٱدْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ ٱلْمُحْسِنِينَ 

wa lā tufsidụ fil-arḍi ba'da iṣlāḥihā wad'ụhu khaufaw wa ṭama'ā, inna raḥmatallāhi qarībum minal-muḥsinīn
56. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS al-A'raf : 56).

Rasulullah SAW juga mempertegas dalam haditsnya:

ارْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ
''Sayangilah siapa pun yang ada di bumi maka akan menyayangimu zat yang ada di langit.'

Menjemput Rezeki Sejak Pagi Hari

Mengapa Kita Harus Menjemput Rezeki Sejak Pagi Hari? Ini Penjelasannya


Waktu pagi adalah waktu yang penuh berkah. Udara masih segar dan tubuh yang telah istirahat ketika malam kini menjadi fit kembali. Alangkah ruginya jika keadaan yang sangat baik seperti ini kita gunakan tidur lagi setelah shalat subuh. Maka, jangan turuti nafsu untuk bermalas-malasan dan bersembunyi di balik selimut lagi bila kita ingin mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Berkaitan dengan hal ini, ada sebuah hadits yang perlu untuk kita renungkan, yakni dari Shakhr bin Wada’ah r.a., ia berkata bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda:
Ya Allah, berkahilah umatku di pagi harinya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
Dalam hadits yang diceritakan oleh Shakhr bin Wada’ah r.a. tersebut betapa jelas bahwa Rasulullah Saw. berdoa agar umatnya diberikan berkah pada waktu pagi hari.


Tahukan Anda siapakah Shakhr bin Wada’ah r.a.? Dia adalah seorang pedagang yang biasa mengirimkan barang dagangannya di pagi hari, sehingga dia menjadi kaya dan banyak harta. Berarti, Shakhr bin Wada’ah adalah orang yang bisa menyambut keberkahan Allah Swt. karena doa Rasululllah Saw. untuk umatnya di pagi hari.

Memang berat untuk tidak tergoda dengan hangatnya selimut, bantal, dan kasur yang empuk di pagi hari, apalagi suasana pagi yang dingin. Akan tetapi, bagi orang yang mempunyai keinginan yang kuat untuk medapatkan keberkahan dari Allah Swt. dengan banyak rezeki, tentu godaan itu dapat diatasi dengan baik. Apalagi kalau sudah terbiasa untuk tidak tidur setelah shalat subuh. Sungguh, badan akan terasa lebih sehat, pikiran lebih segar, dan hati lebih tenang serta bahagia. Oleh karena itu, setelah shalat subuh, janganlah tidur kembali apabila kita ingin mendapatkan keberkahan dari Allah Swt.

Berkaitan dengan tidur setelah shalat subuh ini, Ibnul Qayyim al-Jauziyah berpendapat bahwa di antara tidur yang tidak disukai menurut orang-orang yang saleh ialah tidur di antara shalat subuh dan terbit matahari, karena ini merupakan waktu untuk memperoleh hasil bagi perjalanan ruhani. Pada saat itu terdapat keistimewaan besar, sehingga seadainya mereka melakukan perjalanan (kegiatan) semalam suntuk pun, belum tentu dapat menandinginya.

Apa yang disampaikan oleh Ibnul Qayyim al-Jauziyah tersebut senada dengan pendapat Ibnu Hajar al-‘Asqalani, ulama ahli hadits dari Mesir yang salah satu kitab terkenalnya adalah Fath al-Bari (Kemenangan Sang Pencipta).

Dalam kitab yang merupakan syarah kitab shahihnya Imam Bukhari dan disepakati oleh para ulama sebagai kitab penjelasan yang paling detail yang pernah dibuat tersebut, Ibnu Hajar Al-‘Asqalani mengatakan:
Sesungguhnya dikhususkan waktu pagi dengan keberkahan karena waktu pagi adalah waktu (untuk melakukan) kegiatan.”

Bagi para ulama, suasana pagi yang tenang adalah waktu yang paling baik untuk mendalami suatu ilmu. Pada saat yang seperti ini kemampuan seseorang untuk memahami sebuah ilmu bisa lebih meningkat. Hal ini bisa terjadi karena konsentrasi terhadap ilmu pun lebih mudah untuk dilakukan. Ada seorang ulama yang yang mampu menulis sebanyak empat puluh halaman setiap hari selama empat puluh tahun terakhir masa usianya, yakni Ibnu Jarir ath-Thabari,

Ternyata beliau melakukan murajaah (menghafal) akan ilmu dan ide-ide yang akan dituangkan dalam tulisannya di awal-awal subuh. Ini merupakan bukti bahwa waktu pagi memang penuh dengan keberkahan.

Rasulullah Saw. bersabda: “Seusai shalat fajar (subuh) janganlah kamu tidur sehingga melalaikan kamu untuk mencari rezeki.” (HR. Thabrani)

Janganlah kamu tidur, begitu sabda Rasulullah Saw. untuk kita, seusai shalat subuh. Setelah shalat subuh berjamaah di masjid, kita bisa duduk di ruang tamu untuk membaca Al-Qur’an. Setelah itu, membuka seluruh jendela dan membersihkan rumah. Atau, memulai segala aktivitas yang perlu untuk kita lakukan di pagi hari.

Berkenaan dengan mengisi waktu setelah shalat subuh ini, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim disampaikan:

Peliharalah waktu itu dengan mengisinya melalui tilawah Al-Qur’an satu juz dalam satu hari, berdzikir atau menghafal. Inilah yang dilakukan Rasulullah Saw. selesai menunaikan shalat subuh, bahwa beliau duduk di tempat shalatnya hingga terbit matahari.”

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah Saw. pernah bersabda bahwa waktu subuh adalah masa di mana para malaikat malam naik ke langit dan digantikan oleh malaikat siang. Betapa indahnya jika pada waktu pergantian tersebut seseorang dalam keadaan melakukan ketaatan kepada Allah Swt.

Ada sebuah amalan yang sangat besar fadhilahnya apabila dilakukan seseorang dalam rangka memanfaatkan waktu di pagi hari ini. Hal ini dapat kita ketahui dari sebuah hadits, yakni dari Anas bin Malik r.a., ia berkata bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda:

Barangsiapa shalat fajar (shalat subuh) berjamaah di masjid, kemudian tetap duduk berdzikir mengingat Allah, hingga terbit matahari lalu shalat dua rakaat (shalat dhuha), maka seakan-akan ia mendapatkan pahala haji dan umrah dengan sempurna, sempurna, dan sempurna.” (HR. Tirmidzi)

Lihatlah betapa besar pahala orang shalat subuh dengan berjamaah di masjid, kemudian tetap duduk untuk berdzikir hingga terbit matahari, lantas dilanjutkan dengan shalat dhuha, seakan ia mendapatkan pahala haji dan umrah dengan sempurna.

Betapa besar pahalanya. Bisakah kita mengamalkanya, Kalau tidak bisa setiap hari, setidaknya seminggu sekali ketika kita libur dan tidak harus berangkat bekerja pagi-pagi.

Bangunlah pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhanmu. Sesungguhnya pada pagi hari terdapat barakah dan keberuntungan.” (HR. Thabrani dan Al-Bazzar).

wallahu a'lam