5 Bacaan Sholawat Nabi

5 Bacaan Sholawat untuk Nabi Muhammad SAW Mudah Dihafal Berikut Latin dan Terjemahan


Keutamaan shalawat kepada Rasulullah SAW sangatlah besar. Banyak manfaat yang bisa diperoleh mereka yang membacanya. Dalam buku “115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah SAW”,

Fuad Abdurahman menceritakan:
Suatu hari seorang Yahudi menemui Rasulullah SAW mengadukan bahwa seorang Muslim telah mencuri untanya. Ia pun mendatangkan empat saksi palsu dari kaum munafik. Karena kesaksian empat orang munafik itu, Rasululullah SAW memutuskan bahwa unta itu milik orang Yahudi dan tangan si Muslim harus dipotong.

Namun, Muslim yang dituduh itu merasa tidak pernah melakukan perbuatan jahat seperti seperti yang dituduhkan itu. Lalu, ia berkata, “Ya Allah, Engkau Maha Mengetahui bahwa aku tidak pernah mencuri unta itu.”

Kemudian ia berkata kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, sungguh keputusanmu itu benar. Namun, aku mohon, sebelum tanganku dipotong, mintalah keterangan dari unta ini!.”

Maka, Rasulullah SAW bertanya kepada si unta, “Hai unta, milik siapkah engkau?”

Unta itu pun menjawab dengan jelas, “Wahai Rasulullah, aku adalah milik orang Muslim ini dan sesungguhnya para saksi itu palsu semua.”

Akhirnya Rasulullah SAW berkata, “Hai Muslim, katakan kepadaku, apa yang kau lakukan hingga Allah menjadikan unta ini berbicara?”.

“Wahai Rasulullah, di malam hari aku tidak tidur sebelum membaca shalawat kepadamu sepuluh kali.”

Kemudian Rasulullah bersabda, “Kau telah selamat dari hukum potong tanganmu di dunia dan selamat juga dari siksa di akhirat berkat shalawat yang kau baca untukku.”

Itu salah satu keutamaan jika membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ada beberapa sholawat yang bisa dibaca dan di hafal.

Berikut 5 bacaan Sholawat untuk memuliakan Nabi Muhammad SAW beserta tulisan latin dan terjemahannya


1. Sholawat Ibrahimiyah

Sholawat Ibrahimiyah merupakan sebuah doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT untuk Nabi Ibrahim AS dan Nabi Muhammad SAW. Sholawat Ibrahimiyah juga dibaca selesai tahiyat akhir dalam sholat. Berikut adalah bacaannya:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ

Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa sollaita ‘alaa aali ibroohim, wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohim, fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid.

Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan untuk Nabi Muhammad. Dan juga limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat dan keselamatan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Agung.”

2. Sholawat Nariyah

Sholawat Nariyah merupakan sholawat yang disusun oleh Syekh Nariyah yang hidup di zaman Rasulullah SAW. Berikut adalah bacaan Sholawat Nariyah:

‎اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تُنْحَلُ بِهَ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Allahumma shollì sholaatan kaamìlatan Wa sallìm salaaman taaman ‘ala sayyìdìnaa Muhammadìn Alladzì tanhallu bìhìl ‘uqadu, wa tanfarìju bìhìl kurabu. Wa tuqdhaa bìhìl hawaa’ìju Wa tunaalu bìhìr raghaa’ìbu wa husnul khawaatìmì wa yustasqal ghomaamu bì wajhìhìl karììmì, wa ‘alaa aalìhì, wa shahbìhì ‘adada kullì ma’luumìn laka.

Artinya:
“Ya Allah, berikanlah sholawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada junjunganku Baginda Nabi Muhammad yang dengannya terlepas dari ikatan (kesusahan) dan dibebaskan dari kesulitan. Dan dengannya juga ditunaikan hajat dan diperoleh segala keinginan dan kematian yang baik, serta memberi siraman (kebahagiaan) kepada orang yang sedih dengan wajahnya yang mulia, juga kepada keluarganya, para shahabatnya, dengan seluruh ilmu yang Engkau miliki.”

3. Sholawat Munjiyat

Sholawat Munjiyat memiliki arti ‘Sholawat Penyelamat’. Sholawat munjiyat dianjurkan untuk dibaca sebagai dzikir setelah melaksanakan sholat hajat, serta dilafalkan pada awalan bacaan doa-doa, khususnya pada saat bacaan doa tahlil.

‎اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةٌ تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْاَهْوَالِ وَالْاٰفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَابِهَاجَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَابِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَابِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَابِهَا اَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ

“Allahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin sholaatan tunjiinaa bihaa min jamii’il-ahwaali wal-aafaati wa taqdhii lanaa bihaa jamii’al-haajaati wa tuthahirunaa bihaa min jamii’is-sayyi’aati wa tarfa’unaa bihaa ‘indaka a’lad-darajaati wa tuballigunaa bihaa aqshal-gaayaati min jamii’il-khairaati fil-hayaati wa ba’dal-mamaati”

Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad Saw yang melaluinya Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan membahayakan, dengan rahmat itu Engkau akan mendatangkan semua hajat kami dan membersihkan semua keburukan kami, mengangkat kami pada derajat tertinggi , menyampaikan kami pada puncak tujuan, dari semua kebaikan di waktu hidup dan sesudah mati.“

4. Sholawat Nur Al Anwar

‎اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نُورِ الأَنْوَارِ. وَسِرِّ الأَسِرَارِ. وَتِرْيَاقِ الأَغْيَارِ. وَمِفْتَاحِ بَابِ الْنَسَارِ. سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُخْتَارِ. وَآلِهِ الأَطْهَارِ. وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ. عَدَد نِعَمِ الله وَأِفْضَالِهِ


Allahumma Shalli Alaa Nuuril Anwaari Wasirril Asraari, Watiryaaqil Aghyaari Wamiftaahi Baabil Yasaari, Sayyidinaa Wamaulaana Muhammadinil Muhtaari Wa Aalihil Ath Haari Wa Ash Haabihil Ahyaari Adada Niamillaahi Wa Ifdhaalih.

Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada cahaya dari segala cahaya, belakang layar dari segenap rahasia, penawar sedih dan kebingungan, pembuka pintu kemudahan, yakni junjungan kami, Nabi Muhammad saw. yang terpilih, keluarganya yang suci, dan para sahabatnya yang mulia sebanyak hitungan nikmat Yang Mahakuasa dan karunia-Nya”.

5. Sholawat Fatih

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ وَالنَّاصِرِ الحَقَّ بِالحَقِّ وَالهَادِي اِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ

Allahumma shalli wa sallim wa barik ‘ala sayyidina Muhammadinil Fatihi lima ughliqa, wal khatimi lima sabaqa, wan nashiril haqqa bil haqqi, wal hadi ila shiratin mustaqim (ada pula yang baca shiratikal mustaqim). Shallallahu ‘alayhi, wa ‘ala alihi , wa ashhabihi haqqa qadrihi wa miqdarihil ‘adzhim

Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah sholawat, salam, dan keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, pembuka apa yang terkunci, penutup apa yang telah lalu, pembela yang hak dengan yang hak, dan petunjuk kepada jalan yang lurus. Semoga Allah limpahkan shalawat kepadanya, keluarga dan para sahabatnya dengan hak derajat dan kedudukannya yang agung.”

Bacaan Shalawat as-Sa’adah

Bacaan Shalawat as-Sa’adah Arab, Latin dan Terjemah



Setiap orang pasti menginginkan agar hidupnya bahagia. Untuk memperolehnya selain dengan ikhitar dan usaha, yang paling utama adalah berdoa kepada Allah . karena pada hakikatnya semua hal itu asalnya dari Allah. selain itu, kita juga harus selalu membaca shalawat untuk Nabi Muhammad saw.

Salah satu shalawat yang apabila dibaca maka akan mendapatkan kebahagiaan adalah shalawat sa’adah. Dalam kitab Afdhalush Sholawat ‘Alaa Sayyidis Saadaat karya Syaikh Yusuf bin Ismail An-Nabhani dijelaskan mengenai fadhilah keutamaan shalawat sa’adah ini:

“Sayyidi Ahmad Ash-Showi menukil dari sebagian ulama yang menyatakan bahwa sesungguhnya shalawat ini setara nilai pahalanya dengan 600 ribu shalawat . Beliau berkata bahwasanya shalawat ini untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat dan karenanya ia dinamakan dengan shalawat as-sa’adah atau shalawat kebahagiaan.”

Al-Ustadz As-Sayyid Ahmad Dahlan dalam kitab Majmu’ahnya menyatakan, “Dan diantara sighat sholawat yang utama dan sempurna yang disebutkan oleh sebagian ulama ahli makrifat bahwasanya pahala dari mengamalkannya setara dengan 600.000 sholawat dan bahwa sesunguhnya barangsiapa mendawamkan diri mengamalkannya setiap hari jumat sebanyak 1000 kali maka ia akan menjadi orang yang bahagia di dunia dan di akhirat , dan sholawat ini dinamakan shalawat As-Su’ada’ atau shalawat kebahagiaan . “

Bacaan Shalawat as-Sa’adah Arab & Terjemah :

اَللّهُـمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَاوَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ
عَدَدَ مَا فِى عِلْمِ اللَّهِ صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللَّهِ

Allahumma Shalli wa Sallim ’Ala Sayyidina wa Maulana Muhammadin ’adada ma fî ’ilmillahi Shalatan daimatan bi dawami Mulkillahi
Artinya : "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad S.a.w sebanyak bilangan yang ada dalam pengetahuan Allah, dengan limpahan rahmat yang abadi, selama keabadian kerajaan Allah".

Setelah para sahabat menyimak di atas, maka bagi yang sedang dirundung kesedihan, kegalauan tingkat tinggi, atau sedang tidak bisa mendapatkan kebahagiaan lahir batin, maka ada baiknya memperbanyak diri membaca sholawat di atas secara istiqamah.

Insya Allah, apabila diamalkan dengan penuh keikhlasan, keyakinan dan mengharap ridha Allah ta'ala, maka kita akan mendapatkan apa yang kita hajatkan yaitu kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

aamiin.

Amalan untuk Mendapatkan Rezeki

9 Amalan dalam Islam untuk Mendapatkan Rezeki


Rezeki merupakan salah satu rahasia Allah SWT. Namun dalam ajaran risalah Muhammad SAW, Islam telah memberikan solusi terbaik untuk memperlancar turunnya rezeki yang penuh berkah dan melimpah. Selain dengan terus bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya yang telah dilimpahkan kepada kita, tentunya.

Pertama, memperbanyak istighfar dan bertaubat. “Maka Aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun ke pada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Mahapengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anakanakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS Nuh [71]: 10-12).

Kedua, meningkatkan ketakwaan. “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS At-Thalaq [65]: 2-3).

Ketiga, gemar menyambung tali silaturahim. “Barangsiapa yang ingin dila pangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim.” (HR Bukhari dan Muslim).

Keempat, gemar mendermakan harta. “Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku me lapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki yang sebaikbaiknya.” (QS Saba’[34]: 39).


Kelima, membiasakan ibadah dengan benar. ”Sesungguhnya Allah berfirman, ”Wahai anak Adam, sibukkanlah untuk beribadah kepada- Ku, niscara akan Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku tutup kefakiranmu. Jika tidak kamu lakukan niscaya akan Aku penuhi pada kedua tanganmu kesibukan dan ti dak Aku tutup kefakiranmu.” (HR Ahmad).

Keenam, menunaikan ibadah haji dan umrah. ”Lakukanlah haji dan umrah, karena keduanya akan menghapus kefakiran dan dosa sebagaimana api menghilangkan karat besi, emas, dan perak.” (HR Ahmad).

Ketujuh, hijrah di jalan Allah. ”Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepa da Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tem pat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang.” (QS An-Nisa’ [4]: 100).

Kedelapan, tawakkal kepada Allah. ”Seandainya kalian mau bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar nya, pasti Allah akan memberikan rezeki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rezeki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang.” (HR Ahmad dan Tirmidzi).

Kesembilan, menafkahi penuntut ilmu. Anas bin Malik RA berkata, ”Dulu ada dua orang bersaudara pada masa Rasulullah SAW. Salah seorang menuntut ilmu pada majelis Rasulullah SAW, sedangkan yang lainnya bekerja. Lalu saudaranya yang bekerja itu mengadu kepada Rasulullah SAW (lantaran ia memberi nafkah kepada saudaranya itu). Maka Nabi SAW bersabda, ”Mudah-mudahan engkau diberi rezeki dengan sebab dia.” (HR Tirmidzi).

Menjemput Rezeki

Menjemput Rezeki


"Janganlah merasa bahwa rizkimu datangnya terlambat. Karena, sesungguhnya, tidaklah seorang hamba akan meninggal hingga telah datang kepadanya rizki terakhir yang telah ditentukan untuknya. Maka, tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizki, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram" (HR Al-Hakim).

Sering kali, manusia diliputi rasa gundah dan putus asa atas kepastian rizki yang akan diperolehnya. Apalagi, bila kondisi perekonomian kian terpuruk. Kenaikan harga sembako, maraknya PHK, sempitnya lapangan kerja, serta minimnya keahlian yang dimiliki seseorang. Itu menjadi momok yang menakutkan.

Di tengah kondisi krisis, umpamanya, seseorang hendaknya putus asa terhadap karunia Allah SWT. Itu jika yang bersangkutan mengimani hadis di atas.


Rasa putus asa dan kekhawatiran yang berlebihan justru akan lebih mempersulit terbukanya pintu rizki yang telah digariskan. Rasa yakin dan optimis mestinya terus dipupuk dalam hati akan datangnya rezeki dari Allah, serta diiringi usaha yang maksimal, halal, dan tawakal tentunya.

Dalam Alquran, Allah SWT memerintahkan hambanya untuk terus yakin dan optimis akan datangnya anugerah serta karunia-Nya. Dengan cara, menghempaskan jauh-jauh rasa putus asa dari dalam lubuk hati seorang Mukmin.

وَلَا تَا۟يْـَٔسُوا۟ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ لَا يَا۟يْـَٔسُ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْكَٰفِرُونَ 

''... dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya, tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir" (QS Yusuf [12]: 87).

Tugas manusia adalah menjemput rezeki dengan berusaha dan berdoa sebaik-baiknya sesuai etika dan jalan yang dibenarkan Allah dan Rasul-Nya. Adapun, setelah itu, kita diperintahkan untuk menyerahkan segala hasil jerih payah kita sepenuhnya pada Allah SWT.

Mustahil bagi Allah SWT menyalahi janji-Nya kepada hambanya yang telah berusaha sekuat yang ia mampu. Sesungguhnya, seorang insan akan mendapatkan balasan selaras dengan usaha yang telah dikerahkan.

 وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ 

wa quli'malụ fa sayarallāhu 'amalakum wa rasụluhụ wal-mu`minụn, wa saturaddụna ilā 'ālimil-gaibi wasy-syahādati fa yunabbi`ukum bimā kuntum ta'malụn
''Dan, katakanlah, bekerjalah kamu sekalian. Maka, Allah dan Rasul-Nya beserta orang-orang Mukmin akan melihat pekerjaanmu itu dan kamu akan dikembalikan kepada-Nya yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata. Lalu, diberikan-Nya kepada kamu apa yang kamu kerjakan" (QS Attaubah [9]: 105).

Jiwa pantang menyerah dan tidak putus asa adalah karakter seorang Muslim. Maka, maksimalkanlah segala kemampuan yang dimiliki untuk menjemput jatah yang telah ditetapkan. Karena, itu adalah ibadah.

10 Manfaat Surat Al Waqiah Wajib Dipahami

10 Manfaat Surat Al Waqiah Wajib Dipahami, dalam Kehidupan Sehari-hari


Alquran merupakan kitab suci bagi umat Islam yang di dalamnya terdiri dari 30 juzz dengan 114 surat. Di antara surat tersebut adalah surat Al Waqiah.

Surat Al Waqiah merupakan surat ke-56 yang ada di dalam juz ke-27 dan termasuk golongan surat Makkiyah. Surat ini terdiri sebanyak 96 ayat dan memiliki arti kiamat sesuai dengan ayat pertamanya.

Isi dari surat Al Waqiah menceritakan tentang bagaimana hari kiamat tersebut akan terjadi dan juga balasan bagi orang mukmin dan orang kafir. Gambaran hari kiamat tersebut salah satunya ada surat Al Waqiah ayat 4 sampai 6.


 إِذَا رُجَّتِ ٱلْأَرْضُ رَجًّا 

iżā rujjatil-arḍu rajjā 
4. apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya,

 وَبُسَّتِ ٱلْجِبَالُ بَسًّا 

wa bussatil-jibālu bassā 
5. dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya,

 فَكَانَتْ هَبَآءً مُّنۢبَثًّا 

fa kānat habā`am mumbaṡṡā 
6. maka jadilah ia debu yang beterbangan,


Selain menceritakan hari kiamat, surat Al Waqiah juga menerangkan tentang penciptaan manusia, api dan juga segala jenis tumbuhan. Tak hanya itu surat Al Waqiah juga menerangkan tentang kekuasaan Allah serta akan adanya hari kebangkitan yang memang benar adanya.

Hal ini sesuai hadits yang di dalamnya Rasulullah bersabda, "Barang siapa yang membaca surat al-waqiah setiap harinya maka ia tidak akan ditimpakan kekafiran." Bukan hanya sekedar untuk dibaca dan dimengerti artinya, sebagai umat Islam, kita juga harus mengetahui apa saja sebenarnya manfaat surat Al Waqiah apabila kita membacanya dengan rutin.

Berikut ini beberapa manfaat surat Al Waqiah apabila kita dapat membaca dengan rutin dan mengamalkan segala ayat-ayat di dalamnya.
Dari sekian banyak fadhilah dari Surat Al Waqiah, yang paling banyak terdapat dalam surat ini adalah tentang kekayaan. Akan tetapi, tidak hanya sekadar kekayaan yang akan didapatkan saat membacakan surat Al Waqiah.

Namun juga akan mendapatkan manfaat-manfaat lainnya apabila kita senantiasa membaca dan mengamalkannya setiap hari. Ada pun manfaat-manfaat yang akan didapatkan yaitu sebagai berikut:

Dijauhkan dari Kemiskinan dan Memperoleh Rezeki Berlimpah
1. Dijauhkan dari Kemiskinan
Manfaat surat Al Waqiah jika seorang umat muslim rajin membacanya setiap hari, maka ia akan mendapatkan pahala dan akan dijauhkan dari kemiskinan.

2. Memperoleh Kekayaan dan Rezeki Berlimpah
Jika surat Al Waqiah dibaca sebanyak 14 kali seusai sholat Ashar maka orang tersebut akan mendapatkan kekayaan yang berlimpah dan tidak akan ada habisnya. Seperti yang telah dijelaskan dalam suatu hadits yang berbunyi, "Ajarkanlah surah Al-Waqi’ah kepada isteri-isterimu. Karena sesungguhnya ia adalah surah Kekayaan." (Hadis riwayat Ibnu Ady)

Setiap selesai sholat fardhu, bacalah surat Al Waqiah sebanyak 25 kali sehingga sampai pada malam Jumat berikutnya. Pada malam Jumat berikutnya tersebut sesudah sholat Maghrib, maka baca Surat Al Waqiah sebanyak 25 kali, sesudah sholat Isya dibacakan kembali sebanyak 125 kali diikuti dengan Sholawat Nabi 1.000 kali.

Sesudah selesai, maka perbanyak juga sedekah dan amalkan surat ini sekali pada pagi dan petang. Maka Insya Allah seseorang yang membacanya akan memperoleh kekayaan dan rezeki berlimpah.

3. Akan Dikabulkannya Seluruh Hajat yang Berhubungan dengan Rezeki
Jika surat Al Waqiah dibaca sebanyak 41 kali dalam satu majelis, maka Insya Allah akan ditunaikan semua hajat yang dimohonkan terutama yang berhubungan dengan rezeki.

4. Mempermudah Sakaratul Maut
Manfaat surat Al Waqiah yang berikutnya adalah dapat mempermudah sakaratul maut. Jika orang yang sedang sakaratul maut dibacakan surat Al Waqiah, maka akan dipermudah ruhnya keluar dari jasad seseorang, sehingga tidak akan merasakan sakaratul maut terlalu lama.
Dilindungi dari Kemudharatan dan Terhindar dari Kefakiran

5. Dilindungi dari Adanya Kemudharatan Dunia
Jika surat Al Waqiah ini dibacakan untuk atau oleh wanita dan juga gadis, maka akan berguna untuk melindungi diri dari segala macam kemudaratan dunia sekaligus terhindar juga dari kemiskinan.

6. Tidak akan Ditimpa Kefakiran
Abdullah bin Mas'ud pernah mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang membaca surat Al Waqiah, ia tidak akan tertimpa oleh kefakiran selamanya." (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).

Dari hadits tersebut dijelaskan bahwa barangsiapa yang membaca Surat Al Waqiah setiap hari, niscaya ia tidak akan ditimpakan kekafiran. Kekafiran adalah salah satu hal yang sangat dibenci oleh Allah SWT.

7. Merupakan Surat Kekayaan
Manfaat surat Al Waqiah yang berikutnya adalah surat ini merupakan surat kekayaan. Dari Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: "Barangsiapa yang membaca surat Al Waqiah pada malam Jumat, ia akan dicintai oleh Allah, dicintai oleh manusia, tidak melihat kesengsaraan, kefakiran, kebutuhan, dan penyakit dunia; surat ini adalah bagian dari sahabat Amirul Mukimin (sa) yang bagi beliau memiliki keistimewaan yang tidak tertandingi oleh yang lain." (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).

Dengan membaca surat Al Waqiah setiap hari maka dapat memudahkan seseorang mendapatkan rezeki yang halal, pun nikmat Allah yang terus mengalir.

8. Diberikan Syafaat pada Hari Kiamat
Diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah bersabda:
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: "Barangsiapa yang merindukan surga dan sifatnya, maka bacalah surat Al Waqiah; dan barangsiapa yang ingin melihat sifat neraka, maka bacalah surat As-Sajadah." (Tsawabul A’mal, hlm 117).

Diberikan Ketenangan Jiwa Raga dan Mengajarkan Tauhid Kepada Umatnya

9. Diberikan Ketenangan Jiwa dan Raga oleh Allah
Dalam hal ini, Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: "Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqiah sebelum tidur, ia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan wajahnya seperti bulan purnama." (Tsawabul A’mal, halaman 117).

10. Mengajarkan Tauhid kepada Umat Muslim
Dalam surat Al Waqiah mengajarkan tentang tauhid yang membuat umat muslim percaya pada Allah dan semakin membuat sesorang yakin jika semuanya sudah diatur dengan baik oleh Allah SWT termasuk dalam urusan rezeki.

Zikir Taubatan Nasuha


Zikir taubatan nasuha Astaghfirullah robbal baroya, Astaghfirullah minal khotoya.
Secara bahasa, taubat atau at-taubah adalah “kembali” dan berasal dari kata تَوَبَ  

Namun secara istilah dalam Islam, taubat memiliki makna meninggalkan dosa karena takut kepada Allah swt, menganggap dosa itu buruk lalu menyesali perbuatan maksiat dan bertekad kuat untuk tidak lagi mengulanginya serta memperbaiki apa yang mungkin bisa diperbaiki dari amalnya.

Syarat-syarat Taubat
Dalam kitab Majalis Syahri Ramadhan, setelah membawakan banyak dalil dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang mendorong kaum Muslimin untuk senantiasa bertaubat dan beberapa hal lain tentang taubat, Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin t mengatakan, “Taubat yang diperintahkan Allâh Azza wa Jalla adalah taubat nasuha (yang tulus) yang mencakup lima syarat:

  • Hendaknya taubat itu dilakukan dengan ikhlas.
  • Segera berhenti dari perbuatan maksiat yang dia lakukan.
  • Bertekad untuk tidak mengulangi dosa tersebut di masa yang akan datang.
  • Taubat itu dilakukan bukan pada saat masa penerimaan taubat telah habis.
  • Menyesali serta merasa sedih atas dosa yang pernah dilakukan, sebagai bukti penyesalan yang sesungguhnya kepada Allâh dan luluh dihadapan-Nya serta murka pada hawa nafsunya sendiri yang terus membujuknya untuk melakukan keburukan.
  • Salah satu cara untuk melakukan taubat (Tobat) adalah dengan berzikir.

Berikut Zikir Taubatan Nasuha yang dapat menenangkan hati dan meredakan marah.

Zikir Taubat Nasuha

أ َ سـْــتـَـغـْـفـِـرُ الله، رَبَّ الـْــبـَرَايـَـا

Astaghfirullah robbal baroya
Aku mohon ampun pada Allah tuhan sekalian mahluk

أ َ سـْــتـَـغـْـفـِـرُ الله، مِــنَ الـْــخـَــطَايـَــا

Astaghfirullah minal khotoya (2x)
Aku mohon ampun pada Allah dari pada segala dosa

رَبِّ ز ِدْنـِى عـِــلـْــمًـا نـَــافـِــعـًــا

Robbi zidni i`lman nafia`
Ya Allah ya Tuhanku tambahkan lah Ilmu yang bermanfaat kepadaku

وَوَفـِّــقـْــنـِــى عـَــمـَــلاً مـَــقـْــبـُــولاً

Wawafiqni a`malan maqbula
Dan bimbing aku pada amalan yang diterima

وَهَــبْ لـِــى ر ِزْقـًــا وَاسِــعـًــا

Wahabli rizqon wasia`
Berikanlah aku rizqi yang luas

وَتـُــبْ عـَــلـَــيـْـنـَــا تـَــوبـَــة ً نـَــسـُــوحـًــا

Watub a`laina taubatan nasukha (2x)
Dan terimalah taubatku taubat Nasukha

وَلـِــهـَــذَا سـِــر ِّ * آدُع

Walihaza sirri adu`
Dan ini rahasia seruan Do’a ku padamu

فـِــى يـَــسـَــارى  وَ عـَــسـَــارى

Ana a`bdun soro faqri
Aku adalah seorang hamba yang fakir

إ ِنَّ * فـَــقـْــرى * وَالـضـِّــرَارى *

Inna faqri waddhirori
Sesungguhnya kami fakir dan memerlukanmu (membutuhkanmu)

وَالـْــكـَــفـَــانـِــى عـِــلـْــمُ رَبــِّــى *

Walkafani i`lmu robbi
Dan cukupkan aku dengan ilmumu ya rabb

بــِالـْــسـُــؤَالـِــى وَاخـْــتـِــيـأر ِى

Bil suali wakhtiyari
Dengan soalanku(permohonanku) dan pilihanku

يـَــا إ ِلــَــهـِــى وَ مـَــلِــيــكـِــى

Ya Ilahi wa maliki
Wahai tuhanku yang menguasai diriku

أ َنـْــتَ تـَــعـْــلـَــمْ كـَــيـْــفَ حـَــالـِــى

Anta ta`lam kaifa khali (2x)
Engkau maha mengetahui keadaan hambamu ini

Itulah Arti Astaghfirullah Robbal Baroya, Zikir Taubat Nasuha yang Menenangkan Hati dan Meredakan Amarah.

Jalan Rezeki yang Disebutkan Dalam Al-Quran

Jalan Rezeki yang Disebutkan Dalam Al-Quran


MANUSIA seringkali melihat rezeki hanya persoalan uang yang dihasilkan dari jerih payah dia bekerja, padahal rezeki Allah itu teramat luas. Dikutip dari Persis.or.id, dalam Al-Quran, setidaknya disebutkan ada 8 jalan rezeki yang Allah berikan untuk hamba-hambanya. Apa sajakah itu?

1. Rezeki Yang Telah Dijamin
“Tidak ada satu mahluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah rezekinya” (Q.Surat Hud : 6)

Contoh : Meskipun seorang anak yatim piatu tidak memiliki orangtua, namun ia akan tetap hidup sampai besar dirawat panti asuhan atau diadopsi oleh keluarga lain.

2. Rezeki Karena Usaha
“Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya” (Q. An Najm :39)
Contoh : Karena keuletan dalam usaha, kini bangsa Turki bisa makmur, padahal alamnya tidak begitu kaya.

3. Rezeki Karena Bersyukur
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu” (Q.S. Ibrahim: 7)
Contoh : Brunei Darusalam baru-baru ini menerapkan syariat islam sebagai rasa syukur kepada Allah atas nikmatNya, maka mereka kini menemukan ladang gas baru kapasitas miliaran kubik.

4. Rezeki Tak Terduga
Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (QS. At Thalaq :2)
Contoh : Karena ketaqwaan penduduk Mekkah dan Madinah, siapa sangka minyak dan gas berada di bawah tanah Hijaz (Arab Saudi).

5. Rezeki Karena Istighfar
“Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta” (Q.Surat Nuh : 10-11)
Contoh : Kaum Nabi Yunus, setelah mereka bertobat maka Allah karuniakan kemakmuran bagi mereka sampai 40 tahun, riwayat lain mengatakan 80 tahun lamanya.

6. Rezeki Karena Menikah
“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan kemapanan kepada mereka dengan karunia-Nya.” (QS. an-Nur : 32)
Contoh : Ketika masih bujangan, Abdurrahman bin Auf r.a hanya seorang penjual tali, namun setelah menikah ia menjadi pengusaha besar owner pasar Madinah.

7. Rezeki Karena Anak
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.” (QS. al-Isra : 31)
Contoh : Yakub waktu mudanya hijrah dari rumahnya dan menjadi pengembala kambing, setelah menikah dan memiliki 12 anak, justru kambing-kambingnya juga makin bertambah banyak.

8. Rezeki Karena Sedekah
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak” (QS. Al Baqarah : 245)
Contoh : kedermawanan Utsman bin Affan r.a hingga kini masih ada warisannya dan tabungannya masih tersimpan di no. rekening Bank syariah Arab Saudi.

Jenis Rezeki dari Allah yang Disebutkan Dalam Al-Quran


Jenis rezeki Allah dalam Al-Quran antara lain: rezeki yang telah di jamin, rezeki karena telah berusaha, rezeki karena bersyukur, dan selengkapnya dalam artikel ini.

Allah SWT memberikan rezeki kepada makhluknya dari berbagai macam cara yang telah ditakar dan ditentukan oleh-Nya. Jadi, setiap makhluk memiliki rezeki masing-masing yang mana telah ditetapkan.
Rezeki adalah penghidupan dari semua hal yang bermanfaat dan berguna untuk makhluk. Rezeki juga berarti anugrah yang diberikan Allah kepada makhluk-Nya. Setiap manusia dan seluruh makhluk hidup di jamin rezekinya oleh Allah. Sebagaimana termuat dalam Surat Ar Rum Ayat 40:

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَفْعَلُ مِنْ ذَلِكُمْ مِنْ شَيْءٍ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ

“Allah-lah yang menciptakanmu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali).”
“Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan”. (QS. Ar-Rum ayat 40).

Pada penjabaran ayat di atas, Allah SWT telah memberi rezeki, telah menghidupkan manusia, mematikannya dan menghidupkan kembali. Nah, adapun berbagai jenis rezeki yang diberikan oleh Allah, dimana akan membantu kita lebih bersabar dalam menghadapi hidup dan selalu berhusnudzan kepada-Nya.

Jenis Jenis Rezeki dari Allah

1. Rezeki Yang Telah Dijamin

Allah SWT telah menciptakan alam semesta ini beserta makhluk-makhluk-Nya baik itu manusia, hewan, tumbuhan dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, Allah SWT menjamin rejeki semua makhluk-Nya agar bisa hidup untuk menjalankan tugas masing-masing.

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

Yang artinya:
“Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin ALLAH rezekinya.” (Surah Hud : 6).

2. Rezeki Karena Berusaha

Allah SWT memperintahkan kita untuk menjalankan kewajiban ibadah, selain itu Allah memberikan fasilitas yang kita butuhkan untuk menjalankan ibadah melalui rezeki yang didapatkan dengan berusaha.
Sebagaimana firman Allah dalam surat Ali-Imran ayat 145:

وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا

Yang artinya:
“Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu.” (QS. Ali Imran ayat 145).

3. Rezeki Karena Bersyukur

Dengan selalu bersyukur kepada-Nya, Allah SWT akan menambah rezeki setiap manusia yang bersyukur. Hal ini sesuai yang disebutkan dalam Al-Quran.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Yang artinya:
“Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmu memaklumkan ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim ayat 7).

4. Rezeki Karena Bertakwa (Rezeki yang tidak terduga)

Rezeki tidak ada kaitanya dengan hukum sebab-akibat, Nah, rezeki disini mirip dengan rezeki makhluk-Nya, hanya orang-orang tertentu yang menerimanya yaitu orang bertakwa. Hal ini disebutkan dalam Al-Quran dalam surat At-thalaq Ayat 2-3:

‎وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا( ) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Yang artinya:
“Barangsiapa yang bertakwa kepada ALLAH nescaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (Surah At-Thalaq : 2-3).

5. Rezeki Karena Istighfar

Islam juga mengajarkan kepada umatnya melalui amalan agar doanya dapat segera dikabulkan. Juga memanjatkan doa agar rezeki semakin lancar dan berlimpah.
Islam mengajarkan kepada umatnya untuk memperbanyak istighfar, memohon ampunan kepada Allah dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh. Karena melalui amalan ini, Allah SWT akan memberikan rezeki yang berlimpah sebagaimana termuat dalam surat Nuh Ayat 10-12.

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا . يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

Yang artinya:
“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan melimpahkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh ayat 10 – 12).

6. Rezeki Karena Menikah

Allah akan membukakan pintu rezeki bagi orang yang menikah, Allah akan menolong setiap orang yang menikah karena ingin menjaga kesucian dirinya.

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Yang artinya:
“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka ALLAH akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya.” (Surah An-Nur : 32).

7. Rezeki Karena Anak

Setelah menjalani  proses ijab kabul dalam akad nikah, setiap pasangan akan menjadi keluarga dan kemudian dikaruniai anak.
Dari dalam kandungan, seorang anak sudah membawa rejekinya masing-masing. Dengan hadirnya seorang anak, tidak menambah beban kedua orangtuanya melainkan akan menambah rezeki kedua orangtuanya. Sebagaimana disebut dalam Al-Quran.

وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا

Yang artinya:
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.” (Surah Al-Israa’ : 31).

8. Rezeki Karena Sedekah

Setiap orang yang mensedekahkan sebagian hartanya dijalan Allah, Allah akan mendatangkan rezeki yang berlimpah dan keberkahan dalam hidupnya. Karena harta yang di sedekahkan akan menambah kebaikan dan berkembang berlipat ganda sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 245.

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Yang artinya:
“Siapakah yang mahu memberi pinjaman kepada ALLAH, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka ALLAH akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak.” (Surah Al-Baqarah : 245).

Demikian, penjelasan mengenai jenis-jenis rezeki dari Allah. Semoga Bermanfaat!

Hamba Allah yang Terbaik Menurut Al-Qur'an

11 Karakteristik Hamba Allah yang Terbaik Menurut Al-Qur'an


Perintah Allah Ta'ala dalam Al Qur'an telah banyak menyerukan kepada hamba-Nya agar menjadi pribadi yang bertakwa . Allah Ta'ala telah memberikan banyak kunci dan jalan agar seorang muslim menjadi muttaqin (orang yang bertakwa). Antara lain dengan perintah menjalankan syariat Allah dengan kaffah (menyeluruh), misalnya berpuasa di bulan Ramadan.
Firman Allah Ta'ala :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (Al Baqarah ; 183).

Pribadi yang bertakwa inilah pribadi terbaik yang diinginkan Allah Ta'ala. Dan, para Rasul hingga orang beriman terus mengejar predikat sebagai hamba terbaik. Telah banyak hamba Allah yang terbaik yang telah mendahului kita. Mereka dari kalangan nabi, orang-orang shidiq, para syuhada’, dan orang-orang saleh .

Lantas, apakah kita, manusia yang hidup di akhir zaman ini, masih memiliki peluang untuk menjadi hamba yang dikasihi dan dicintai oleh Allah subhanahu wata’ala? Ketahuilah, Allah subhanahu wata’ala tidak akan pernah membiarkan hamba-Nya dalam kebingungan dan kesulitan, selama ia bersungguh-sungguh ingin menggapai ridha-Nya. Dan sesunggguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Pada setiap masalah, Allah subhanahu wata’ala siapkan solusi.

Allah subhanahu wata’ala berjanji dalam firman-Nya,

فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ  

“Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5)

Lalu, bagaimana cara menjadi hamba Allah yang terbaik? Menjadi hamba Allah yang terbaik, karakternya dijelaskan dalam Surat al-Furqan ayat 63 – 74. Karakter-karakter tersebut, disebutkan sebagai berikut :

1. Tawadhu’, tenang, dan bermartabat
Hamba yang dicintai Allah Subhanahu wa ta’ala adalah kaum beriman yang berkarakter tawadhu’, beradab, tenang dalam bersikap, dan tetap bermartabat di tengah kehidupan sosial.
Allah Ta'ala berfirman,

وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا  

“Adapun hamba-hamba Dzat Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati.” (QS. Al-Furqan: 63)

2. Mengabaikan sikap orang jahil
Bagaimana cara menyikapi jika diajak bicara oleh orang jahil tentang hal-hal yang tidak bermanfaat, mengundang maksiat, atau bahkan menyesatkan? Caranya dengan tidak menggubris pembicaraan mereka. Menjauhkan diri dari kerumunan mereka.  Orang-orang jahil tetap harus didakwahi supaya kembali ke jalan yang benar. Pelaksananya adalah orang yang memiliki kemampuan untuk mendakwahi mereka. Namun jika bukan dalam rangka mendakwahi mereka, atau tidak memiliki kemampuan untuk mendakwahi mereka, sikap yang paling tepat adalah menjaga lisan dan mengabaikan obrolan mereka. Menolak kejahatan mereka dengan kebaikan atau cara yang baik.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا

“Dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan ‘salam.’” (QS. Al-Furqan: 63)

Dalam ayat lain Allah subhanahu wata’ala juga berfirman,

وَاِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ اَعْرَضُوْا عَنْهُ وَقَالُوْا لَنَآ اَعْمَالُنَا وَلَكُمْ اَعْمَالُكُمْ ۖسَلٰمٌ عَلَيْكُمْ ۖ لَا نَبْتَغِى الْجٰهِلِيْنَ

“Dan apabila mereka mendengar perkataan yang buruk, mereka berpaling darinya dan berkata, ‘Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amal kamu, semoga selamatlah kamu, kami tidak ingin (bergaul) dengan orang-orang bodoh.’” (QS. Al-Qashash: 55)

3. Semangat salat malam
Kekasih Allah Subhanahu wa ta’ala sangat paham kenapa mereka tidak ingin meninggalkan salat malam. Ada banyak sekali keutamaan shalat malam dalam al-Quran dan hadis shahih.
Allah subhanahu wata’ala berfirman,

وَالَّذِيْنَ يَبِيْتُوْنَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَّقِيَامًا
“Dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri.” (QS. Al-Furqan: 64)

4. Sungguh-sungguh menjauhi azab
Hamba Allah yang terbaik sangat takut jika Allah Ta'ala menimpakan azab kepada mereka. Sehingga mereka sangat sungguh-sungguh dalam menjauhi segala bentuk perbuatan yang menjadi sebab datangnya azab.
Allah Ta'ala berfirman,

وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَۖ اِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا ۖ
Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal".(QS. Al-Furqan: 65)

5. Semangat berinfak
Ibadurrahman adalah hamba beriman yang bijaksana dalam berinfak. Mereka semangat berinfak, namun tidak berlebihan juga tidak pelit.
Allah subhanahu wata’ala berfirman,

وَالَّذِيْنَ اِذَآ اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا
“Dan orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar.” (QS. Al-Furqan: 67)
6. Tidak menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala
Siapa pun yang ingin mendapat kehormatan sebagai hamba Allah Ta’ala yang terbaik, haram bagi dirinya untuk menyekutukan Allah dalam bentuk apa pun.
Allah berfirman,

وَالَّذِيْنَ لَا يَدْعُوْنَ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ
“Dan orang-orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sembahan lain.” (QS. Al-Furqan: 68)

7. Tidak menumpahkan darah yang diharamkan Allah
Menumpahkan darah adalah perkara yang besar. Risikonya berat. Mereka yang mendapat keutamaan sebagai ibadurrahman sangat hati-hati dalam persoalan menumpahkan darah yang diharamkan Allah Ta’ala. Darah orang yang diharamkan oleh Allah untuk ditumpahkan, hanya boleh ditumpahkan dengan cara yang sesuai dengan syariat Islam, seperti hukuman qishash.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَلَا يَقْتُلُوْنَ النَّفْسَ الَّتِيْ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلَّا بِالْحَقِّ  

“Dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar.” (QS. Al-Furqan: 68)

8. Sungguh-sungguh menjauhi zina
Zina merupakan dosa besar. Dapat mengantarkan seseorang pada kekafiran. Karakter hamba Allah yang terbaik adalah menjauhi segala bentuk pintu kekufuran. Termasuk perbuatan zina.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَلَا يَزْنُوْنَۚ  

“Dan tidak berzina.” (QS. Al-Furqan: 68)

9. Hamba Allah menjauhi kebatilan dalam perkataan dan perbuatan
Hamba yang dicintai dan dikasihi Allah Subhanahu wa ta’ala memiliki karakter selalu menjaga lisan. Tidak memberikan kesaksian palsu. Tidak berdusta. Menjauhi forum-forum kemungkaran. Menolak ajakan keburukan dengan kebaikan.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَالَّذِيْنَ لَا يَشْهَدُوْنَ الزُّوْرَۙوَالَّذِيْنَ لَا يَشْهَدُوْنَ الزُّوْرَۙ وَاِذَا مَرُّوْا بِاللَّغْوِ    مَرُّوْا كِرَامًا

“Dan orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka berlalu dengan menjaga kehormatan dirinya.” (QS. Al-Furqan: 72)

10. Hamba Allah selalu tunduk pada Syariat Islam
Tugas utama seorang hamba adalah beribadah, menyembah Allah Subhanahu wa ta’ala. Seluruh bentuk dan tata cara beribadah telah terangkum dalam sebuah konsep panduan hidup yang kita kenal dengan syariat Islam.
Maka, karakter hamba Allah Ta’ala yang terbaik adalah selalu tunduk terhadap seruan dari al-Quran dan hadits yang menjadi sumber pokok syariat Islam.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَالَّذِيْنَ اِذَا ذُكِّرُوْا بِاٰيٰتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوْا عَلَيْهَا صُمًّا وَّعُمْيَانًا

“Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Rabb mereka, mereka tidak bersikap sebagai orang-orang yang tuli dan buta.” (QS. Al-Furqan: 72)

11. Hamba Allah peduli terhadap kebaikan bersama
Hamba yang dicintai dan dikasihi Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah sosok yang memiliki jiwa sosial yang tinggi. Saling berbagi. Peduli dengan sesama dalam suka dan duka. Berbahagia jika saudara seiman bahagia, bersedih jika saudara seiman bersedih.
Seorang yang berkarakter terbaik sangat gemar membantu sesama. Sangat memperhatikan saudara. Mereka saling mendoakan.

وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

“Dan orang-orang yang berkata, ‘Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.’” (QS. Al-Furqan: 74)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‌خَيْرُ ‌النَّاسِ ‌أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain.” (HR. Al-Qadha’i dalam kitab Musnad asy-Syihab No. 1234. Hadis hasan)

Muslimah, memang tidak mudah menjadi hamba yang dicintai dan dikasihi Allah Subhanahu wa ta’ala. Untuk mewujudkannya perlu perjuangan dan pengorbanan. Maka, di sisa-sisa usia kita ini, mari bersama-sama semangat berusaha meraih kemuliaan dari Allah subhanahu wa ta’ala sebagai hamba yang dicintai, dikasihi, dan diridhai-Nya. Aamiin.

Wallahu A'lam