Mangkuk Kayu

kisah kakek dan cucunya


Ada kisah tentang kakek dan cucunya. Si kakek hampir buta dan tuli. Lututnya selalu gemetar. Setiap duduk di meja makan, sulit bagi si kakek mengangkat sendok. Dan Sup yang disendoknya sering kali tertumpah di meja, dan taplak meja pun basah akibatnya.

Anak laki lakinya serta menantunya menganggap hal itu menjijikkan. Kemudian Diam-diam mereka tergoda untuk menempatkan orang tua mereka di tempat terpisah.

Sang Kekek diberi tempat di pojok, dekat perapian. Makanan utamanya selalu diantar tempat itu dalam mangkuk tanah liat.

Cuma sedikit makanan yang bisa ditampung di mangkuk itu dan si kakek tampak sedih setiap kali menatap meja makan. Matanya berlinang-linang.
Baca Juga:
  • Rahmat Allah Swt yang tidak ternilai
  • Agar Mendapat Rahmat Dari Allah
  • Asal Usul Ayat Seribu Dinar
  • Suatu hari tangannya gemetar dahsyat. Mangkuk yang dipegangnya terpental di lantai. Remuk berkeping-keping.

    Menantu perempuannya yang tak ramah itu memarahinya habis-habisan. Kini ia harus makan dengan mangkuk kayu. Ya, mangkuk kayu. Apa boleh buat.

    Suatu hari, cucunya yang baru berumur empat tahun bermain di lantai dengan potongan-potongan kayu.

    Ayah dan ibu si anak bertanya, apa yang sedang dilakukannya. Si bocah pun dengan polos menjawab….

    “Aku membuat tempat makanan dari kayu, untuk ayah dan ibu kelak bila sudah tua.”
    Previous Post
    Next Post